<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>

<rss version="2.0" 
   xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
   xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
   xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
   xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
   xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
   xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
   >
<channel>
    <title>Freedom - Pengakuan &amp; Kesaksian</title>
    <link>http://jube.supersized.org/</link>
    <description>Blog Kebebasan Berpendapat</description>
    <dc:language>en</dc:language>
    <generator>Serendipity 1.3-alpha1 - http://www.s9y.org/</generator>
    <pubDate>Sun, 23 Nov 2008 06:33:40 GMT</pubDate>

    <image>
        <url>http://jube.supersized.org/templates/competition/img/s9y_banner_small.png</url>
        <title>RSS: Freedom - Pengakuan &amp; Kesaksian - Blog Kebebasan Berpendapat</title>
        <link>http://jube.supersized.org/</link>
        <width>100</width>
        <height>21</height>
    </image>

<item>
    <title>Pemaksaan Tak Langsung</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/130-Pemaksaan-Tak-Langsung.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/130-Pemaksaan-Tak-Langsung.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=130</wfw:comment>

    <slash:comments>0</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=130</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;p&gt;&lt;font size=&quot;6&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cyberdharma.net/v1/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=59:khawatir-agama-buah-hati&amp;amp;catid=6:mbah-kakung&quot;&gt;Khawatir Agama Buah Hati&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mbah Kakung,&lt;br /&gt;Saya Ning (27), saya telah berkeluarga lima tahun
lalu dan telah dikarunia dua orang Putra. Diawal akan berumah tangga
kami sepakat untuk mempertahankan Agama kami masing-masing, karena kami
bersikeras tidak ada yang mau mengalah, meskipun acara pernikahan
secara agama suami saya. Hal ini juga yang membuat orang tua saya tidak
memberikan restu meskipun luluh setelah hadirnya cucu. Lima tahun
pernikahan kami pun berbahagian seperti pasangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun
kebahagiaan itu kini mulai terusik saat suami saya secara tidak
langsung melarang buah hati kami untuk saya ajak ke Pura, padahal
kesepakatan awal bahwa anak diberi kebebasan untuk Agama yang ia
inginkan. Kekawatiran saya bertambah saat suami saya mengatakan akan
mengirim putra bungsu kami untuk diasuh oleh keluarga suami saya.
Sementara putra sulung kami telah masuh di kelompok bermain yang
berbasis agama suami saya. Ia juga sering bertanya kepada saya mengapa
saya tidak menjalankan ibadah seperti yang dilakukan oleh ibu gurunya
di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya kawatir buah hati saya tidak mendapatkan
pengetahuan Hindu dan agama suami saya secara berimbang dan akhirnya
tidak satupun dari mereka memilih Hindu. Mbah Kakung, bila keputusan
saya untuk menikah dengan cara yang demikian merupakan sebuah
kesalahan, maka saya ingin kesalahan yang kedua tidak menimpa saya
dimana masa tua saya penuh derita diasingkan oleh buah hati saya.
Mungkin saat itu saya bisa pulang dan tinggal di keluarga besar saya,
namun itu pilihan yang pedih karena seperti menjilat ludah sendiri yang
sudah keluar. Mohon masukan dan sarannya.&lt;/p&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 23 Nov 2008 07:33:40 +0100</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://jube.supersized.org/archives/130-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Mina Ahadi Menolak Islam</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/124-Mina-Ahadi-Menolak-Islam.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/124-Mina-Ahadi-Menolak-Islam.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=124</wfw:comment>

    <slash:comments>11</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=124</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=135082#135082&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=135082#135082&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mina Ahadi adalah ketua Organisasi Murtadin: &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.ex-muslime.de/&quot;&gt;http://www.ex-muslime.de/&lt;/a&gt; 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina adalah pendiri Kelompok International Menentang Hukuman Mati dan
Rajam, yang berhubungan dengan 200 organisasi dan kelompok2 individu di
seluruh dunia. Kelompok ini bertujuan untuk menghentikan praktek rajam
di dunia (Islam). &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina Ahadi lahir di Iran tahun 1956. Dia mulai aktivitas politiknya
ketika dia masih berusia 14 tahun dengan mendirikan kelompok2 diskusi,
perpustakaan, dan tampil di muka umum. Pada waktu Revolusi Iran di
tahun 1979, dia termasuk mahasiswa yang aktif dalam kegiatan politik.
Ketika Pemerintah Islam Iran terbentuk dan Khomeini mengeluarkan fatwa
yang memaksa Muslimah berjilbab, Mina tanpa ragu lagi menggalang
pertemuan2 dan demonstrasi2 melawan Pemerintah. Pidato umumnya yang
pertama dihadiri lebih dari 2.000 wanita di kota Tabriz dan tak lama
kemudian dia dikeluarkan dari universitasnya. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina dikejar-kejar antek Pemerintah dan harus bersembunyi. Setahun
kemudian rumahnya digerebeg dan suami dan kawan2nya ditahan. Mina
berhasil lolos sebab saat itu dia tidak berada di rumah. Suaminya lalu
dihukum mati dan Mina meninggalkan kotanya untuk melarikan diri ke
daerah Kurdistan di tahun 1980. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina tinggal di Kurdistan sambil terus berjuang melawan Republik Islam
Iran selama 10 tahun dan di tahun 1990 dia pergi ke Vienna (Wina,
Austria). Sejak itu Mina tetap tinggal di Eropa dan secara aktif
berjuang melawan Pemerintah Iran dan kesamaan hak2 wanita. Dia telah
jadi juru bicara utama berbagai pertemuan dan konferensi internasional
emansipasi wanita yang tak terhitung jumlahnya. Beberapa konferensi
utama antara lain adalah konferensi wanita internasional di Peking,
konferensi internasional hak azasi manusia di Vienna, kongres wanita
internasional di Cologne dan Wied. Dalam pertemuan ini, Mina
mengungkapkan masalah2 yang dihadapi Muslimah di negara2 Islam dan dia
menggalang kegiatan2 protest menentang negara2 itu. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mina adalah juru bicara Kampanye Internasional untuk Memperjuangkan
Hak2 Wanita di Iran. Dia telah diundang kelompok Internasional Amnesty
beberapa kali untuk hadir di perkumpulan2 tahunan mereka. Mina
merupakan tokoh terkemuka dan dikenal dalam perjuangan emansipasi
wanita dan telah tampil dalam berbagai wawancara di berbagai koran dan
program TV terkemuka di Eropa.&lt;/span&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 16 Nov 2008 07:00:29 +0100</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://jube.supersized.org/archives/124-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Kesaksian Nonie Darwish</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/123-Kesaksian-Nonie-Darwish.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/123-Kesaksian-Nonie-Darwish.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=123</wfw:comment>

    <slash:comments>1</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=123</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=96523#96523&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=96523#96523&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://ec1.images-amazon.com/images/P/1595230319.01._SS500_SCLZZZZZZZ_V38495932_.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang Mereka Menyebutku Kafir
&lt;br /&gt;
&lt;a class=&quot;postlink&quot; target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.nypost.com/seven/11192006/postopinion/opedcolumnists/dissent_crushed_opedcolumnists_adam_brodsky.htm&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;MENGAPA MUSLIM AS ENGGAN MENGUTARAKAN WAJAH ISLAM YANG SEBENARNYA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
November 19, 2006 -- Muslim sering dituduh tidak cukup menentang
terorisme. Nonie Darwish tahu alasannya: masyarakat Muslim mereka tidak
memperkenankannya. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Darwish berasal dari Mesir, lahir dan dibesarkan sebagai Muslim.
