<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>

<rdf:RDF 
   xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
   xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
   xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
   xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
   xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
   xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
   xmlns="http://my.netscape.com/rdf/simple/0.9/">
<channel>
    <title>Freedom</title>
    <link>http://jube.supersized.org/</link>
    <description>Blog Kebebasan Berpendapat</description>
    <dc:language>en</dc:language>

    <image rdf:resource="http://jube.supersized.org/templates/default/img/s9y_banner_small.png" />

    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/126-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/125-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/124-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/123-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/122-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/121-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/120-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/119-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/118-guid.html" />
        <rdf:li resource="http://jube.supersized.org/archives/117-guid.html" />
      </rdf:Seq>
    </items>
</channel>

<image rdf:about="http://jube.supersized.org/templates/default/img/s9y_banner_small.png">
        <url>http://jube.supersized.org/templates/default/img/s9y_banner_small.png</url>
        <title>RSS: Freedom - Blog Kebebasan Berpendapat</title>
        <link>http://jube.supersized.org/</link>
        <width>100</width>
        <height>21</height>
    </image>


<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/126-guid.html">
    <title>Wafa Sultan Menolak Islam</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/126-Wafa-Sultan-Menolak-Islam.html</link>
    <description>
    &lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1692&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1692&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;March 11, 2006 
&lt;br /&gt;
The Saturday Profile 
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ancaman2 Pembunuhan Bakal Diterima Muslim yang Mengatakan Kekerasan Menghancurkan Islam&lt;/span&gt; 
&lt;br /&gt;
By JOHN M. BRODER 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
LOS ANGELES, March 10  
&lt;br /&gt;
Tiga minggu yang lalu, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dr. Wafa Sultan&lt;/span&gt;
yang tadinya adalah dokter ahli jiwa Syria Amerika yang tidak begitu
dikenal yang tinggal di daerah luar kota Los Angeles, mengakibatkan
para Muslim marah besar. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Akibat hasil interview yang blak2an dan tanpa kekang di TV Al Jazeera
pada tanggal 21 Februari lalu, hari ini Dr. Wafa Sultan jadi sensasi
internasional, di-puji2 sebagian orang karena menyuarakan pendapat yang
baru dan sebagian lainnya menuduhnya sebagai penghujat dan kafir yang
layak dibunuh. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dalam interview TV yang telah dilihat di internet lebih dari sejuta
kali dan tersebar melalui e-mail ratusan ribu kali di seluruh dunia,
Dr. Sultan dengan lugas mengecam imam2 Muslim, pejuang2 suci Islam dan
pemimpin2 politik yang dia sebut telah mendistorsi ajarang Muhammad dan
Quran selama 14 abad. &lt;br /&gt;
 
&lt;br /&gt;
Dia berkata bahwa dunia Islam yang dia bandingkan kalah dengan dunia
kaum Yahudi, telah terjerumus ke dalam sikap mengasihani diri sendiri
dan tindakan kekerasan. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dr. Sultan berkata bahwa dunia saat ini tidak menyaksikan pertikaian
agama atau budaya, tapi tepatnya adalah perang antara modernitas dan
barbarisme. Dalam perang ini kekuatan Islam yang penuh kekerasan dan
sangat reaktif sudah ditentukan akan kalah. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Akibat pendapat ini, para imam di seluruh dunia Muslim mengutuki Dr.
Sultan, dan mesin penerima pesan teleponnya penuh dengan ancaman
pembunuhan. Tapi para Muslim penganut reformasi Islam memujinya karena
telah mengatakan kritik yang bahkan tidak berani dikatakan Muslim dalam
percakapan tertutup sekalipun. Sebaliknya, Dr. Sultan menyuarakan
kritik itu dengan keras dalam bahasa Arab dan disiarkan di seluruh
jaringan TV dunia Arab. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Aku percaya bahwa masyarakat kita disandera oleh kepercayaan dan
ajaran2 kita sendiri, katanya dalam sebuah interview minggu ini di
rumahnya di daerah luar kota Los Angeles. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dr. Sultan, 47 tahun, mengenakan baju atasan formal dan rok dan stoking
yang tebal. Warna mata dan rambutnya hitam pekas dan penampilannya yang
sederhana berlawanan dengan kata2nya yang tajam: Pengetahuan telah
membebaskanku dari pemikiran yang terbelakang. Seseorang harus menolong
memerdekakan kaum Muslim dari kepercayaan2 yang salah ini.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Barangkali kata2nya yang paling menusuk di interview Al Jazeera
adalah perbandingan yang dia katakan tentang bagaimana kaum Yahudi dan
kaum Muslim bereaksi dalam menghadapi kesukaran. Dalam berbicara
tentang Holokaus, dia berkata, Kaum Yahudi telah bangkit dari tragedi
dan memaksa dunia untuk menghormati mereka melalui pengetahuan mereka
dan bukan melalui teror. Dengan hasil kerja mereka, dan bukan dengan
menangis dan menjerit-jerit.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang
meledakkan dirinya di restoran Jerman. Kita tidak pernah melihat
seorang pun Yahudi yang menghancurkan gereja. Kita tidak pernah melihat
seorang pun Yahudi yang melakukan protes dengan membunuh orang.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dia menyimpulkan, Hanya kaum Muslimlah yang membela kepercayaan
mereka dengan membakar gereja2, membunuhi orang2 dan menghancurkan
kedubes2. Cara yang mereka tempuh tidak akan menghasilkan apapun. Kaum
Muslim harus bertanya kepada diri mereka sendiri &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;APAKAH YANG BISA MEREKA LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM MEREKA MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI MEREKA&lt;/span&gt;. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Pandangan2nya terdengar oleh Kongres Yahudi Amerika yang kemudian
mengundangnya di bulan Mei untuk berbicara di sebuah konferensi di
Israel. Kami telah mendiskusikan dengannya betapa pentingnya pesan2
darinya dan kami mencoba mengatur agar dia bisa bicara dengan para
pemimpin Yahudi,  kata Neil B. Goldstein, direktur eksekutif
organisasi itu. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar Dr. Sultan lebih diterima dengan baik di Tel Aviv
daripada di Damaskus. Tak lama setelah interview disiarkan, para imam
Syria mengutuknya sebagai kafir. Seorang imam berkata bahwa dia telah
merusakkan Islam lebih parah daripada kartun2 Denmark mengejek
Muhammad, demikian disampaikan oleh sebuah kantor berita. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dr. Sultan sekarang sedang menyelesaikan bukunya, yang kalau berhasil diterbitkan, akan menjungkirbalikkan dunia Islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Aku sudah berada pada titik di mana aku tidak bisa kembali lagi. Aku
tidak punya pilihan. Aku mempertanyakan setiap ajaran yang tertera di
Quran. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Judul bukunya adalah Tawanan yang Melarikan Diri: Jika Tuhan adalah Monster.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dr. Sultan berasal dari keluarga Muslim tradisional yang besar di
Banias, Syria, yakni sebuah kota kecil di daerah Mediterania yang
jaraknya sekitar 2 jam nyetir mobil di sebelah utara Beirut. Ayahnya
adalah pedagang gandum dan Muslim yang taat. Dr. Sultan melaksanakan
ajaran Islam sampai dia dewasa. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tapi, katanya, hidupnya berubah di tahun 1979 ketika dia masih menjadi
mahasiswa kedokteran di Universitas Aleppo, di bagian Utara Syria. Pada
saat itu, anggota kelompok radikal Muslim Brotherhood menggunakan
terorisme untuk mengguncangkan pemerintahan di bawah Presiden Hafez
al-Assad. Orang2 bersenjata dari Muslim Brotherhood menyerbu ke dalam
ruangan kelas di universitas dan membunuh profesornya di hadapannya,
kata Dr. Sultan. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mereka memuntahkan ratusan peluru ke tubuh profesorku sambil berteriak
Allahuakbar! katanya. Pada detik itu, aku kehilangan imanku pada
tuhan mereka dan mulai mempertanyakan semua ajaran agama Islam. Itu
adalah titik balik dalam hidupku, dan ini pula yang mengantarkanku pada
posisiku yang sekarang. Aku harus pergi. Aku harus mencari tuhan yang
lain.
&lt;br /&gt;
 
&lt;br /&gt;Dia dan suaminya yang sekarang ganti nama dengan nama Amerika yakni
David, merencanakan untuk meninggalkan Syria dan pergi ke Amerika
Serikat. Visa2 mereka akhirnya ke luar di tahun 1989, dan suami istri
Sultan dan kedua anak mereka (sekarang anak mereka berjumlah tiga) lalu
tinggal dengan kawan2 mereka di Cerritos, California. Ini adalah daerah
perumahan makmur di tepi kota Los Angeles. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Setelah berganti-ganti pekerjaan dan kesusahan bahasa, Dr. Sultan
akhirnya menyelesaikan ijin kedokteran Amerika, dan yang belum selesai
tinggal program pasien rumah sakit yang diharapkannya bisa diselesaikan
dalam waktu setahun. David bekerja dengan mengusahakan bengkel peneliti
kadar polusi bagi kendaraan. Mereka beli sebuah rumah di daerah Los
Angeles dan memasukkan anak2 mereka ke sekolah2 umum. Sekarang mereka
semua adalah warga negara Amerika Serikat. &lt;br /&gt;
 
&lt;br /&gt;
TAPI bahkan setelah dia hidup nyaman sebagai warga kelas menengah di
Amerika, kemarahan Dr. Sultan tetap menyala di lubuk hatinya. Dia
menuliskan kemarahannya, pertama-tama untuk dirinya sendiri, dan lalu
untuk website reformasi Islam yang bernama Annaqed (Sang Pengritik)
yang dikelola oleh seorang imigran Syria di Phoenix, Arizona. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sebuah artikel penuh kemarahan yang ditulis Dr. Sultan tentang Muslim
Brotherhood menarik perhatian Al Jazeera, yang lalu mengundangnya untuk
berdebat dengan seorang imam Algeria di siaran TV bulan July lalu. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dalam perdebatan itu, Dr. Sultan mempertanyakan ajaran2 relijius Islam
yang mengakibatkan anak2 muda bunuh diri dalam nama Awloh. Mengapa
seorang anak muda Muslim, dalam puncak hidupnya, dengan masa depan
cerah di hadapannya, pergi dan meledakkan diri sendiri? dia bertanya.
Di negeri2 kita, agama merupakan satu2nya pendidikan dan dari satu2nya
mata air agama inilah para teroris minum untuk melegakan dahaganya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Kata2nya mengakibatkan banyak perdebatan di seluruh dunia dan
namanya mulai bermunculan di koran2 dan website2 Arab. Tapi
kemahsyurannya meledak setelah tampil di Al Jazeera lagi di tanggal 21
Februari di sebuah interview yang diterjemahkan dan disebarkan secara
luas oleh Middle East Media Research Institute, yang dikenal sebagai
Memri.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Memri melaporkan bahwa klip video Dr. Sultan telah ditonton lebih dari sejuta kali.  
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pertentangan yang kita saksikan di seluruh dunia bukanlah
pertentangan agama atau budaya,  kata Dr. Sultan. Ini adalah
pertentangan dua pihak berlawanan yang berasal dari era yang berbeda.
Ini adalah pertentangan antara mentalitas yang dimiliki Abad
Pertengahan lawan mentalitas Abad ke 21. Ini adalah pertentangan antara
kemajuan lawan keterbalikan, antara keberadaban lawan primitif, antara
barbarisme lawan rasionalisme.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dia berkata dia tidak lagi melaksanakan ajaran agama Islam. Aku adalah manusia sekuler,  katanya. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tamu lain dalam program interview ini yang diperkenalkan sebagai
profesor Mesir tentang studi agama, Dr. Ibrahim al-Khouli, bertanya,
Apakah kamu bidaah? Dia lalu berkata tidak ada gunanya menyangkal
atau mendebat Dr. Sultan, karena dia telah menghujat Islam, Muhammad
dan Quran.. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dr. Sultan berkata dia menganggap kata2 itu sebagai fatwa, kutukan
agama. Sejak saat itu, katanya, dia menerima banyak ancaman pembunuhan
di mesin penjawab telepon dan melalui e-mail &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Satu pesan berkata, Oh, kamu masih hidup ya? Tunggu aja nanti. Dia
menerima sebuah e-mail di hari lalu dalam bahasa Arab yang berkata,
Jika seseorang nanti membunuhmu, orang itu adalah saya. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dr. Sultan berkata bahwa ibunya yang masih tinggal di Syria ketakutan
untuk menghubunginya secara langsung dan hanya berani bicara melalui
saudara perempuannya yang hidup di Qatar. Dia berkata dia lebih
khawatir akan keselamatan anggota keluarganya di Amerika dan Syria
daripada akan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Aku tidak takut, katanya. Aku percaya akan pesan2ku. Rasanya seperti
melakukan perjalanan yang jauhnya sejuta mil dan kurasa yang terberat
adalah 10 mil pertama.&lt;/span&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Religion of peace (piss), </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T06:06:45Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=126</wfw:comment>
        <slash:comments>1</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=126</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/125-guid.html">
    <title>Homa Arjomand: Lindungilah Wanita dan Anak-anak dari Shariah</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/125-Homa-Arjomand-Lindungilah-Wanita-dan-Anak-anak-dari-Shariah.html</link>
    <description>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=272928#272928&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=272928#272928&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;By Jamie Glazov
&lt;br /&gt;
FrontPageMagazine.com | Wednesday, January 02, 2008 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.canadianchristianity.com/nationalupdates/graphics/050915homa.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;
&lt;br /&gt;
Homa Arjomand adalah Koordinator &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kampanye Internasional Melawan Pengadilan Shariah&lt;/span&gt; di Canada. Ia dianggap sbg Wanita Terkemuka Thn 2005 oleh Gazette Des Femmes dan thn 2006 menerima Hadiah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Toronto Humanist of the Year&lt;/span&gt; dan Humanist of The Year Award dari HAC (Humanist Association of Canada). 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Websitenya : &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.nosharia.com/&quot;&gt;http://www.nosharia.com/&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Arjomand:&lt;/span&gt; Saya lahir dan
dibesarkan di Iran. Pada usia 17, saya mulai aktivitas sosial dan
politik dgn siswa2 kedokteran yg menjadi pembangkang regim Islam. Saya
studi di UK dgn sponsor the National Iranian Oil Company dan kembali ke
Iran utk bekerja sbg guru di berbagai perguruan tinggi dan universitas.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Musim dingin 1989, saya lari dari Iran lewat pegunungan karena nyawa
saya teranyam oleh rejim Islam. Saya tinggal di Kanada sejak th 1990
dan menghadiri berbagai konferensi2 internasional ttg hak2 anak2,
wanita dan kaum gay. Saya diwawancara berbagai surat kabar di Eropa dan
Amerika membela sekularisme. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ketika UU Arbitrari Ontario mengijinkan kasus2 keluarga ditangani oleh
badan2 arbitrasi berdasarkan agama saya langsung membentuk &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;the International Campaign against Sharia Court in Canada&lt;/span&gt;
utk menentang pengadilan Shariah dan pembatasan2 Islam Politik terhdp
wanita dan anak2. Kini saya bekerja sbg penasehat bagi wanita2 yg
menghadapi kekerasan domestik. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dgn pengalaman hidup di Iran, saya melihat dari dekat aplikasi hukum
Shariah. Meningkatnya Islam Politik mendorong mundur gerakan pembebasan
hak wanita dan menurunkan standar masy dgn menghalalkan apartheid
berdasarkan jenis kelamin dan memberlakukan hukum kekeluargaan yg jelas
mendiskriminasi wanita dan anak2.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Hukum keluarga macam itu mengakibatkan banyak wanita dari masy2 Islam spt itu lari dan mengungsi ke Barat. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya melihat bgm dlm keluarga Muslim, seorang ayah akan mengirim
kembali puteri2nya ke negara asal mereka dan memaksa mereka utk menikah
pada usia yg sangat muda, walau mereka warga Kanada. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.canadianchristianity.com/nationalupdates/graphics/050915syed.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;
&lt;br /&gt;
Tgl 23 Oktober 2003, Syed Mumtaz Ali (foto atas), Presiden &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;the Canadian Society of Muslims&lt;/span&gt;,
meresmikan the Islamic Institute of Civil Justice. Katanya, sbg Muslim
tulen, kau harus menggunakan hukum Shariah bagi masalah2 hukum.
Pernytaan politik ini tidak hanya bernada memaksa tetapi juga sbg
ANCAMAN langsung bagi Muslim2 tulen yg lebih suka menggunakan hukum
Kanada. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dan sayangnya, Arbitration Act 1991 Kanada memberikan lampu hijau bagi
Islam Politik utk meluaskan cengkramannya atas kehidupan Muslim di
Kanada. Oleh karena itu kami merasa wajib utk mewanti2 rakyat Kanada
akan adanya ANCAMAN terhdp kebebasan mereka ini. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;Kami
sangat khawatir bahwa Islam Politik mencoba mengekspansi ke Kanada
lewat arbitrasi keluarga berdasarkan Shariah. Kami yakin bahwa
meningkatnya pengadilan Shariah di Kanada bukan hanya kebetulan. Ini
BAGIAN DARI SEBUAH GERAKAN GLOBAL.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kampanye kami dimulai di Toronto tgl 30 Oktober 2003 dgn selusin
pendukung namun kini kami merupakan koalisi 183 organisasi dari 14
negara dgn lebih dari 1000 aktivis yg menyumbang waktu dan keahlian
mereka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: darkblue;&quot;&gt;FP: Apa sifat rejim Islam di Iran ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Arjomand:&lt;/span&gt; Rejim Islam di Iran
adalah Islam dan didasarkan pada ideologi Islam. Sudah diketahui secara
luas bahwa sistim itu adalah anti kebebasan, anti wanita dan anti
sekularisme. Hukum2 brutalnya menantang modernisasi dan nilai2
progresif masy. Rejim ini dibangun atas prinsip2 teror, penyiksaan,
eksekusi di tempat dan perajaman. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;FP:&lt;/span&gt; Apa pendapat anda ttg Islam Politik. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Arjomand:&lt;/span&gt; Islam Politik adalah
sebuah gerakan yg sangat aktif dlm politik dan berniat membentuk negara
dan kekuasaannya sendiri. Segala hukum dan aturan budaya ditujukan utk
melayani kepentingan politik semata2. Gerakan ini bernafas diatas massa
manusia yg ditekan dan di-isolasi. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ini sebuah gerakan yg tidak ragu2 melakukan apa saja utk memukul mundur
oposisi dan mendapat pengakuan oleh negara2 Barat. Entah lewat
mengintimidasi rakyat lewat teror atau lewat jalur hukum. Gerakan ini
ingin memanfaatkan demokrasi Barat utk kepentingan mereka di Barat tapi
mereka juga sadar bahwa demokrasi tidak boleh diterapkan di negara2
Islam sendiri karena ini akan mengakibatkan pemberontakan rakyat secara
besar2an. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Di Iran, ada upaya utk menyelamatkan rejim Islam yg menyebarkan ide
bahwa Islam bisa menjadi moderat. Tapi REALITASnya sangat berbeda. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Utk mencapai kebutuhan sehari2, rakyat harus mencapai masy modern.
Wanita2 yg terdidik tidak mungkin diminta utk menanggalkan hak2 dasar
mereka dan membagi rumah mereka dgn wanita lain dan tunduk pada suami
mereka. Tidak mungkin memperlakukan wanita sbg warga kelas dua jika
mereka bekerja sbg manajer di perusahaan2 modern. Tidak mungkin lagi
menahan anak2 muda dari kemajuan internet dan teknologi sambil menuntut
agar mereka bertindak sbg anak2 madrasah. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Rakyat Iran sudah sadar. Kita tinggal tunggu tanggal mainnya saja. Kami
ikut membantu membawa pengaruh kebebasan dan sekularisme utk
menumbangkan rejim Islam Iran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T06:02:31Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=125</wfw:comment>
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=125</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/124-guid.html">
    <title>Mina Ahadi Menolak Islam</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/124-Mina-Ahadi-Menolak-Islam.html</link>
    <description>
    &lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=135082#135082&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=135082#135082&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mina Ahadi adalah ketua Organisasi Murtadin: &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.ex-muslime.de/&quot;&gt;http://www.ex-muslime.de/&lt;/a&gt; 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina adalah pendiri Kelompok International Menentang Hukuman Mati dan
Rajam, yang berhubungan dengan 200 organisasi dan kelompok2 individu di
seluruh dunia. Kelompok ini bertujuan untuk menghentikan praktek rajam
di dunia (Islam). &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina Ahadi lahir di Iran tahun 1956. Dia mulai aktivitas politiknya
ketika dia masih berusia 14 tahun dengan mendirikan kelompok2 diskusi,
perpustakaan, dan tampil di muka umum. Pada waktu Revolusi Iran di
tahun 1979, dia termasuk mahasiswa yang aktif dalam kegiatan politik.
Ketika Pemerintah Islam Iran terbentuk dan Khomeini mengeluarkan fatwa
yang memaksa Muslimah berjilbab, Mina tanpa ragu lagi menggalang
pertemuan2 dan demonstrasi2 melawan Pemerintah. Pidato umumnya yang
pertama dihadiri lebih dari 2.000 wanita di kota Tabriz dan tak lama
kemudian dia dikeluarkan dari universitasnya. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina dikejar-kejar antek Pemerintah dan harus bersembunyi. Setahun
kemudian rumahnya digerebeg dan suami dan kawan2nya ditahan. Mina
berhasil lolos sebab saat itu dia tidak berada di rumah. Suaminya lalu
dihukum mati dan Mina meninggalkan kotanya untuk melarikan diri ke
daerah Kurdistan di tahun 1980. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina tinggal di Kurdistan sambil terus berjuang melawan Republik Islam
Iran selama 10 tahun dan di tahun 1990 dia pergi ke Vienna (Wina,
Austria). Sejak itu Mina tetap tinggal di Eropa dan secara aktif
berjuang melawan Pemerintah Iran dan kesamaan hak2 wanita. Dia telah
jadi juru bicara utama berbagai pertemuan dan konferensi internasional
emansipasi wanita yang tak terhitung jumlahnya. Beberapa konferensi
utama antara lain adalah konferensi wanita internasional di Peking,
konferensi internasional hak azasi manusia di Vienna, kongres wanita
internasional di Cologne dan Wied. Dalam pertemuan ini, Mina
mengungkapkan masalah2 yang dihadapi Muslimah di negara2 Islam dan dia
menggalang kegiatan2 protest menentang negara2 itu. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina adalah juru bicara Kampanye Internasional untuk Memperjuangkan
Hak2 Wanita di Iran. Dia telah diundang kelompok Internasional Amnesty
beberapa kali untuk hadir di perkumpulan2 tahunan mereka. Mina
merupakan tokoh terkemuka dan dikenal dalam perjuangan emansipasi
wanita dan telah tampil dalam berbagai wawancara di berbagai koran dan