Beberapa waktu yang lalu, dia hampir saja bicara di hadapan para
mahasiswa di Universitas Brown tentang kebencian yang tidak masuk akal
dan sifat radikal yang diajarkan Islam padanya untuk membenci budaya
Mesir sendiri. Kelompok Yahudi di kampus itu yang bernama &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hilel&lt;/span&gt; mengundangnya untuk bicara di hadapan umum pada hari Kamis. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tapi acara ini kemudian dibatalkan. Para mahasiswa Muslim mengeluh
bahwa Darwish terlalu kontroversial. Mereka menuntut agar Darwish
dilarang bicara di atas panggung di Univ. Brown. Setelah ramai
berdebat, akhirnya kelompok Yahudi Hillel setuju untuk membatalkan
acara. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Anehnya: Tidak satupun orang yang mengecam ketika Univ. Brown
mengijinkan pengadaan acara anti-Israel berjudul &amp;quot;Palestinian
Solidarity Week (Minggu Solidaritas Palestina). Tapi Hillel berkata
bahwa pendapat2 Darwish tentang Islam membuat Persatuan Mahasiswa
Muslim merasa gerah, dan Hillel tidak mau merusak hubungan baik
dengan masyarakat Muslim. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Lebih jauh lagi, perkumpulan wanita Univ. Brown mengundurkan diri untuk
mensponsori acarat tersebut, meskipun mereka setuju atas pendapat
Darwish tentang perlakuan wanita (dalam dunia Islam). Kabarnya,
sebagian masalah adalah karena Darwish tidak berencana mengecam Israel
yang menembak wanita2 Arab yang digunakan para teroris sebagai perisai
manusia, atau tidak cukup mendukung para istri Arab Israel dari suami2
mereka. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dengan menutup telinga mereka dari ucapan2 Darwish, para mahasiswa
Muslim Univ. Brown sudah membuktikan perkataan Darwish sendiri: Muslim2
yang berusaha melakukan kritik membangun tentang Islam dengan cepat
diberangus oleh masyarakat Muslim itu sendiri. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Bicara tentang hak2 azasi manusi, hak2 wanita, persamaan hak atau
perdamaian dengan Israel merupakan hal yang tabu (terlarang) dan bisa
mendatangkan konsekuensi yang serius di dunia Arab, kata Darwish.
Untuk mengatasi hal ini, Darwish menerbitkan buku barunya yang berjudul
&amp;quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Now They Call Me Infidel: Why I Renounced Jihad for America, Israel, and the War on Terror&lt;/span&gt;&amp;quot; (Sekarang Mereka menyebutku Kafir: Mengapa Aku Menolak Jihad terhadap Amerika, Israel, dan Perang terhadap Teroris).
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Darwish berkata bahwa masyarakatnya sendiri di Timur Tengah dan Amerika
membenci kritik, bahkan dari pihak Muslim sendiri. Setelah kejadian
9/11, katanya, banyak orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 16 Nov 2008 06:57:48 +0100</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://jube.supersized.org/archives/123-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Murtadin Malaysia</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/117-Murtadin-Malaysia.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/117-Murtadin-Malaysia.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=117</wfw:comment>

    <slash:comments>1</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=117</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;Murtad Sedih Tanpa Teman 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
2005/09/11 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Yth Ali, 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya merasa bebas sekarang, seperti perasaan kebanyakan orang yang
berani murtad. Namun saya harus mengakui adanya kekosongan dalam hati
saya. Tinggal di negara Islam dimana murtad adalah taboo, saya merasa
LONELY ... seorang diri tanpa teman. Sahabat saya dari Universitas
sekarang memusuhi dan malah melaporkan saya pada pihak berwenang. Ia
menyampaikan email saya kepada mereka. Untung mereka tidak dapat
melacak saya karena teman saya tidak tahu alamat rumah dan kantor saya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ali, saya merasa sedih ! Maksud saya, tidak mungkin bagi saya untuk
mencari teman hidup yang serupa pikirannya dengan saya. Saya tidak
dapat menikah dengan non-Muslim karena agama lama saya masih tercatat
dalam kartu identitas saya. Perkawinan dengan non-muslim bisa
dibatalkan. Untuk mengubahnya bisa mengakibatkan heboh di departemen
registrasi tempat saya akan dipaksa mengikuti kursus indoktrinasi
karena meninggalkan Islam. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya benar2 tidak berdaya. Saya memiliki kebutuhan emosional dan
biologis, namun tidak dapat hidup dalam perkawinan yang dipaksakan.
Saya tidak percaya kepada sex sebelum perkawinan atau meloncat dari
satu tempat tidur ke tempat tidur lain. Saya ingin keluarga &lt;br /&gt;
saya sendiri. Saya ingin ikatan perkawinan dimana ister dan aniak saya
akan menikmati keluarga bahagia, seperti keluarga saya, penuh dengan
cinta kasih. Ngomong2, keluarga saya semuanya muslim dalam arti
mengikuti praktek dan ritual Islam tetapi mereka mengutuk pembunuhan
massal oleh Osama. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Seperti juga di Iran, kami disini juga memiliki polisi moralitas (moral
police) yang dilengkapi dengan peraturan dan hukuman negara, walaupun
mereka tidak sebiadab di Iran, namun cukup mampu menghina &lt;br /&gt;
keluarga saya jika saya tertangkap basah. Saya tidak tahan kalau
keluarga saya sampai terluka dengan ditangkapnya saya. Saya begitu
mencintai mereka. Jadi selama ini saya hidup seperti orang munafik,
menjalankan sholat dsb. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kau punya ide ? Tapi janganlah mengajak saya ber-emigrasi. Saya
mencintai keluarga saya ... mudah2an kauu ngerti... saya tidak berdaya
..... sendirian ... so very lonely... &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Salam, 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tanjung 
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;hr width=&quot;100%&quot; size=&quot;2&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Tanjung yang baik, 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Pertama2 saya ingin mengucapkan selamat karena anda berhasil membebaskan diri dari aliran kebencian itu. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Masalah perasaanmu disebuah negara yagn didominasi Islam, saya rasa kau
terlalu pesimis. Banyak orang murtad yang hidup disekelilingmu yang
merasa senasib denganmu namun seperti kamu mereka takut buka mulut dan
tidak mempercayai siapa2. Ketahuilah, murtad adalah &amp;quot;agama&amp;quot; yang
berkempang paling pesat didunia sekarang ini. Setia[p hari semakin
banyak orang meninggalkan Islam dan jumlah kami tumbuh kian besar.