program TV terkemuka di Eropa.&lt;/span&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Pengakuan &amp; Kesaksian, </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T06:00:29Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=124</wfw:comment>
        <slash:comments>2</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=124</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/123-guid.html">
    <title>Kesaksian Nonie Darwish</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/123-Kesaksian-Nonie-Darwish.html</link>
    <description>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=96523#96523&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=96523#96523&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://ec1.images-amazon.com/images/P/1595230319.01._SS500_SCLZZZZZZZ_V38495932_.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang Mereka Menyebutku Kafir
&lt;br /&gt;
&lt;a class=&quot;postlink&quot; target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.nypost.com/seven/11192006/postopinion/opedcolumnists/dissent_crushed_opedcolumnists_adam_brodsky.htm&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;MENGAPA MUSLIM AS ENGGAN MENGUTARAKAN WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
November 19, 2006 -- Muslim sering dituduh tidak cukup menentang
terorisme. Nonie Darwish tahu alasannya: masyarakat Muslim mereka tidak
memperkenankannya. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Darwish berasal dari Mesir, lahir dan dibesarkan sebagai Muslim.
Beberapa waktu yang lalu, dia hampir saja bicara di hadapan para
mahasiswa di Universitas Brown tentang kebencian yang tidak masuk akal
dan sifat radikal yang diajarkan Islam padanya untuk membenci budaya
Mesir sendiri. Kelompok Yahudi di kampus itu yang bernama &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hilel&lt;/span&gt; mengundangnya untuk bicara di hadapan umum pada hari Kamis. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tapi acara ini kemudian dibatalkan. Para mahasiswa Muslim mengeluh
bahwa Darwish terlalu kontroversial. Mereka menuntut agar Darwish
dilarang bicara di atas panggung di Univ. Brown. Setelah ramai
berdebat, akhirnya kelompok Yahudi Hillel setuju untuk membatalkan
acara. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Anehnya: Tidak satupun orang yang mengecam ketika Univ. Brown
mengijinkan pengadaan acara anti-Israel berjudul &amp;quot;Palestinian
Solidarity Week (Minggu Solidaritas Palestina). Tapi Hillel berkata
bahwa pendapat2 Darwish tentang Islam membuat Persatuan Mahasiswa
Muslim merasa gerah, dan Hillel tidak mau merusak hubungan baik
dengan masyarakat Muslim. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Lebih jauh lagi, perkumpulan wanita Univ. Brown mengundurkan diri untuk
mensponsori acarat tersebut, meskipun mereka setuju atas pendapat
Darwish tentang perlakuan wanita (dalam dunia Islam). Kabarnya,
sebagian masalah adalah karena Darwish tidak berencana mengecam Israel
yang menembak wanita2 Arab yang digunakan para teroris sebagai perisai
manusia, atau tidak cukup mendukung para istri Arab Israel dari suami2
mereka. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dengan menutup telinga mereka dari ucapan2 Darwish, para mahasiswa
Muslim Univ. Brown sudah membuktikan perkataan Darwish sendiri: Muslim2
yang berusaha melakukan kritik membangun tentang Islam dengan cepat
diberangus oleh masyarakat Muslim itu sendiri. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Bicara tentang hak2 azasi manusi, hak2 wanita, persamaan hak atau
perdamaian dengan Israel merupakan hal yang tabu (terlarang) dan bisa
mendatangkan konsekuensi yang serius di dunia Arab, kata Darwish.
Untuk mengatasi hal ini, Darwish menerbitkan buku barunya yang berjudul
&amp;quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Now They Call Me Infidel: Why I Renounced Jihad for America, Israel, and the War on Terror&lt;/span&gt;&amp;quot; (Sekarang Mereka menyebutku Kafir: Mengapa Aku Menolak Jihad terhadap Amerika, Israel, dan Perang terhadap Teroris).
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Darwish berkata bahwa masyarakatnya sendiri di Timur Tengah dan Amerika
membenci kritik, bahkan dari pihak Muslim sendiri. Setelah kejadian
9/11, katanya, banyak orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Pengakuan &amp; Kesaksian, </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T05:57:48Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=123</wfw:comment>
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=123</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/122-guid.html">
    <title>Kesaksian Gulshan Esther</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/122-Kesaksian-Gulshan-Esther.html</link>
    <description>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=18082#18082&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=18082#18082&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan Esther - Wanita Pakistan kaya raya dari keluarga ternama, kena penyakit tipus - dan pincang akibat polio tetapi sembuh akibat mukjizat dan meninggalkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.amazon.com/gp/product/0875084737/ref=pd_sim_b_3/104-5099278 -7814324?%5Fencoding=UTF8&amp;amp;v=glance&amp;amp;n=283155&lt;br /&gt;________________&lt;br /&gt;Terjemahan dari buku Lamps of Candelabrum: Five Evangelical Mystics oleh David A.J. Seargent&lt;br /&gt;(catatan: buku ini berisi pengalaman rohani A.W. Tozer, Watchman Nee, Sadhu Sundar Singh, Gulshan Esther, dan Selwyn Hughes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan Esther lahir dengan nama asli Gulshan Fatima Shah di tahun 1952 dari keluarga Islam Shiite Pakistan yang saleh dan kaya. Dia berasal dari garis keturunan Sayed, yang merupakan keturunan langsung dari Fatima, anak Muhammad. Garis keturunan ini dipercaya sebagai anugerah untuk masuk surga. Tapi akses masuk surga ini bisa batal andaikata orang itu melakukan dosa besar seperti bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia enam bulan, Gulshan menderita penyakit tipus, dan setelah itu, polio, yang mengakibatkannya lumpuh berat. Bagian kiri tubuhnya lumpuh, dengan kedua kaki dan tangan menggantung dan tidak berfungsi. Seringkali pada masa kecilnya, ia melihat dengan iri anak2 lain yang bermain, loncat, dll, menyadari bahwa ia tidak akan bisa melakukan hal itu untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Golshen adalah pemimpin umat Muslim yang sangat dihormati. Dia menyekolahkan Gulshan in di sekolah Islam sejak usia muda. Gulshan tidak pernah lalai sembahyang lima kali sehari dan pada usia 7 tahun ia mulai mengenakan pakaian wanita Muslim. Ia merinding melihat cara berpakaian wanita Barat yang tidak menutupi kepala dan kaki mereka.&lt;br /&gt;Meskipun ia anak paling kecil dari lima bersaudara, ayah Gulshan selalu memberikan perhatian khusus untuknya karena kelumpuhan fisiknya. Dengan tidak mengecilkan rasa cinta pada anaknya, ayah Gulshan sebenarnya memberikan perhatian khusus ini juga demi menghormati keinginan almarhum ibu Gulshan yang memintanya untuk tidak menikah lagi (diperbolehkan dalam Quran) untuk merawat Gulshan. Ia dengan senang hati menerima dan melakukan permintaan ibu Gulshan dengan sekuat tenaga sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Gulshan selalu berharap ia bisa menemukan obat yang bisa menyembuhkan anak perempuannya. Tapi pencariannya di Pakistan tidak menghasilkan apapun. Karena putus asa, pada tahun 1966, ia membawa anaknya ke Inggris dengan keyakinan bahwa dokter2 Inggris mampu menyembuhkan Gulshan. Begitu besar rasa percayanya sehingga dia sudah merencanakan perjalanan ke Mekah dan Medinah untuk menyatakan terima kasih kepada Allah karena telah menyembuhkan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa percayanya yang besar itu kemudian sirna. Pada pemeriksaan oleh dokter di kamar hotel di London, dokter menyatakan bahwa Gulshan tidak punya harapan untuk bisa disembuhkan. Gulshan mengingat kejadian itu lagi di kemudian hari dan kala itu dia mendengar dokter berkata pada ayahnya,Tiada obat bagi putrimu, yang ada hanya doa. Waktu itu Gulshan heran bahwa orang kafir bisa berkata demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun dikatakan oleh orang kafir atau bukan, ayah Gulshan ternyata percaya akan hal itu. Dia lalu tetap dengan rencananya melakukan ibadah haji di Mekah, bukan untuk berterimakasih pada Tuhan seperti rencana semula, tapi untuk melakukan usaha penyembuhan anaknya. Semua usaha manusia sudah dicoba dan gagal. Sekarang waktu untuk (ucapan dia sendiri) mengetuk pintu surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Gulshan, ayahnya, dan kedua pembantunya pergi ke Mekah. Mereka diterima di Jeddah oleh seorang Sheikh, kawan ayah Gulshan dan pemilik tanah yang kaya raya. Mereka membuat rencana matang untuk menunaikan ibadah haji. Dua domba kurban dipesan untuk setiap orang agar doa mereka diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan duduk di atas kursi roda dan didorong menuju perkemahan haji. Lalu Gulshan diletakkan di atas usungan kayu dan diangkat oleh empat orang laki mengelilingi Kaabah. Gulshan bahkan diizinkan mencium batu hitam itu, dengan sangat yakin bakal sembuh karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ternyata Gulshan tidak sembuh jua, dia lalu dimandikan dengan air zam-zam, yang terkenal sebagai air suci yang bisa menyembuhkan, dan dia juga lalu mengunjungi makam Muhammad di Medina. Dia bahkan diberi izin khusus untuk berdoa di tempat itu minta disembuhkan. Karena belum juga sembuh, mereka lalu mengunjungi berbagai tempat suci Islam di Yerusalem dan Irak, tapi hasilnya tetap nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan perjalanan selama sebulan, mereka lalu pulang kembali ke Pakistan dengan rasa kecewa berat. Jika penunaian ibadah haji merupakan jalan ke surga seperti yang ayah Gulshan kira, maka pintu surganya ternyata tetap tidak dibukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, kelumpuhan Gulshan semakin meningkat. Bukan hanya tidak ada obat, tapi dia juga sekarang (seperti yang kemudian hari ia tulis) lumpuh secara jiwa dan raga dengan arti rasa putus asa benar2 sudah meliputinya. Segala usaha pertolongan dari manusia dan Illahi telah dicoba dan hasilnya nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh keluarga Sayed berduka dan dengan sia2 berusaha membangkitkan semangat Gulshan. Gulshan dengan setia tetap melakukan ibadahnya, tetapi semakin merasa putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dua tahun setelah perjalanan ke tanah suci, ayah Gulshan tiba2 meninggal karena radang paru2. Kejadian ini terlalu berat buat Gulshan dan beberapa kali dia berpikir serius untuk bunuh diri. Hanya berpikir untuk bunuh diri atau benar2 berbuat saja bisa2 membuat Gulshan tidak bisa masuk surga untuk bertemu dengan ayahnya nanti. Meskipun ingin bunuh diri sekalipun, ia juga tidak bisa melakukannya sebab tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan untuk menggantung diri, mengambil pisau, atau meminum racun. Gulshan berdoa kepada Allah untuk mengambil nyawanya. Dia tidak mengerti mengapa orang sebaik ayahnya yang berguna melayani masyarakat diambil nyawanya oleh Tuhan, sedangkan anaknya yang lumpuh dan tidak bisa apa2 dibiarkan hidup. Kenapa tidak dia saja yang mati? Benar2 tidak adil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masa kecilnya, Gulshan melakukan sembahyang pertama jam 3 pagi setiap hari. Tapi setelah kematian ayahnya, dia patah semangat dan merasa sukar menjalani kebiasaan sembahyangnya. Beberapa saat, dia hanya berbaring saja, sambil mendengarkan suara pelayannya yang menyiapkan kegiatan hari itu. Gulshan dipenuhi perasaan bahwa keberadaannya di dunia tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertamakali dalam hidupnya, Gulshan tidak mengucapkan ayat2 sembahyang yang seharusnya dalam bahasa Arab. Bahkan karena rasa putus asanya, dia hanya menangis pada Tuhan di dalam bahasanya sendiri (Urdu) dan berkata,Saya mau mati saja, tidak mau hidup lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, dia mengalami perasaan yang sama sekali baru. Meskipun tidak bisa dijelaskan, sepertinya ia merasa dalam sanubarinya bahwa ada keyakinan pasti tangisannya didengar. Dia sangat merasakannya. Seseorang mendengar tangisnya. Dengan pengetahuan dan keyakinan ini, muncul rasa berani dalam dirinya untuk melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah terlintas di benaknya. Dia seakan sadar bahwa yang mendengarnya adalah Tuhan, dan Gulshan sendiri berbicara sepertinya Dialah yang memegang kendali hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara yang sangat tidak Islami dalam mengahadapi Tuhan, Gulshan menantang Dia dengan pertanyaan,Dosa apa yang aku lakukan sehingga Engkau membuatku sesengsara ini? Sejenak setelah aku lahir, Kau ambil ibuku. Lalu aku lumpuh. Sekarang Kau ambil ayahku. Katakan padaku, mengapa Kau hukum aku seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ledakan pertanyaan ini, sunyi sejenak. Lalu terdengar suara lembut,Aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku akan tetap membuatmu hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari Gulshan menerangkan bahwa suaran itu sangat jelas terdengar, meskipun dia tidak bisa menjelaskan suara itu seperti apa. Dia mengumpakan suara seperti hembusan udara yang menembus melewatinya, tapi itu adalah komunikasi yang jelas sehingga dia juga bisa menerangkan bahwa suara itu berbahasa Urdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan suara itu tidak menyenangkan hati Gulshan. Dia tidak ingin mendengar Tuhan membiarkannya hidup. Ia ingin Tuhan mengambil nyawanya. Lalu ia berkata padaNya, Apa gunanya membiarkanku hidup? Saya lumpuh. Waktu ayah masih hidup, paling sedikit saya bisa membagi perasaan dengan dia. Sekarang dia telah pergi dan saya tidak punya harapan dan tiada guna hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu terdengar lagi, Siapa yang memberi mata pada orang buta? Siapa yang menyembuhkan orang sakit? Siapa yang menyembuhkan orang sakit kusta dan membangkitkan orang mati? Sayalah Yesus, anak Maria. Baca tentang Aku di dalam Quran mu, di Sura Maryam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam berikutnya, Gulshan meminta pelayannya memberinya bagian Quran yang berisi Sura Maryam. Tetapi ia merasa kesusahan membaca huruf Arab dan tidak begitu mengerti apa yang tertulis. Lalu terlintas pikiran untuk membaca Quran versi Urdu. Ini pikiran yang radikal buat Muslim sejati. Muslim percaya bahwa bahasa Arab adalah bahasa Surgawi dan Quran semestinya dimengerti melalui bahasa aslinya. Menerjemahkan Quran ke bahasa lain dianggap dapat menghilangkan sebagian maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, karena Gulshan berpikir bahwa Yesus bicara dengan dia dalam bahasa Urdu, Tuhan tentunya tidak keberatan dengan bahasa Urdu dan Quran versi Urdu semestinya diterima juga olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, Gulshan tidak pernah ingat pernah mendengar nama Yesus. Semestinya ia pernah mendengar nama itu sewaktu belajar Quran, tapi tentunya waktu itu nama tersebut tidak ada arti baginya. Tapi sekarang dengan membaca Sura Maryam untuk pertama kali dalam hidupnya dengan bahasanya sendiri ia bisa membaca:&lt;br /&gt;Malaikat bicara pada Maryam: Allah menganugerahkan FirmanNya bagimu. Namanya adalah Mesiah (Juru Selamat), Jesus anak Maryam. Dia akan dimuliakan di dunia dan di surga. Allah akan menyayangiNya. Dia akan berkhotbah untuk manusia dari tempat lahirnya (ayunan bayi) dan pada waktu dewasa dia akan memimpin hidup yang benar&lt;br /&gt;Selama tiga tahun Gulshan membaca bagian Quran tentang Yesus berulang-ulang, terutama pada malam hari setelah sembahyang terakhir di hari itu. Sekali dia tanya pada bibinya apakah dia tahu tentang Yesus. Bibinya dengan raut muka yang tidak suka bilang bahwa Yesus adalah nabi di Quran yang mencelikkan orang buta, menghidupkan orang mati, dan akan datang lagi ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang terjadi selama tiga tahun itu, tetapi Gulshan terus-menerus berdoa melalui ayat2 pendek itu. Ia mulai merasa punya harapan padahal sebelumnya ia putus asa sama sekali. Dia jadi yakin jika ada yang menyembuhkan, pasti Dia itu Yesus! Tapi dia juga mulai lelah menunggu dan mulai berdoa langsung pada Yesus. Gulshan menantangNya, jika Dia bisa menyembuhkan orang sakit kusta dan membangkitkan orang mati, apakah Dia akan menyembuhkannya? Gulshan bahwa mulai menambah sembahyangnya dengan kalimat O Yesus anak Maryam, sembuhkanlah aku. Dia mengulang kata2 ini setiap kali sembahyang dan bahkan juga sewaktu memegang satu persatu manik2 kalung doa yang dia beli dari Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, Gulshan bangun jam 3 pagi seperti biasa dan duduk di tempat tidurnya, siap untuk membaca, tapi diam2 dia mulai berdoa minta kesembuhan. Tiba2 dia berhenti berdoa. Beberapa pertanyaan timbul di kepalanya. Kenapa sampai sekarang dia belum juga disembuhkan? Apakah dia tidak berdoa pada Yesus dan tidak cukup membaca Sura Maryam itu? Kenapa Yesus memberinya harapan tapi lalu tidak melakukan apa2 padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu berkata dengan berani pada Yesus, Yesus, katanya, Saya tahu Engkau hidup. Engkau sudah bicara padaku. Tertera di Quran bahwa Engkau menyembuhkan orang sakit. Engkau dapat menyembuhkan aku tapi aku tetap saja lumpuh. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doanya dijawab dengan kesunyian.&lt;br /&gt;Sekali lagi dia menangis keras, Jika Engkau bisa, sembuhkan aku! Kalau tidak, katakan kenapa? Aku tidak bisa hidup seperti ini.&lt;br /&gt;Seketika ruangan dipenuhi lautan cahaya. Pertama-tama, Gulshan berpikir bahwa ini pasti cahaya yang datang dari lampu bacanya, tapi lampu itu jauh terlalu redup. Pikirnya, mungkin lampu dari luar dinyalakan oleh tukang kebun untuk menakuti pencuri mangga atau, mungkin, tukang kebun itu menyiram tanaman di pagi buta. Tapi semua pintu dan gorden tertutup dan tidak ada cahaya luar yang bisa masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, Gulshan mulai takut dan bersembunyi di bawah selendangnya. Tapi sesuatu membuatnya terus melihat cahaya yang terus-menerus bertambah terang sampai lebih terang dari cahaya di siang hari. Perlahan, tidak jauh dari tempat tidurnya, di tengah2 cahaya tampak 13 sosok manusia yang semakin jelas. 12 orang berdiri berbaris, tapi yang ke-13 (di tengah2) tampak lebih besar dan bersinar lebih terang dibandingkan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Gulshan gemetar ketakutan dan berdoa pada Tuhan untuk memberitahu siapa orang2 ini dan bagaimana mereka bisa masuk kamarnya padahal semua pintu dan jendela ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu pula Orang yang berdiri di tengah berkata. Bangun,  perintahNya. Inilah jalan yang telah kaucari. Akulah Yesus, anak Maryam, kepada siapa engkau berdoa dan sekarang Aku berdiri di depanmu. Bangun dan kemarilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan mulai menangis dan protes bahwa dia terlalu lumpuh untuk menuruti perintahNya. Tapi Dia mengulangi perintahNya dan sekali lagi mengatakan bahwa Dia itu Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan masih ragu dan Dia mengatakan kalimatNya untuk kedua kalinya  lalu ketigakalinya pada waktu Gulshan belum juga bereaksi. Pelan2 Gulshan mulai merasakan kekuatan baru mengalir di anggota2 tubuhnya yang lumpuh. Dia meletakkan satu kakinya di lantai dan berdiri. Lalu, ajaib, dia lari dan bersimpuh di hadapan kakiNya. Gulshan merasa mandi cahaya yang termurni seakan matahari dan bulan bersama-sama menyinarinya. Cahaya itu tampaknya menembus hatinya, menampakkan banyak hal pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus meletakkan tanganNya di kepala Gulshan, dan pada saat itu pula, ia melihat ada lubang di tanganNya dan melalui lubang ini cahaya menembus dan menyinari gaun tidurnya yang berwarna hijau sedemikian terangnya sampai gaun itu tampak putih. Dia berkata, Akulah Yesus. Akulah Immanuel. Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Aku hidup dan sebentar lagi Aku datang. Mulai hari ini, engkau jadi saksiKu. Apa yang kau lihat sekarang dengan matamu dan kau dengar dengan telingamu harus kau sampaikan pada umatKu. Mulai sekarang engkau harus menjaga jubah dan badanmu tetap tanpa noda. Kemanapun kau pergi, Aku akan menyertaimu dan mulai hari ini engkau harus berdoa seperti ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengajarinya doa yang kita kenal sebagai Doa Bapa Kami. Tentu saja Gulshan belum pernah mendengar doa ini, dan tidak tahu tentang doa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Gulshan melihat kaki dan tangannya, tampak di situ ada daging. Tapi tangannya, meskipun punya tenaga dan tidak layu sama sekali, tetap terasa kurang sempurna. Waktu dia bertanya tentang ini pada Yesus, Ia menjawab dengan lembut bahwa ia harus menjadi saksiNya. Sisa2 kelumpuhan pada tubuhnya untuk menunjukkan pada orang yang tidak percaya bahwa kesembuhan telah terjadi di bagian tubuh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, penampakan Illahi pun berangsur hilang, tapi mata Gulshan yang telah terterpa sinar yang begitu dahsyat masih terasa sakit bahkan untuk melihat lampu bacanya yang redup. Dia meraba dan membuka laci mejanya dan menemukan kacamata gelap yang biasa dipakainya di kebun. Setelah dipakai, dia bisa membuka matanya dengan enak.&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa penampakan Illahi itu (meskipun tidak bisa dibuktikan) bukanlah khayalan pribadi Gulshan. Kita diingatkan tentang perjalanan Paulus ke Damaskus dan Sundar Singh dan pada kenyataan bahwa mereka berdua mengalami penampakan Illahi akan Yesus yang berbeda dengan Gulshan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah jam 4 pagi. Satu jam sudah berlalu setelah Gulshan bangun tidur. Dipenuhi rasa syukur yang tidak pernah dialaminya selama 19 tahun masa hidupnya, ia tidak bisa tidak berjalan-jalan mengelilingi kamar tidurnya sambil memuji Tuhan. Bibinya yang mendengar langkah kaki di kamarnya menuduhnya berbohong waktu Gulshan berkata bahwa dialah yang berjalan-jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan berkata, Datang ke sini dan lihat sendiri!&lt;br /&gt;Seluruh rumah heran sekali melihat apa yang terjadi. Orang2 dari daerah sekitar atau jauh datang melihat sendiri keajaiban ini.&lt;br /&gt;Penglihatan rohani akan Yesus terjadi lagi. Melalui penglihatan ini, Yesus menyuruhnya untuk memiliki Kitab Perjanjian Baru (KPB). Dia diberitahu tentang hamba Tuhan dan bahkan diberi petunjuk di mana orang ini berada. Orang ini, menurut penglihatan itu, bisa memberinya sebuah KPB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengikuti petunjuk itu, dia menemukan hamba Tuhan ini yang ternyata seorang Mayor Bala Keselamatan (Salvation Army) dan juga punya beberapa buah KPB. Dengan sedikit ragu, dia memberi sebuah KPG untuk Gulshan dan membantunya mengambil langkah pertama dalam kehidupan spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan telah membaktikan dirinya kepada Yesus sebagai Juru Selamatnya dan bukan hanya sebagai Penyembuh. Karena itu, ia berangsur-angsur yakin bahwa dia harus mengumumkan kenyataan ini melalui baptis.&lt;br /&gt;Bala Keselamatan biasanya tidak menerima sakramen baptis dalam bentuk seutuhnya. Mereka melihat baptis sebagai di pengalaman dalam jiwa dan rohani ketika orang memberikan hidup pada Yesus. Tapi Gulshan bertambah yakin pengalaman di dalam bathin (setidaknya dalam kasusnya) ini harus juga dinyatakan di luar (jasmani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bala Keselamatan takut kalau tindakan di luar ini bisa menimbulkan bahaya. Ini bukan lagi masalah keTuhanan semata. Hamba Tuhan (Mayor) ini memberitahu Gulshan secara jelas bahwa dibaptis secara jasmani akan sangat berbahaya baginya. Mayor bilang Gulshan mungkin tidak akan pernah bisa kembali ke rumahnya lagi dan bahkan bisa dibunuh. Bahkan keluarga yang sangat menyayangi seperti keluarganya sekalipun bisa berubah sama sekali jika mereka melihat satu anggota keluarganya berpaling dari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Gulshan sudah melihat kemungkinan terjadinya badai keluarga. Dia berkata bahwa Gulshan bisa memberikan apapun yang Yesus minta, selama dia tidak meninggalkan negerinya dan agamanya. Pada prinsipnya, paman itu berkata Gulshan bisa memberikan apapun yang Yesus minta, asalkan jangan dirinya sendiri. Inilah tindakan yang Yesus inginkan dari setiap pengikutNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak laki Gulshan yang bernama Safdar Shah berkata bahwa demi kepentingan Islam, dia atau anggota keluarga lain bisa membunuhnya, dan hal itu diizinkan dalam Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, Gulshan merasa dia tidak bisa menjadi saksi yang efektif bagi Yesus Kristus jika dia tidak mengumumkan imannya. Dia berkata pada Mayor, jika itu memang kehendak Tuhan, dia siap untuk mati demi Kristus daripada harus hidup tanpa Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, Mayor mengatur agar Gulshan pergi dengan istrinya ke sebuah rumah di Jalan Karachi. Rumah ini milik Pendeta dan Nyonya Aslam Khan. Pasangan ini punya pelayanan khusus bagi orang Islam yang berganti agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslam Khan membaptis Gulshan dan ini otomatis memisahkannya dari keluarganya. Pasangan Khan menerima Gulshan di rumah mereka. Awalnya, hubungan Gulshan dengan Ny. Khan kurang baik. Gulshan harus membantu melakukan pekerjaan rumah tangga  sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Tapi dengan contoh dari KPB waktu Yesus membasuh kaki2 murid2Nya, Gulshan dapat memperbaiki diri dan hubungan dengan Ny. Khan membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada masalah lain seperti cara pandang yang berbeda dengan Ny. Khan. Segera setelah dibaptis, Gulshan dipenuhi keinginan untuk pergi ke luar dan memberitakan dunia apa yang terjadi pada dirinya. Tapi Pendeta Khan tidak setuju. Menurutnya, Gulshan cukup bersaksi melalui perbuatan and tidak dengan mulutnya. Dia tampaknya yakin bahwa penyebaran iman Gulshan dilakukan di dalam rumah saja. Mayor lalu memberi pekerjaan buat Gulshan untuk bekerja sebagai pengurus di sekolah bagi orang buta. Anehnya, pasangan Khan tidak mencoba mengetahui bagaimana Gulshan menerima Yesus dan tidak pula belajar dari pengalaman rohaninya sampai tahun2 berikutnya di mana Gulshan sudah menjadi penginjil yang terkenal. Mungkin karena pengalaman awal yang kurang menyenangkan, pasangan Khan lebih tertarik pada ketulusan hati Gulshan sewaktu hidup di Jalan Karachi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah diduga Mayor, dan Gulshan sendiri sudah tahu pasti, hampir seluruh keluarganya menolaknya, meskipun beberapa anggota keluarga bisa bertoleransi. Di suatu kejadian, keponakannya mengundang Gulshan untuk datang di perkawinannya. Gulshan ragu2 menyempatkan diri untuk datang di tengah2 kegiatannya yang sibuk. Pengalamannya ternyata tidak enak karena beberapa anggota keluarga menuduhnya gila dan bahkan memutuskan hubungan keluarga. Setelah pesta selesai, tidak seorang pun mau memberi tumpangan kendaraan ke stasiun bis kota, padahal sudah mulai malam. Sanak keluarganya berkata, Kami tidak mau kau mengotori mobil kami. Mereka bilang, Minta diantar saja sama Yesus-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang kemudian dilakukan Gulshan. Seketika itu juga, dia merasakan kehadiran Tuhan di sekelilingnya dan membuatnya merasa aman di tempat yang gelap dan sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2, dia mendengar suara motor riksaw (becak Pakistan) di belakangnya. Gulshan meminta becak itu berhenti dan minta diantar ke stasiun bis kota. Tukang becaknya menganggukkan kepala dan mereka lalu meluncur ke jalan raya, melampaui jarak 15 mil dengan kecepatan yang memecahkan rekord. Sewaktu tiba, tukang becak mengangkut kopernya ke Jalur Bis Angkutan Watan dan meletakkannya di bawah tempat duduk di salah satu bis. Gulshan tidak pernah melihat muka tukang becak itu sebab tampaknya mukanya ditutupi topi dan dia berpakaian panjang warna coklat. Ketika Gulshan mau bayar, tukang becak itu menggelengkan kepalanya dan berkata Tuhan telah mengirim dia untuk menolong Gulshan dan dia berharap Gulshan bisa pergi dengan rasa damai. Gulshan berhasil mengintip mata tukang becak itu, yang, katanya, bersinar sangat terang sehingga sinar itu menutupi mukanya. Ketika tukang becak itu membalikkan tubuh dan pakaian panjangnya, Gulshan melihat nama Petrus dalam bentuk huruf2 yang bercahaya di tangannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Yesus pada Gulshan adalah agar dia pergi ke umat Tuhan, tapi dia tidak begitu tahu siapakah umat Tuhan itu. Suatu hari, ketika dia sedang berdoa, dia melihat ke atas dan melihat sebuah pilar berkabut yang berdiri dari lantai ke langit2 kamarnya. Yesus berdiri di dalam kabut itu dan memanggil dia untuk datang padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus lalu meletakkan tanganNya ke atas kepala Gulshan dan dia merasa tubuhnya naik ke atas seakan melayang di angkasa. Dia menutup matanya dan setelah membuka lagi, dia ternyata berada di daerah terbuka yang tak terbatas. Terasa nyaman dan hijau dan figur orang2 tampak dengan jarak yang berbeda-beda dari dirinya. Semua figur itu mengenakan mahkota di kepalanya dan berpakaian sangat terang yang menyilaukan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara musik yang merdu terdengar mengalun dan orang2 menyanyikan Suci dan Puji Tuhan, kata2 yang (pada saat itu) sangat asing buat Gulshan. Orang2 tersebut semuanya memandang Yesus dan berkata, Dialah domba yang dipersembahkan. Dia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Yesus mengatakan pada Gulshan bahwa merekalah umatNya, dan mereka bicara benar dan mereka tahu bagaimana berdoa sebab mereka percaya pada Anak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan lalu menyadari bahwa umatNya adalah orang Kristen dan dia yakin kepada merekalah dia harus menyampaikan pesanNya. Dia harus bersaksi tentang apa yang Yesus lakukan pada dirinya dan mengatakan pada umatNya bahwa Yesus itu hidup dan akan segera datang lagi.