Tantangannya adalah bagaimana mencari para murtad kalau mereka semua
takut bicara dan menyembunyikan kemurtadan mereka itu ? Saya rasa,
internet adalah jawabannya. Coba cari teman lewat internet. Tulis
pengumuman bahwa kau sedang mencari teman hidup. Namun jangan katakan
bahwa kau murtad. Persembahkan dirimu sebagai nominal Muslim.
Silahkan diskusi tentang pandangan agamanya dan lihat seberapa mendalam
otaknya sudah diracuni. Selama korespondensi katakan kepadanya bahwa
kau membaca faithfreedom.org dan ingin mengetahui pendapatnya.
Kemungkinan iapun akan membaca situs ini dan ia juga akan menjadi
murtad. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Namun, dengar baik2 reaksinya dan perhatikan apa yang dikatakannya. 
&lt;br /&gt;
Jangan berdebat dengannya. Kau tidak ingin mengubah agamanya, namun
mencari pasangan hidup. Kalau ia menajdi kasar dan bereaksi negatif,
kau tahu ia bukan calon yang pantas. Tinggalkan ia dan cari yang lain.
Kau tidak perlu ketemu tatap muka. Buat saja tes sebelum ketemu. Saat
komunikasi di internet, sediakanlah daftar persyaratan yang kau
harapkan bisa dipenuhi temanmu itu. Pandangan agama harus berada dalam
daftar tsb. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Temanku, Tanjung. 
&lt;br /&gt;
Saya tahu persis apa yang sedang kau lewati, saya tahu betapa sulitnya.
Namun matamu kini terbuka dan kau tidak dapat menemui kebahagiaan
dengan pasangan muslim. Kau akan dihina karena tidak lagi percaya. &lt;br /&gt;
Kau harus mencari seseorang yang sejalan pikirannya denganmu 
seseorang yang dapat memperlakukan diri dan pendapatmu dengan respek.
Memang sulit, tetapi bukannya tidak mungkin dan begitu ketemu orangnya
... kau akan bahagia benar. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Salam. 
&lt;br /&gt;
Ali Sina&lt;/span&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 02 Nov 2008 09:34:10 +0100</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://jube.supersized.org/archives/117-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Kesaksian Homa  Darabi dan Parvin Darabi</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/90-Kesaksian-Homa-Darabi-dan-Parvin-Darabi.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/90-Kesaksian-Homa-Darabi-dan-Parvin-Darabi.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=90</wfw:comment>

    <slash:comments>0</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=90</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=25825&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=25825&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;Dari buku : WHY WE LEFT ISLAM 
&lt;br /&gt;
Karya : Susan Crimp dan Joel Richardson
&lt;br /&gt;
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://lormarie.com/2008/05/07/why-we-left-islam-former-muslims-speak-out/&quot;&gt;http://lormarie.com/2008/05/07/why-we-left-islam-former-muslims-speak- out/&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&amp;quot;Akhirnya dia memutuskan untuk memprotes penganiayaan wanita dengan cara &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;membakar dirinya&lt;/span&gt;
di alun-alun Teheran utara tanggal 21 February, 1994. Teriakan
terakhirnya adalah: Matilah Tirani! Hidup Kebebasan! Hidup Iran!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tanggal 11 September 2001, dunia menyaksikan mentalitas fundamentalis
islam abad 7 yang memperalat teknologi abad 21. Hasilnya adalah :
bencana. Sifat kejam Islam tiba ditanah Amerika tanpa dapat dihilangkan
dari benak kita semua. Banyak orang AS, ataupun orang Barat lain, tidak
pernah memusingkan Islam sebelumnya. 9/11 mengubah semua itu;
mempersembahkan Islam abad 7 kpd dunia Barat abad 21. Mendadak, Iran
dan Irak tidak terasa jauh lagi dan orang2 &lt;br /&gt;
Barat, khususnya kami orang AS, mendadak pula ingin belajar banyak
tentang musuh tanpa wajah yang menyatakan perang terhadap kita dengan
cara yang paling barbar. Kita berhadapan dng sebuah kekuatan mematikan
yang sebelumnya kita pikir ada diujung bumi lain. Bom2 teroris yang
cuma kita dengar di TV telah pindah dari Timur Tengah yang jauh ke
halaman rumah kita. Pada tgl 11 September itu, wajah Islam sebenarnya
menjadi pertanyaan Barat paling genting, pengalaman pertama mana
meninggalkan rasa pahit dalam mulut Amerika.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Parvin Darabi&lt;/span&gt; tidak cuma bicara
tentang barbarnya Islam radikal yang dialami rakyat Amerika saat2 ini 
Parvin malah hidup didalamnya jauh sebelum rubuhnya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Menara Kembar WTC&lt;/span&gt;. Pada surat yang perih dan menyakitkan ini, dia menulis tentang saudarinya, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Homa&lt;/span&gt;,
yang berjuang keras melawan cengkraman kuat pemerintah islam iran.
Hidup sebagai wanita membawa beban berat di Iran. Homa rela
membayarnya. Sekarang Parvin yang meneruskannya, dan dia mendorong kita
semua utk mencuekkan retorika &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&#039;islam agama damai&#039; &lt;/span&gt; dan beralih memfokuskan pada realitas &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;islam = agama kejam&lt;/span&gt;.
Apa yang dialami Homa Darabi di Iran, satu hari nanti bisa sampai ke
dunia Barat jika terorisme Islamofasis tidak dikalahkan. Kisah Homa
adalah sebuah contoh spesifik cara kerja sebuah pemerintah islam  dan
bagaimana hal itu tidak akan pernah bisa berfungsi didunia non-Muslim
manapun.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Saudariku&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saudariku, Dr. Homa Darabi, lahir di Teheran, Iran bulan Januari
1940, lahir prematur dua bulan dari ibu Eshrat Dastyar, pengantin bocah
yang dinikahi ketika umur 13 kpd Esmaeli Darabi. Homa adalah kakak
perempuanku, pelindungku dan panutanku. Hidup Homa penuh dgn harapan
dan janji2 bahwa sistem islam fundamental dan tiran suatu saat akan
dihancurkan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tentu saja, saudariku tidak pernah membayangkan apa yang akan dia
hadapi ketika dia menyelesaikan SMP dan SMA di Teheran. Dia langsung
masuk Jurusan Kedokteran Universitas Teheran setelah lulus tes masuknya
tahun 1959. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan yang membuat keluarga
sangat bangga. Homa adalah orang pertama dari 150 orang dari puluhan
ribu pelajar yang ikut tes dan menjadi satu dari 300 orang yang
diterima di Kedokteran.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sbg perempuan muda yang penuh semangat dan rasa gembira, ia sangat
aktif dalam kancah politik dan berharap suatu hari bisa membela HAM dan
persamaan status utk wanita di Iran. Mimpinya sangat terlihat ketika
dia masih di SMA dan selama tahun2 pertamanya di Kedokteran. Tapi
perjalanannya tidaklah mudah. Th. 1960, dia ditangkap dan ditahan,
karena ikut protes pelajar melawan rejim Shah Iran. Rejim ini sangat
ganas khususnya terhdp para pelajar dan anak2 muda yang mulai menuntut
kebebasan berekspresi, berkumpul dan mengemukakan pendapat.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tahun 1963, saudariku menikah dg teman kelasnya, Manoochehr
Keyhani, sekarang ini seorang hematologis terkenal. Mereka melahirkan
dua anak perempuan yang pintar2.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dr. Darabi berpraktek di Bahmanier
selama dua tahun, sebuah kampung di Iran Utara, sementara suaminya
menyelesaikan wajib militer sebagai dokter Militer. Tahun 1968, dia dan
suaminya lulus ujian &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Education Council Foreign Medical Graduates&lt;/span&gt;
(ECFMG) dan berangkat ke Amerika utk meneruskan pendidikan mereka. Dia
mengambil jurusan Pediatri dan belakangan spesialisasi dalam psikiatri,
lalu psikiatri anak dan mendapat ijin utk praktek di New Jersey, New
York dan California. Dia menjadi warganegara Amerika dipertengahan
1970.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Karena tekanan suami dan keluarga dan juga hasratnya untuk berbakti
pada kampung halamannya, dia kembali ke Iran tahun 1976 dan langsung
diterima sebagai pengajar di Universitas Teheran Jurusan Kedokteran.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dia menjadi orang Iran pertama yang lulus dari Kelembagaan
Psikiatri Anak di Amerika dan menjadi kekuatan dibelakang pendirian
Klinik Psikiatri Shahid Sahami di Teheran. Meski dia adalah pendukung
kuat revolusi melawan Shah, ia juga menentang pendirian Republik Islam.
Terlebih lagi, ketika pemimpin partainya memanfaatkan aturan Islam yang
baru diterapkan (poligami) dan mengambil istri kedua, Homa merasa
hancur dan melepas diri secara total dari panggung politik. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kakakku lalu mengabdikan diri pada profesi sebagai dokter. Th. 1990,
karena ketidaksudiannya memakai HIJAB, ia dipecat dari posisinya
sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran. Belakangan, karena
perlawanannya terhdp aturan Islam, praktek dokternya semakin diganggu,
hingga akhirnya ketika dia merasa hidup sudah semakin sulit, dia
menutup praktek dokternya dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya,
untuk pertama kali dalam hidupnya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Selama kehidupan profesionalnya, kakakku ini merasa tertekan oleh
orang tua dari gadis2 yang menjadi pasiennya. Mereka memintanya untuk
mengesahkan bahwa anak2 mereka itu gila, anak perempuan mereka yang
muda, pintar2 dan cantik, agar mereka bisa selamat dari siksaan para
penganut islam fanatik &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;(150 cambukan jika memakai make-up atau lipstik)&lt;/span&gt;. Membuat pengesahan ini sungguh2 menghancurkan hati saudariku.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ketika seorang gadis 16 tahun ditembak mati di Iran Selatan hanya
karena memakai lipstik, kakakku ini tidak tahan lagi memendam
perasaannya, terlebih lagi karena itu dilakukan oleh pemerintahan yang
dulu pernah mempekerjakannya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Revolusi! Negaraku! Kurasa Iran telah dibajak oleh faksi2 religius
dan melihat bagaimana wanita diperlakukan di Iran, sungguh tidak
termaafkan  Dia ingin dunia tahu apa yang terjadi. Dia akhirnya
memutuskan untuk memprotes penganiayaan wanita dengan membakar diri di
alun-alun Teheran pada tanggal 21 Februari 1994. Teriakan terakhirnya
adalah:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 18px; line-height: normal;&quot;&gt;Matilah Tirani!
&lt;br /&gt;
Hidup Kebebasan!
&lt;br /&gt;
Hidup Iran!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kakakku muncul kedunia secara prematur dan mati secara prematur pula.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saat ini, jutaan orang, khususnya wanita, masih meneriakkan hal
itu, tapi sedihnya, sedikit sekali yang mendengarkan. Karena ini saya
menulis buku saya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Rage Against the Veil&lt;/span&gt; (Murka akan Kerudung). Buku ini menampilkan harapan bahwa Barat, khususnya amerika akan mulai mengerti besarnya masalah.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Persis seperti di Iran, Islam tadinya digambarkan sebagai agama damai
TAPI pada akhirnya Islam tidak lain cuma sebuah bentuk pemerintahan
fasis. Inilah masalah yang membuat kakakku siap untuk mengorbankan
dirinya dan saya menulis buku ini demi mempertahankan segala yang kita
anggap penting dalam dunia Barat. Kisahku ini adalah sebuah usaha utk
mendidik dan membangunkan rasa kepedulian, agar apa yang terjadi di
Iran, tidak terjadi dinegara lain manapun di dunia.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Kakakku, Homa, percaya bahwa dng membakar diri ia dapat menarik
perhatian dunia pada sebuah rejim fundamentalis islam. Dia mati demi
mempertahankan kebebasan Iran, negara yang sangat ia cintai. Homa
sendiri akan ngeri seandainya ia melihat bagaimana makin ekstrim dan
fundamentalisnya Iran, dan hatinya akan makin hancur jika melihat
contoh2 tirani dan terorisme islam yang muncul dibagian2 dunia lain
saat ini.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mungkin sulit bagi orang lain untuk mengerti apa yang dialami oleh kaum 
&lt;br /&gt;wanita dalam sebuah rejim Islam radikal dan kenapa ini dibolehkan.