&lt;br /&gt;Gulshan ingin segera meneriakkan pesan ini ke seluruh dunia. Tapi, pertama-tama, dia harus menjalani beberapa latihan penting, meskipun latihan ini tampaknya membelokkannya dari tujuan semula. Pekerjaan pertamanya di sekolah buta melatihnya untuk terus bersyukur di dalam masa sukar dan penderitaan. Anak2 muda buta di sekolah itu tidak menghabiskan waktu mereka dengan mengeluh, tapi mencari kualitas diri yang tadinya tidak mereka temukan dan dengan ini mereka mencari kebahagiaan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Gulshan selanjutnya adalah menjadi wartawan majalah mingguan. Meskipun pekerjaan ini sangat berbeda dengan panggilan Illahinya, tapi pekerjaan ini mengajarnya bagaimana mewawancarai dan merekam dengan seksama. Kemampuan ini nantinya sangat berguna sewaktu dia menulis buku2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir tahun 1975, dia menerima undangan pertama untuk bicara di Foreman Christian College di Lahore. Setelah itu mulailah perjalanannya ke segala penjuru Pakistan untuk mengunjungi kelompok2 tertentu dan memimpin kelas2 Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan September 1982, dia berangkat ke Inggris. Ini merupakan bagian awal penginjilan internasional ke Eropa dan Kanada. Dia bicara di radio, merekam kesaksiannya dalam tape dan akhirnya menulis dua buku. Ribuan orang sekarang telah mendengar dan membaca kisahnya. Tak terhitung jumlah umat Kristen yang dikuatkan imannya dan banyak Muslim yang mempertanyakan iman mereka. Banyak orang yang menemukan Yesus untuk pertama kali dalam hidupnya. Yang lain banyak yang menyerahkan diri kembali pada Yesus. Tak terhitung jumlah yang menerima kesembuhan jasmani, meskipun Gulshan tidak pernah ingin dikenal sebagai penyembuh, atau bahkan mempromosikan Yesus sebagai Penyembuh. Baginya, yang pertama dan merupakan kebutuhan yang terpenting adalah Keselamatan. Dan ini berarti menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang hidup dan yang akan datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua tahun berikutnya, dia kembali ke Pakistan. Di sini dia menjadi lumpuh lagi. Kali ini dia mengalami stroke yang mengakibatkannya harus berbaring di tempat tidur untuk sementara waktu. Kejadian ini dipakai kakak lakinya sebagai kesempatan untuk mencobanya kembali ke Islam, tapi Gulshan menolak pandangan kakaknya bahwa Yesus pasti sudah meninggalkannya. Gulshan mengerti lebih baik dan bahkan menyadari bahwa keadaan sakitnya saat itupun dipakai untuk memuliakan namaNya. Karena Gulshan tetap tidak mau berubah iman, kakak laki2nya memutuskan segala sisa hubungan persaudaraan yang masih ada. Sebagai tanda sayang dan peduli, ia menyelipkan sejumlah uang di bawah bantal Gulshan sebelum dia pergi meninggalkan kamar dan hidup Gulshan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gulshan tadinya berharap untuk tetap tinggal di Pakistan seumur hidupnya. Tapi di awal tahun 1985, dia kembali lagi ke Inggris memakai kursi roda, sama seperti 19 tahun pertama hidupnya. Kali ini tidak ada kesembuhan tiba2. Tapi kenyataan bahwa dia sampai saat itu masih hidup pun sudah dapat dianggap ajaib sebab para dokter di Pakistan setahun sebelumnya bilang bahwa dia tidak punya harapan hidup lagi. Tak lama setelah itu, Gulshan mengganti kursi rodanya dengan tongkat sebelum akhirnya tidak memakai pertolongan apapun untuk berjalan. Kekuatannya secara perlahan kembali dan sekali lagi dia berpergian ke seluruh dunia dan bicara di muka umum tentang perjumpaan Illahinya yang luar biasa. &lt;br /&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T05:53:32Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=122</wfw:comment>
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=122</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/121-guid.html">
    <title>Hadis: Ijin Perkosa Wanita di Hadapan Suaminya</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/121-Hadis-Ijin-Perkosa-Wanita-di-Hadapan-Suaminya.html</link>
    <description>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=21901&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=21901&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;Hadis Abu Dawud (2150):
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: darkblue;&quot;&gt;&amp;quot;The Apostle of Allah (may peace be upon
him) sent a military expedition to Awtas on the occasion of the battle
of Hunain. They met their enemy and fought with them. They defeated
them and took them captives. Some of the Companions of the Apostle of
Allah (may peace be upon him) were reluctant to have intercourse with
the female captives in the presence of their husbands who were
unbelievers. So Allah, the Exalted, sent down the Quranic verse: (Sura
4:24) &#039;And all married women (are forbidden) unto you save those
(captives) whom your right hands possess.&#039;&amp;quot;&lt;/span&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;terjemahan&lt;/span&gt;: 
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: darkblue;&quot;&gt;Rasul allah mengutus ekspedisi militer
ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan
bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka
sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks
dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka allah
mengirimkan ayat quran sura 4:24. &amp;quot;Dan (diharamkan) bagimu kecuali
mereka (tawanan) yang kamu miliki.&amp;quot;&lt;/span&gt; 
&lt;br /&gt;
Bayangin, para Muslim itu ragu untuk memperkosa wanita di hadapan suami mereka, tapi Allah malah mengijinkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Religion of peace (piss), </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T05:32:57Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=121</wfw:comment>
        <slash:comments>5</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=121</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/120-guid.html">
    <title>Ayah Menghancurkan Kepala Putrinya Karena Murtad</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/120-Ayah-Menghancurkan-Kepala-Putrinya-Karena-Murtad.html</link>
    <description>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=28660&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=28660&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;28 Agustus 28 2008, beberapa hari sebelum ultah ke 21-nya, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Rana Riad Muhammad Siwahra&lt;/span&gt;, istri dan ibu dua bocah perempuan (usia 3 &amp;amp; 5) dibunuh oleh ayahnya sendiri. Setelah &lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;menikamnya dgn pisau sebanyak 5 kali di perut dan dadanya, sang ayah menghancurkan kepalanya dgn sebuah batu besar&lt;/span&gt;. Setelah itu, ia mencuci tangannya dan berangkat ke pasar, dimana ia ditahan polisi. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Pers Yordania menyebut alasan pembunuhan itu sbg : &amp;quot;tidak jelas, dan
mengasumsi adanya ketidakcocokan dan bahwa sang suami kemungkinan
membunuh istrinya karena kalap. Islam, ridda (murtad) dan honor
killing sama sekali tidak disinggung sbg alasannya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sang suami yg kehilangan istrinya, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sultan Muhammad Siwahra&lt;/span&gt;, sempat diwawancarai program satelit Arab, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sual Jari &lt;/span&gt;(Pertanyaan Berani), bersikeras bahwa &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;istrinya dibunuh karena Islam dan budaya yg dihasilkannya. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sual Jari disiarkan lewat Qanat al-Haya (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Channel of Life atau Life TV&lt;/span&gt;),
yg juga menyiarkan show2 pendeta yg berani mengritik Islam dan jago
memurtadkan Muslim, Bpk Zakaria Botros, dan berdedikasi mengekspose
aspek2 problematik Islam dan berita2 seram yg dihasilkan islam setiap
hari. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Acara yg disiarkan dan dibawakan oleh murtadin2 dari Islam yg
kesemuanya hidup bersembunyi ini adalah program satelit Arab yg paling
populer. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Menurut Sultan, saat ia masih remaja, ia dibujuk agar memenuhi
panggilan jihad utk berangkat ke Iraq, memerangi kafir2 AS dan masuk
surga Islami yg aduhai. Katanya, salah satu motivasinya yg paling besar
utk berjihad, katanya, adalah &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;JANJI ke 72 PERAWAN DI SURGA&lt;/span&gt;.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Singkatnya, ia kemudian murtad dan masuk Kristen. Ke&lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;tika
keluarganya tahu, ia dibuang dari keluarganya, mereka menyerang
rumahnya, menjemput istrinya (karena menurut syariah, muslimah dilarang
kawin dgn kafir), dan menyatakan batal perkawinannya dgn Rana
(istrinya). Ia terpaksa melarikan diri dan bersembunyi di Syria.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Selama di pengasingan, paman Rana, yg kebetulan juga bernama &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Jihad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;membujuk Sultan agar kembali ke Islam&lt;/span&gt;
(kalaupun hanya diluar saja) agar ia bisa bereuni kembali dgn istri dan
kedua puterinya dan bahwa tidak seorangpun akan membunuhnya. Sang paman
juga mengungkapkan bahwa nama dan fotonya disiarkan lewat situs2
internet Islam dan ada hadiah atas kepalanya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sultan mengungkapkan bahwa saat ia bersembunyi di Syria,
keluarganya dan keluarga istrinya menelponnya dan merengek2 agar ia
pulang saja. Akhirya ia pulang juga, TAPI ia disambut dgn dingin oleh
keluarganya sendiri. Tantenya malah bertanya kpd seorang mufti apakah
Islam mengijinkannya menyapa seorang murtadin macam Sultan. SI mufti
mengatakan &#039;TIDAK,&#039; dan oleh karena itu sang tante menolak menerimanya.
Ia juga mengetahui bahwa sejumlah anggota keluarga Rana memberi info
kpd sheik2 setempat agar bisa membunuhnya. Terpaksa Sultan melarikan
diri lagi. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sementara itu, Rana dan kedua puterinya disekap dlm rumah ayahnya dan
dilarang bertemu dgn suaminya, karena itu sama saja dgn perzinahan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Rana akhirnya melarikan diri ke tempat persembunyian Sultan dan
keduanya merencanakan utk melarikan diri dari Yordania dan tinggal di
negara lain. Rana juga mengatakan kpdnya bahwa ia sudah siap utk murtad
dan bergabung dgn agama baru suaminya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Singkat cerita, begitu ayahnya mengetahui rencananya utk kabur dan
murtad, ia membunuh puterinya dgn tikaman pisau dan menghancurkan
kepalanya dgn sebuah batu besar. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
TV Sual Jari juga menyiarkan sebuah rekaman pembicaraaan antara 
&lt;br /&gt;
Sultan dan &lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;keluarga istrinya yg
justru menyalahkan Sultan, dan bukan sang ayah yg membunuh puterinya.
Sang paman, Jihad, mengatakan kpdnya, Ini semua, salah KAMU!
sementara ibu Rana terdengar di latar belakang meneriakkan hinaan spt
Dasar anak LONTE, kau (You son of bitch! dan ANJING KRISTEN NAJIS!&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kini, Sultan masih hidup dlm persembunyian. Puteri2nya dibesarkan oleh
ayahnya yg tidak lagi mau mengakui puteranya/ayah mereka. Dan, walau
keluarga itu masih mencoba membujuknya utk kembali ke Islam, kini
MEREKA juga ikut DIMUSUHI masyarakat sekeliling karena memiliki seorang
anggota keluarga yg berani murtad sama saja dgn membawa aib bagi
komunitas. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ironisnya, Sultan mengatakan bahwa &lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;kematian
istrinya ditangan ayahnya sendiri justru memperkuat kepercayaannya
bahwa Islam = busuk. Katanya: Agama macam apa sampai mendorong seorang
ayah membunuh puterinya sendiri ?! Iapun tidak menyalahkan sang
pembunuh. Katanya &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ia lelaki baik hati, tapi AGAMANYA yg MENGINSTRUKSIKANNYA utk MEMBUNUH PUTERINYA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Religion of peace (piss), </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-16T05:31:38Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=120</wfw:comment>
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=120</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/119-guid.html">
    <title>Mana yang Lebih Berhala?</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/119-Mana-yang-Lebih-Berhala.html</link>
    <description>
    
&lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=11000&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=11000&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana Yang Lebih Berhala, Kuil Shao Lin Shi atau Kuil Kabah ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdefinisi, kuil itu adalah tempat pemujaan. Konsekuensinya, Kabah&lt;br /&gt;juga merupakan tempat pemujaan sehingga seharusnya dinamakan juga&lt;br /&gt;Kuil. Namun umat Islam menolak menamakan Kabah sebagai kuil karena&lt;br /&gt;dalam Islam, kuil itu diidentikkan sama sebagai tempat pemujaan&lt;br /&gt;berhala. Karena Allah dianggap bukan berhala, maka Kabah juga&lt;br /&gt;dianggap bukan kuil. Namun secara arti bahasa berhala itu sendiri&lt;br /&gt;didefinisikan sebagai object utama yang dijadikan pusat pemujaan&lt;br /&gt;sehingga Allah itu juga adalah berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu aku masih anak2, guru2 agama Islamku selalu menekankan bahwa&lt;br /&gt;Islam itu adalah agama Tauhid yang artinya agama yang cuma menyembah&lt;br /&gt;satu Allah bukan banyak illah seperti agama lain yang menyembah banyak&lt;br /&gt;illah atau dewa2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah aku berkenalan dengan banyak umat lainnya seperti umat&lt;br /&gt;Buddha, aku bertanya apakah agama mereka itu agama Tauhid??? ternyata&lt;br /&gt;temanku yang umat Buddha ter-heran2, mereka sama sekali tidak mengerti&lt;br /&gt;maksudnya meskipun aku menjelaskannya ber-ulang2 sehingga akhirnya&lt;br /&gt;daripada berdebat kosong tanpa arah, aku tanya langsung saja&lt;br /&gt;kepadanya, ada berapa Tuhan yang disembah mereka???? Jawabannya&lt;br /&gt;jelas, agama Buddha tidak mengenal Tuhan sehingga juga tidak menyembah&lt;br /&gt;Tuhan. Jadi dalam Buddha itu Tuhan itu bukan satu, tapi juga bukan&lt;br /&gt;banyak karena memang tidak dikenal adanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah aku belajar hal2 baru dimana pengetahuan umat Islam dizaman&lt;br /&gt;Muhammad sekalipun tertinggal jauh dibelakang, mereka hanya mengenal&lt;br /&gt;agama ada dua macam yaitu politheisme yang menyembah banyak tuhan, dan&lt;br /&gt;monotheisme yang menyembah satu tuhan. Tak ada terpikir oleh umat&lt;br /&gt;Islam waktu itu bahwa ada agama yang tidak menyembah tuhan satu&lt;br /&gt;ataupun tuhan yang banyak karena mereka memang tidak menyembah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, kalo berhala diartikan menyembah satu tuhan atau banyak&lt;br /&gt;tuhan....... MAKA AGAMA BUDDHA TIDAK MENYEMBAH BERHALA KARENA MEREKA&lt;br /&gt;TIDAK MENYEMBAH TUHAN SATU ATAU TUHAN BANYAK, MEREKA TIDAK PERCAYA&lt;br /&gt;ADANYA TUHAN SEHINGGA WAJAR TIDAK MERASA PERLU MENYEMBAH TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dalam Islam aku cuma berdebat kusir hanya untuk masalah istilah&lt;br /&gt;berhala yang cuma ber-putar2 membedakan arti untuk hal yang sama.&lt;br /&gt;Pernah aku berdebat dengan umat Buddha, aku bilang bahwa menyembah&lt;br /&gt;patung Buddha itu adalah bukti menyembah berhala. Lalu umat buddha&lt;br /&gt;bilang, kapan pernah ada umat Buddha menyembah patung Buddha???&lt;br /&gt;Patung Buddha itu tidak pernah disembah, karena patung Buddha itu&lt;br /&gt;hanyalah simbolisme yang tidak pernah disucikan seperti umat Islam&lt;br /&gt;mensucikan Kabahnya. Setiap orang bebas untuk membuat patung2 Buddha&lt;br /&gt;sesuai versi angan2 masing2 umatnya saja karena memang patung2 Buddha&lt;br /&gt;yang cuma simbol itu bukanlah object untuk disembah ataupun disucikan.&lt;br /&gt;Beda dengan kabah yang harus disucikan dijadikan pusat penyembahan,&lt;br /&gt;tidak boleh dibuat tiruannya, hanya ada satu kabah yang dijadikan&lt;br /&gt;pusat arah penyembahan semua umat. Kenyataannya, memang Kabah itu&lt;br /&gt;cuma satu, tidak boleh dibuat Kabah tiruannya sebagai simbolisme&lt;br /&gt;ditempat lainnya. Apakah di Indonesia ada kabah??? Jelas tidak ada&lt;br /&gt;dan juga tidak boleh dibangun karena harus disucikan cuma satu kabah&lt;br /&gt;sebagai rumah Allah di Mekkah. Sangat2 berbeda dengan patung2 Buddha,&lt;br /&gt;setiap orang bebas menciptakan patung Buddha dengan posisi macem2 yang&lt;br /&gt;tidak ada aturannya karena memang patung2 Buddha hanyalah simbol yang&lt;br /&gt;tidak perlu disembah ataupun disucikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa Tuhan yang disembah umat Buddha ??? Jelas tidak ada,&lt;br /&gt;karena umat Buddha bukan menyembah Yesus, dan juga tidak menyembah&lt;br /&gt;Allah. Buddha tidak memiliki banyak Tuhan, dan juga tidak memiliki&lt;br /&gt;satu Tuhan, bahkan Buddha tidak memiliki Tuhan sama sekali karena&lt;br /&gt;memang agama Buddha yang dituduh oleh umat Islam selama ini dianggap&lt;br /&gt;sebagai agama penyembah berhala padahal tidak dikenal berhala dalam&lt;br /&gt;agama Buddha itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, memang Kabah adalah berhala yang disembah umat Islam&lt;br /&gt;karena Kabah dijadikan satu2nya pusat yang disucikan, disembah sebagai&lt;br /&gt;rumah Allah. Bahkan salah satu rukun wajib adalah bersujut dimuka&lt;br /&gt;kabah dalam naik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuil Shao Lin Shi jelas lebih terkenal didunia katimbang kabah karena&lt;br /&gt;kuil Shao Lin Shi merupakan sejarah masa lalu sehubungan dengan&lt;br /&gt;dijadikannya kuil ini sebagai pusat latihan ilmu silat atau Kung fu&lt;br /&gt;oleh pendekar2 China yang membela kebenaran, melindungi si lemah, dan&lt;br /&gt;menumpas kejahatan. Akibatnya Kuil Buddha ini menjadi terkenal dan&lt;br /&gt;dikenal oleh semua umat manusia apapun agamanya. Sebaliknya Kuil&lt;br /&gt;Kabah hanya dikenal oleh umat Islam karena kewajiban rukun Islam untuk&lt;br /&gt;mensucikan kabah dan menyembahnya setiap Shalat dimana posisi Kabah&lt;br /&gt;ini dijadikan arah satu2nya yang digunakan untuk penyembahan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=&quot;5&quot;&gt;Sulit memang untuk netral bagi umat Islam yang sudah diracuni ajaran&lt;br /&gt;agamanya. Salah bagaimana pun jelasnya, tetap disangkalnya meskipun&lt;br /&gt;untuk hal itu logika sekalipun dikorbankannya.&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dizaman sekarang, semua agama dimasukkan sebagai wadah kegiatan sosial&lt;br /&gt;bagi masing2 umatnya yang bersifat hiburan, saling tolong menolong,&lt;br /&gt;maupun sebagai wadah kerja sama antar golongan, bangsa, atau umat&lt;br /&gt;antar agama itu sendiri. Dalam hal ini, kuil Shao Lim Shi telah&lt;br /&gt;memberikan sumbangan hiburan yang luar biasa kepada dunia kita&lt;br /&gt;sekarang, antara lain menjadi sumber inspirasi dari para pencipta&lt;br /&gt;filem2 Hollywood maupun Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea, dan China&lt;br /&gt;sendiri. Sayangnya, Kabah melalui umat Islamnya bukan menyumbangkan&lt;br /&gt;inspirasi yang bersifat hiburan melainkan justru inspirasi2 yang&lt;br /&gt;bersifat teror baik kepada umatnya sendiri maupun kepada umat lain&lt;br /&gt;diluar agamanya. Betul, dalam segi2 tertentu, para pencipta Hollywood&lt;br /&gt;juga memanfaatkan Kabah dengan Islamnya, tapi bukan untuk nilai2 budi&lt;br /&gt;pekerti teladan melainkan digunakan sebagai pusat terorisme dan Islam&lt;br /&gt;sendiri merupakan ajaran teror, yaitu menteror umat lainnya maupun&lt;br /&gt;umatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Kuil Shao Lim Shi mampu menyumbangkan seni hiburan kepada dunia&lt;br /&gt;kita, kenapa sebagai umat Islam kita tidak mampu menyumbangkan sesuatu&lt;br /&gt;yang bisa dihargai oleh umat lainnya didunia ini katimbang cuma&lt;br /&gt;terorisme saja ?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny. Muslim binti Muskitawati.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://jube.supersized.org/archives/119-Mana-yang-Lebih-Berhala.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Mana yang Lebih Berhala?&quot;&lt;/a&gt;
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Religion of peace (piss), </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-10T10:54:09Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=119</wfw:comment>
        <slash:comments>6</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=119</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/118-guid.html">
    <title>Berdoa dan Mengutuk Tidak Ada Bedanya</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/118-Berdoa-dan-Mengutuk-Tidak-Ada-Bedanya.html</link>
    <description>
    