Padahal semua aturan Islami ini keluar dari mulut orang yang paling
dicontoh didunia islam, nabi Muhammad. Dari sini kita bisa belajar
bagaimana persisnya wanita diperlakukan dalam budaya islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Aku berdiri dipinggiran neraka dan mayoritas penghuninya adalah wanita. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Nabi Muhammad&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sejak saya memulai aktivitas saya dalam menguak Islam serta
tekanannya terhadap wanita, saya sering diserang muslim dan muslimah
tentang kesalah pahaman dan salah tafsir saya akan hukum islam
mengenai wanita. Saya diceramahi bahwa islam adalah agama damai dan
kesetaraan, bahwa islam menjunjung tinggi harkat wanita, dan bahwa
hukum islam memberi wanita kuasa. Tapi, saya melihat sedikit sekali
bukti2 tentang ini, yg kebetulan juga tidak tertulis dalam Quran.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Malah, disampul bagian belakang dari salah satu edisi Quran terjemahan inggris oleh M.H. Shakir, dinyatakan bahwa:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&amp;quot;Quran adalah kompilasi asli dan lengkap
dari Wahyu terakhir Tuhan pada umat manusia lewat nabi terakhirnya,
nabi Islam, Muhammad. Quran intinya memiliki tiga kualitas universal.
Pertama, Quran ditulis dalam bentuk bhs Arab asli, sebuah maha karya
yang penuh nilai sastra  mengandung gaya penyajian dengan substansi
penyajian dalam bentuk2 unik. Kedua, meski pesan2nya adalah kelanjutan
dari wahyu yang diturunkan sebelumnya pada nabi2 Ibrahim, Daud, Musa
dan Yesus, tapi pesan ini merupakan pemenuhan dan punya keaslian yang
membuatnya menarik bagi orang2 Yahudi, Kristen dan Muslim juga.
Terakhir, penuh dengan informasi  yang memberikan kode2 kehidupan bagi
umat manusia umumnya dan muslim khususnya. Jelas, kemukjijatan Quran
ada pada kemampuannya untuk memberikan setidaknya sesuatu pada orang
tidak percaya dan memberikan segalanya pada orang percaya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya ingin menganalisa sedikit saja ttg&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt; nilai2 sastra&lt;/span&gt;
yang ada dalam Quran mengenai wanita. Saya mencari2 dimana islam
menempatkan wanita ditempat tinggi untuk dihargai oleh lelaki. Dan
kenapa--jika kita, wanita, diberikan begitu banyak hak oleh kitab ini,
tapi kok kita tetap saja tidak bisa menempatkan diri sebagai manusia
sejajar-- malah menjadi subjek tirani negara2 islam?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mari kita mulai dengan pendapat bahwa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;islam adalah agama damai&lt;/span&gt;. Islam dalam bahasa Arab artinya tunduk/&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;submission&lt;/span&gt;. Dg demikian, jika kita sebagai manusia mau tunduk pada aturan dan hukum islam, kita mendapat kedamaian.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Arti persisnya apa? &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Well&lt;/span&gt;,
menurut pengalaman saya dlm rejim islam, sepertinya selama kita
menerima bahwa wanita itu lebih rendah dari pria; bahwa tangan boleh
dipotong jika mencuri; bahwa wanita dirajam jika berjinah; dan bahwa
lelaki punya hak untuk menceraikan, mendapat hak asuh anak dan boleh
punya banyak istri  maka kita bisa hidup dalam damai.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tambahan lagi, kita bisa hidup damai selama kita sholat lima waktu,
lelaki ke mesjid setiap jumat dan jika ada acara lain di mesjid, para
wanita duduk dibelakang para lelaki. Lebih-lebih lagi, dalam skenario
damai ini, kita juga harus menerima harta warisan kita lebih sedikit
dibanding pria. Kita juga harus selalu ingat, bahwa kita jangan
sekalipun mengkritik Muhammad atau Agama Hebat seperti Islam, kalau
tidak kita tidak bisa hidup damai. Juga, jika orang seperti penulis &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Taslima Nasrin&lt;/span&gt; atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ayaan Hirsi Ali&lt;/span&gt;,
atau saya sendiri, mengkritik Islam, kita harus tahan menghadapi
kemarahan para muslim baik dan tahan menghadapi ancaman2 bagi nyawa
kita. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Saya tanya: Apakah ini yang disebut DAMAI?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sulit sekali menemukan kata yang bisa berarti damai bagi islam,
khususnya ketika kita mengingat bahwa seorang pembuat film seperti &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Theo Van Gogh&lt;/span&gt; dibunuh secara brutal karena membuat film dokumenter tentang kehidupan wanita muslim yang menghadapi banyak kekejaman.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Inikah DAMAI?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Lagi2, ketika koran Denmark mempublikasikan kartun Nabi, orang2 yang
mengaku muslim damai berlaku dgn kekerasan dan mengucurkan darah di
Eropa dan diseluruh dunia Islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Apakah agama damai ini mengijinkan pembunuhan hanya karena
penerbitan kartun? Saya pikir sulit sekali utk mengerti bahwa semua ini
sama dengan damai. Tapi mungkin Quran sendiri telah menyetel tingkah
laku muslim damai ini? Berikut adalah wahyu2 dari Quran mengenai
agama damai ini, yang mungkin menjelaskan kenapa jutaan pengikut kitab
ini bertindak seperti setan. Dalam Quran tertulis:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;[2.191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
[3.4] Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;[3.12] Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: &amp;quot;Kamu pasti akan
dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam.
Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya&amp;quot;.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;[4.56] Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami,
kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit
mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya
mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;[8.12] Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati
orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah
tiap-tiap ujung jari mereka.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tentunya wahyu2 macam itu dalam Quran bukanlah berarti damai ataupun
menghilhami kedamaian dan keagungan sang pencipta. Maka dari itu mudah
sekali utk mulai melihat kenapa definisi kita tentang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;damai &lt;/span&gt;bukanlah spt yang didefinisikan Quran.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tambahan lagi, definisi kita akan kesetaraan gender dan HAM, yang kita
pegang di dunia Barat, sangat kontrasadan bertentangan dengan definisi
Islam. Status wanita dalam islam tidak mengijinkan wanita utk hidup
damai dan harmonis dan tentunya Quran juga TIDAK menawarkan perkataan
yang mengilhami hal demikian. Menurut islam, wanita adalah asuhan
ayahnya selama dia masih dalam asuhannya dan menjadi asuhan bagi
suaminya ketika dia menikah. Dan ketika suami meninggal dia menjadi
asuhan bagi anak, cucu dan seterusnya, dan jika dia tidak punya saudara
lelaki, dia menjadi asuhan dari komunitasnya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;The Webster&#039;s New Word Dictionary&lt;/span&gt; mendefinisikan ward (asuhan) sebagai orang dibawah perhatian pelindung atau pengadilan. Dg demikian, menurut islam, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;seorang wanita tidak akan pernah menjadi dewasa&lt;/span&gt;
dan dia akan selalu dibawah asuhan lelaki, pelindung, atau
pengadilan/aturan islam. Saya tidak menganggap ini sebagai rasa hormat
pada wanita, melainkan sebuah PEGNHINAAN.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pernah seorang muslim menjelaskan pada saya bahwa ini karena wanita
itu hamil dan mengurus anak; dg demikian kaum lelakilah yang mengurusi
mereka. Ini kedengarannya ide yang hebat, lelaki mengurus wanitanya
sementara si wanita hamil atau mengurus anak.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Tapi, kenapa wanita yang tidak menikah, wanita yang juga tidak
hamil, nenek atau wanita lanjut usia harus dibawah asuhan seorang
pelindung? Bukankah hanya orang2 yg berpenyakit jiwa sajalah yang
diatur dibawah asuhan pengadilan ? Wanita2 tidaklah gila atau tidak
dewasa, dg demikian, mereka tidak perlu dibawah pengawasan pelindung
atau diawasi pelindung yg ditunjuk pengadilan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Menurut &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ayatollah Khomeini&lt;/span&gt;, pemimpin revolusi islam Iran, islam butuh hakim yang sbb:&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; orang yang berusia puber, tahu hukum2 islam, adil, tidak amnesia, bukan anak haram dan &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;bukan wanita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dg demikian, wanita tidak dianggap sudah puber utk menjadi hakim.
Ini sebabnya kenapa wanita tidak punya hak untuk memilih dalam banyak
negara yang mengaku menganut faham demokrasi islami. Orang gila mana
yang menganggap bahwa setengah jumlah penduduk tidak boleh terlibat
dalam penentuan nasib negara mereka ? Tapi masih saja negara2 (Islam)
ini menganggap diri mereka &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;demokratis&lt;/span&gt;.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Karena banyaknya kontradiksi dalam islam hingga lama sebelum kematian
kakakku juga, aku telah memilih untuk keluar islam, islam yg saya
warisi dari keluargaku. Saya ingin membagi sedikit pengalaman saya
disini agar membuat anda tahu kenapa, seperti orang2 lain dalam buku
ini, saya keluar dari islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Waktu itu, begitu yang diceritakan pada saya, saya baru berumur
enam hari, ketika kakek mewariskan agamanya padaku. Dia melakukan itu
dengan melantunkan ayat2 al-quran pada telinga saya. Saya yakin hanya
itulah kalimat arab yang bisa diucapkan oleh kakek dan mungkin juga dia
tidak mengerti artinya. Kami orang Iran dan bahasa kami adalah bahasa
Persia, mayoritas orang2 Iran, termasuk keluarga saya, tidak bicara
arab, bahasanya islam. Bagi muslim, agama itu sama dengan warna mata.
Diwariskan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya masuk TK sebuah sekolah religius dgn seorang wanita bernama
Kobra menjadi kepala sekolahnya. Saya benci sekolah dan kepala
sekolahnya karena selalu kelihatan galak dalam pakaian dan kerudung
hitamnya itu. Dia selalu pakai warna hitam. Tidak suka ketawa, tidak
ada musik, tidak ada main  yg ada hanya Allah dan hanya Islam.
Sekolahnya kotor dan semua yang guru2 lakukan hanyalah membaca Quran
dan buku doa. Bahkan diumurku yang kecil, naluriku mengatakan bahwa
guru2 itu tidak berpendidikan dan BUTA HURUF, sebuah fakta yang
belakangan terbukti ketika saya menempatkan Quran secara terbalik, tapi
mereka tidak protes dan tetap seakan membacanya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sebagai anak2 saya melihat betapa bedanya perlakuan yg diteriam anak 
&lt;br /&gt;lelaki dibanding anak perempuan. Saya ingin naik sepeda roda tiga
seperti anak2 lelaki, tapi saya dilarang. Ketika saya ingin belajar
main biola, saya dikatakan bahwa anak perempuan yang baik sebaiknya
tidak main instrumen musik. Ketika saya ingin naik kuda, berenang dan
aktivitas lain, jawabnya sama.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dari kecil saya belajar ttg pentingnya keperawanan bagi wanita
didalam budaya islam. Wanita harus perawan ketika menikah. Sebagai
catatan, wanita bisa dinikahkan ketika berumur SEMBILAN tahun. Malah,
Khomeini, pemimpin Republik Islam Iran, menyatakan bahwa:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Saat
paling tepat utk menikah bagi wanita adalah jika si wanita mendapat
menstruasi pertama dirumah sang suaminya, bukan dirumah ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya mengetahui bahwa kutipan kalimat ini aslinya berasal dari Imam
Musa Kazem, seorang Imam Shiah. Percayalah wahai pembaca, inilah pola
pikir sebuah rejim islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Untungnya keluargaku tidak begitu religius; tapi, budaya keluarga
dan masyarakat dimana kita tinggal masih religius. Bayangan menikah dan
dikirim kerumah orang asing diumur 9 tahun membuat saya gemetar
ketakutan. Saya pernah melihat ayah seorang gadis yang bekerja pada ibu
menikahkan anaknya pada seorang pria beranak tiga, yang anak2nya saja
lebih tua dari gadis itu. Dia baru berumur &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;11 tahun, yg dianggap perawan tua&lt;/span&gt; oleh bapaknya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Juga ada aspek islam lain yang mempengaruhi saya secara pribadi. Saya
ingat ketika ayah punya kambing kurban, lalu disembelih dihalaman
rumah. Melihat bagaimana binatang malang itu berjuang agar bisa lari
dan bagaimana dia merintih dan menggerak2kan kakinya setelah lehernya
dibelah membuat saya membenci dan mengutuk ritual kurban ini.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Malamnya, kakek dari ibu, satu2nya orang religius dikeluarga saya,
bercerita tentang Ibrahim dan anaknya Ismail. Bagaimana Tuhan meminta
Ibrahim membawa anaknya kesuatu tempat dan menyembelihnya untuk
menunjukkan kesetiannya pada Tuhan. Dan ketika dia menempelkan pisau
keleher anaknya, dia mendengar suara kambing dan lalu jadi menyembelih
kambing sebagai pengganti anaknya. Itu sebabnya kenapa kami menyembelih
kambing tadi pagi.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Cerita itu menakutkan saya. Malam2 setelah itu diisi oleh mimpi
buruk akan kisah itu. Saya mimpi ayah saya menyembelih saya untuk
menunjukkan kesetiaan pada Tuhannya, saya akan terbangun dengan
keringat dingin dan lalu sadar bahwa saya masih hidup. Akhirnya saya
yakin bahwa Tuhan hanya meminta pada LELAKI untuk mengorbankan anak
LELAKInya dan bukan anak perempuan. Lagipula ngapain ngorbanin anak
perempuan? Secara itu saya bersyukur menjadi perempuan. Kakek dari ibu
saya suka mengajar tentang agama islam. Dia suka bilang, Allah
&lt;br /&gt;
itu Maha Besar, tahu segalanya dan menciptakan manusia serta jagat raya. Lalu dia meminta saya berdoa dalam bahasa arab.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya suka bertanya pada nenek:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Nek, apa Allah tidak mengerti bahasa Persia?
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Well, no&lt;/span&gt;. Kau musti bicara pada Allah dalam bahasa arab.
&lt;br /&gt;
Tapi kakek bilang Allah yg membuat segalanya. Jika dia yang membuat bahasa Persia, lalu kenapa Dia tidak mengerti?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sering mereka terdesak oleh pertanyaan2 semacam itu dan tidak bisa
menjawabnya, hingga saya mengabaikan agama dan islam. Ketidaksukaan
saya pada agama diperkuat ketika saya mempelajari Syariah di SMA. Yang
saya pelajari begitu mempermalukan bagi wanita dan begitu menekan
hingga saya jadi benci kenapa telah membaca buku itu.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya tidak mengerti kenapa perceraian menjadi hak unilateral bagi
pria, atau kenapa wanita harus menyerahkan anak2nya pada keluarga suami
jika sang suami menceraikan dia atau sang suami mati. Kenapa wanita
mewarisi setengah dari pria dan kenapa pria boleh melakukan apa saja
sedang wanita dilarang hak2nya. Kenapa kita selalu harus menunggu kaum
pria selesai makan lalu mulai makan dari sisa2 makan mereka. Kenapa
tubuhku ini milik orang lain bukannya milik saya pribadi? Jika saya
berdiri dipintu depan dan bicara pada tetangga lelaki, setiap kerabat
pria dikeluargaku bertanggung jawab untuk membuatku masuk rumah. Saya
merasa jadi tahanan. Malah, satu2nya pria yang boleh diajak bicara
adalah yang dipilihkan buat saya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tentu saja, salah satu aspek Islam paling menjijikkan bagi saya adalah proses &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: yellow;&quot;&gt;KHASTEGARY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
(penjodohan). Dalam proses ini, kaum pria atau kerabatnya akan mencari
wanita yang cocok bagi kerabat pria mereka. Setiap anggota keluargaku
mengunjungi seorang wanita yang potensial untuk istri paman atau
sepupuku, penilaian atau evaluasi mereka akan si wanita itu membuat
saya muak. Seakan mereka itu sedang BELI BARANG saja. Satu hal yang
paling penting adalah bentuk fisiknya. Tambahan lagi, harus perawan.
Jika keperawanannya ternyata tidak terbukti, orang tua siwanita harus
membayar pada mempelai lelaki serta keluarga lelaki tsb semua biaya
perkawinan, lalu hari berikutnya pernikahan itu dibatalkan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ketika aku remaja di Teheran, saya ikut manyaksikan pernikahan
kerabat. Mempelai wanita baru berumur 14 tahun. Orang tua mereka begitu
khawatir akan keperawanannya hingga mereka &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nempeelll &lt;/span&gt;terus
pada pasangan baru ini, sampai kepintu kamar pengantinnya. Mereka lalu
masuk dan mengambil seprai yang berdarah, hasil diperkosanya anak
mereka dan dengan gagah dan bangga memperlihatkan seprai berdarah itu
pada orangtua mempelai pria sebagai bukti keperawanan anak mereka. Saya
tidak mau diperlakukan demikian dimalam pertama saya !
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Begitu banyak hukum2 dalam islam, hingga akan memadamkan semangat
orang2 berpendidikan seketika. Tapi tetap saja kita dicekoki bahwa
islam itu agama damai. Salah satu hukum ini adalah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;SIGEK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Mutah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; atau perkawinan kontrak sementara. Saya sebut ini &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;pelacuran religius, pelacuran yang disahkan oleh agama.&lt;/span&gt; Pernikahan dalam islam adalah sebuah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kontrak&lt;/span&gt; antara lelaki dan pelindung sang perempuan utk jangka waktu tertentu. Ini sama saja seperti menyewa gedung atau barang.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dalam sebuah pernikahan yang permanen, lelaki menikahi wanita selama 99
tahun, karena tak ada orang yang bisa hidup lebih lama dari itu. Dalam
kenyataannya, kebanyakan suami mati lebih dulu sebelum perioda ini
habis, karena mereka menikah diusia akhir 30an atau awal 40an. Wanita
yang dilepas oleh pelindungnya ketika mereka masih sangat muda, punya
kesempatan untuk hidup SENDIRI selama sisa hidup mereka. Dalam
pernikahan kontrak, lelaki menentukan jangka waktu kontrak nikah tsb.
Dia meminta seorang wanita atau pada pelindung wanita tsb apakah mau
dinikahi utk jangka waktu tertentu, mulai dari 10 menit sampai sejam,
seminggu, atau beberapa bulan dengan imbalan uang sebanyak yang mereka
tentukan. Jika si wanita atau pelindungnya setuju dengan kontrak itu,
maka mereka jadi menikah dan pernikahan itu otomatis batal jika
waktunya telah habis. Dalam kenyataannya, ini adalah cara legal bagi
lelaki untuk menikmati tubuh wanita tanpa komitmen jangka panjang.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Hukum Islam yang barbar lainnya adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;MOHALEL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Seorang lelaki &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;membayar lelaki lain utk menikahi Janda Cerai talak tiga bekas dia untuk semalam saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,
berhubungan seks dengan janda itu lalu esok harinya menceraikannya,
agar sang bekas suami ini bisa menikahi kembali istri yang ditalak
tiganya itu. Beberapa tahun lalu, salah satu saudara saya menceraikan
istrinya, karena marah dia tidak sengaja memberi talak tiga, lalu
menyesal dan ingin kembali dengan bekas istrinya itu. Tapi, Mullah
setempat tidak mau menikahkan mereka kembali kecuali si bekas istri
menikahi dulu orang lain, ditiduri lalu dicerai, dengan demikian si
bekas suami ini bisa menikahinya kembali. &lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Shocked&quot; src=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/images/smiles/icon_eek.gif&quot; /&gt;  &lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Shocked&quot; src=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/images/smiles/icon_eek.gif&quot; /&gt; 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya ingat betapa KACAUnya keadaan keluarga itu, persis spt SIRKUS ! 