DOA QUNUT NAZILAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Qunut Nazilah dibaca ketika kaum muslimin terkena bencana, ancaman, penganiayaan, penindasan musuh-musuh Allah dan musuh kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikisahkan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW pernah melakukan qunut selama satu bulan untuk mendoakan pembunuh-pembunuh para sahabatnya di Bir Al-Maunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA :&lt;br /&gt;&amp;quot;Sesungguhnya bila ingin mendoakan seseorang, Nabi Muhammad SAW membacakan qunut sesudah ruku&#039; (Hr. Bukhari dan Ahmad bin Hambal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Qunut Nazilah dibaca setiap sholat fardhu jahriyah (mahdzab Hanafi), sedangkan selain madzhab Hanafi, Doa Qunut Nazilah dibaca setiap kali sholat fardhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bacakan doa ini untuk saudara-saudara kita kaum muslimin dimana saja berada, khususnya yang sedang terkena ancaman, penganiayaan, dan penindasan musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab) :&lt;br /&gt;Alloohummaghfir lilmu&#039;miniina wal mu&#039;minaat&lt;br /&gt;Wal muslimiina wal muslimaat&lt;br /&gt;Wa allif baina quluubihim&lt;br /&gt;Wa ashlih dzaata bainahum&lt;br /&gt;Wanshur &#039;Alaa &#039;Aduwwika wa&#039;aduwwihim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohummal&#039;in kafarota ahlil kitaabil ladziina&lt;br /&gt;Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka&lt;br /&gt;Alloohumma khollif baina kalimaatihim&lt;br /&gt;Wazalzil Aqdaamahum&lt;br /&gt;Wa anzilbihim ba&#039;sakalladzii layuroddu &#039;anil&lt;br /&gt;qaumil mujrimiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;Allohumma innaanasta&#039;iinuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat,&lt;br /&gt;Ya Allah jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin,&lt;br /&gt;Perbaikilah keadaan mereka,&lt;br /&gt;Tolonglah kaum muslimin utuk melawan musuh-musuh-Mu, dan musuh-musuh mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan membunuh para kekasih-Mu,&lt;br /&gt;Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka,&lt;br /&gt;Hancur leburkan kekuatan mereka,&lt;br /&gt;Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,&lt;br /&gt;Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu&amp;quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bisa liat doa muslim , doa yang membinasakan dan mengutuk ! inilah wajah islam yang sesungguhnya ! 
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Religion of peace (piss), </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-09T05:09:16Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=118</wfw:comment>
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=118</wfw:commentRss>
    
    
</item>
<item rdf:about="http://jube.supersized.org/archives/117-guid.html">
    <title>Murtadin Malaysia</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/117-Murtadin-Malaysia.html</link>
    <description>
    &lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;Murtad Sedih Tanpa Teman 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
2005/09/11 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Yth Ali, 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya merasa bebas sekarang, seperti perasaan kebanyakan orang yang
berani murtad. Namun saya harus mengakui adanya kekosongan dalam hati
saya. Tinggal di negara Islam dimana murtad adalah taboo, saya merasa
LONELY ... seorang diri tanpa teman. Sahabat saya dari Universitas
sekarang memusuhi dan malah melaporkan saya pada pihak berwenang. Ia
menyampaikan email saya kepada mereka. Untung mereka tidak dapat
melacak saya karena teman saya tidak tahu alamat rumah dan kantor saya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ali, saya merasa sedih ! Maksud saya, tidak mungkin bagi saya untuk
mencari teman hidup yang serupa pikirannya dengan saya. Saya tidak
dapat menikah dengan non-Muslim karena agama lama saya masih tercatat
dalam kartu identitas saya. Perkawinan dengan non-muslim bisa
dibatalkan. Untuk mengubahnya bisa mengakibatkan heboh di departemen
registrasi tempat saya akan dipaksa mengikuti kursus indoktrinasi
karena meninggalkan Islam. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya benar2 tidak berdaya. Saya memiliki kebutuhan emosional dan
biologis, namun tidak dapat hidup dalam perkawinan yang dipaksakan.
Saya tidak percaya kepada sex sebelum perkawinan atau meloncat dari
satu tempat tidur ke tempat tidur lain. Saya ingin keluarga &lt;br /&gt;
saya sendiri. Saya ingin ikatan perkawinan dimana ister dan aniak saya
akan menikmati keluarga bahagia, seperti keluarga saya, penuh dengan
cinta kasih. Ngomong2, keluarga saya semuanya muslim dalam arti
mengikuti praktek dan ritual Islam tetapi mereka mengutuk pembunuhan
massal oleh Osama. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Seperti juga di Iran, kami disini juga memiliki polisi moralitas (moral
police) yang dilengkapi dengan peraturan dan hukuman negara, walaupun
mereka tidak sebiadab di Iran, namun cukup mampu menghina &lt;br /&gt;
keluarga saya jika saya tertangkap basah. Saya tidak tahan kalau
keluarga saya sampai terluka dengan ditangkapnya saya. Saya begitu
mencintai mereka. Jadi selama ini saya hidup seperti orang munafik,
menjalankan sholat dsb. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kau punya ide ? Tapi janganlah mengajak saya ber-emigrasi. Saya
mencintai keluarga saya ... mudah2an kauu ngerti... saya tidak berdaya
..... sendirian ... so very lonely... &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Salam, 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tanjung 
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;hr width=&quot;100%&quot; size=&quot;2&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Tanjung yang baik, 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Pertama2 saya ingin mengucapkan selamat karena anda berhasil membebaskan diri dari aliran kebencian itu. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Masalah perasaanmu disebuah negara yagn didominasi Islam, saya rasa kau
terlalu pesimis. Banyak orang murtad yang hidup disekelilingmu yang
merasa senasib denganmu namun seperti kamu mereka takut buka mulut dan
tidak mempercayai siapa2. Ketahuilah, murtad adalah &amp;quot;agama&amp;quot; yang
berkempang paling pesat didunia sekarang ini. Setia[p hari semakin
banyak orang meninggalkan Islam dan jumlah kami tumbuh kian besar.
Tantangannya adalah bagaimana mencari para murtad kalau mereka semua
takut bicara dan menyembunyikan kemurtadan mereka itu ? Saya rasa,
internet adalah jawabannya. Coba cari teman lewat internet. Tulis
pengumuman bahwa kau sedang mencari teman hidup. Namun jangan katakan
bahwa kau murtad. Persembahkan dirimu sebagai nominal Muslim.
Silahkan diskusi tentang pandangan agamanya dan lihat seberapa mendalam
otaknya sudah diracuni. Selama korespondensi katakan kepadanya bahwa
kau membaca faithfreedom.org dan ingin mengetahui pendapatnya.
Kemungkinan iapun akan membaca situs ini dan ia juga akan menjadi
murtad. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Namun, dengar baik2 reaksinya dan perhatikan apa yang dikatakannya. 
&lt;br /&gt;
Jangan berdebat dengannya. Kau tidak ingin mengubah agamanya, namun
mencari pasangan hidup. Kalau ia menajdi kasar dan bereaksi negatif,
kau tahu ia bukan calon yang pantas. Tinggalkan ia dan cari yang lain.
Kau tidak perlu ketemu tatap muka. Buat saja tes sebelum ketemu. Saat
komunikasi di internet, sediakanlah daftar persyaratan yang kau
harapkan bisa dipenuhi temanmu itu. Pandangan agama harus berada dalam
daftar tsb. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Temanku, Tanjung. 
&lt;br /&gt;
Saya tahu persis apa yang sedang kau lewati, saya tahu betapa sulitnya.
Namun matamu kini terbuka dan kau tidak dapat menemui kebahagiaan
dengan pasangan muslim. Kau akan dihina karena tidak lagi percaya. &lt;br /&gt;
Kau harus mencari seseorang yang sejalan pikirannya denganmu 
seseorang yang dapat memperlakukan diri dan pendapatmu dengan respek.
Memang sulit, tetapi bukannya tidak mungkin dan begitu ketemu orangnya
... kau akan bahagia benar. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Salam. 
&lt;br /&gt;
Ali Sina&lt;/span&gt;
 
    </description>

    <dc:publisher>Freedom</dc:publisher>
    <dc:creator>nospam@example.com (Jube)</dc:creator>
    <dc:subject>
    Pengakuan &amp; Kesaksian, </dc:subject>
    <dc:date>2008-11-02T08:34:10Z</dc:date>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=117</wfw:comment>
        <slash:comments>1</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=1.0&amp;type=comments&amp;cid=117</wfw:commentRss>
    
    
</item>

</rdf:RDF>