&lt;br /&gt;
Sang bekas suami begitu panik mencari lelaki yang mau menikahi istrinya
utk semalam saja. Karena sang bekas istri ini seorang wanita yang
sangat cantik dari keluarga terkenal, si bekas suami ini perlu
mendapatkan lelaki yang bisa dia percaya agar betul-betul menceraikan
keesokan harinya. Jadi akhirnya dia meminta salah seorang pegawai
ayahnya untuk menikahi si bekas istri. Si bekas suami membayar
pegawai ini sejumlah uang. Si pegawai menikmati tubuh bekas istrinya
selama semalam, lalu menceraikan besok harinya dan pasangan bekas ini
bisa dinikahkan kembali.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Yang mengejutkan saya adalah bahwa tak satupun wanita dari pihak
keluarga sang wanita memikirkan tentang akibat dari perkosaan satu
malam yang dialami sang bekas istri. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mungkin karena mereka semua merasa telah diperkosa pada malam pertama
oleh orang asing yg dinikahkan kpd mereka sesuai dgn peraturan. Maka
diperkosa lagi oleh orang asing lain hanya untuk semalam tidak
menjadi masalah besar bagi mereka. Malah mungkin mereka berharap
diceraikan agar mereka bisa menikahi lelaki lain yang bisa
memperlakukan mereka lebih baik dari suami mereka sekarang.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Aturan hukum ini membuat saya jijik ! Pertama, pernikahan wanita
diatur, lalu terjadi perkosaan semalam karena kebutuhan rujuk itu 
dan tidak sekalipun pihak wanita dilibatkan dalam diskusi atas
keputusan &lt;br /&gt;
yang dibuat terhdp mereka : mereka diharapkan untuk NRIMO diperkosa
oleh orang asing, pertama karena tekanan orang tua, lalu karena
tindakan sembrono suami mereka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Muslim akan membela peraturan ini dgn mengatakan bahwa hukum ini
dimaksudkan agar lelaki tidak menceraikan istri mereka dengan talak
tiga: jadi ini semacam pencegahan perceraian, gitu ... AH, OMONG KOSONG
! &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Dalam islam, lelaki punya hak untuk menceraikan (ini saja sudah merupakan pelanggaran HAM wanita), dibawah prosedur berikut:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
- Lelaki bisa menceraikan istrinya dengan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;talak satu&lt;/span&gt;
lewat perkataan: saya ceraikan kamu, dan jika mereka lalu bersamaan
kembali, perceraian itu terbatalkan dan mereka bisa menjadi suami istri
kembali. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
- Lelaki bisa menceraikan istrinya&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; talak dua&lt;/span&gt;
dengan berkata : Saya ceraikan kamu, Saya ceraikan kamu  dan lalu
jika mereka melakukan hubungan seks kembali, perceraian itu otomatis
terbatalkan dan mereka bisa menjadi suami istri kembali.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
- Lelaki bisa menceraikan istrinya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;talak tiga&lt;/span&gt;
dengan mengatakan Saya ceraikan kamu, Saya ceraikan kamu, Saya
ceraikan kamu dihadapan saksi. Lalu, jika ingin kembali rujuk, si
istri harus sudah dinikahi dulu oleh lelaki lain dan diceraikannya.
Lelaki lain ini dinamakan MOHALEL.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sering kejadian si MOHALEL ini tidak mau menceraikan si istri
keesokan harinya. Dan si bekas suami tidak bisa berbuat apa-apa jika
itu terjadi.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya rasa aturan hukum ini barbar dan tidak manusiawi karena,
pertama, perasaan dan hak si wanita tidak diperhatikan dan dia
diperkosa untuk semalam oleh orang asing. Kedua, gagasan sang suami
membayar lelaki lain untuk meniduri istrinya utk semalam sangat
menjijikan. Terakhir, Jika si MOHALEL tidak menceraikan si wanita,
wanita itu terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dalam kesengsaraan
(kecuali si MOHALEL kebetulan jauh lebih baik dari bekas suaminya) dan
jauh dari anak2 dari suami pertamanya, jika dia punya anak.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setelah pertunjukan sirkus ini, saya memutuskan utk tidak lagi jadi
Muslim; tapi, saya belum punya keberanian untuk meninggalkan agama ini
sepenuhnya. Saya meninggalkan Iran dengan Kitab Quran kecil disaku dan
meninggalkan yang besar dirumah. Meski saya bukan muslim yang rajin,
tapi saya masih percaya Alloh dan Nabi Muhammad ketika saya
meninggalkan Iran ditahun 1964 utk belajar di Amerika.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setelah saya belajar bahasa inggris, cukup untuk membaca, saya
membaca Quran terjemahan inggris. Saya tidak pernah membaca (dalam arti
&#039;mengerti&#039;) Quran. Ketika saya meninggalkan Iran, tidak ada terjemahan
bhs Persia atau mungkin saya tidak tahu apakah ada terjemahan Persia
atau tidak. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;Saya baca ayat2 Quran dalam bahasa inggris. Saya kaget akan surah2 itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, terutama Surah AL AHZAB, dimana katanya Tuhan berkata pada Muhammad:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: &amp;quot;Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&amp;quot;. Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu (33.59).&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah sejauh itukah wanita harus menutupi dirinya? Dan
lagipula, kenapa demikian? Apakah harta wanita itu ada dibawah pusar
atau didalam kepalanya? Kelakuan Muslim didalam keluarga dan tetangga
saya membuat saya mengerti bahwa &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;harta wanita itu ada dalam keperawanannya sebelum menikah dan vaginanya setelah menikah.&lt;/span&gt;
Saya menolak itu. Lalu saya baca lagi Quran serta buku2 lain, dan
setelah membaca semua itu saya yakin bahwa agama ini akan menghancurkan
kemampuan manusia untuk berpikir dan bertindak sesuai akalnya. Saya
membuat daftar ayat2 itu:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;[2.223] Istri-istrimu adalah (seperti) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;tanah tempat kamu bercocok-tanam&lt;/span&gt;, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;[4.34] Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka
nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;pukullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mereka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Aku berdiri dipinggiran neraka dan kulihat mayoritas penghuni neraka
adalah wanita. Nabi Muhammad (Sahih Bukhari, Sahih Muslim Volume 4,
Book 54, No.464)
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lebih baik berkubang dalam kotoran babi daripada menyalami tangan wanita&lt;/span&gt;. Ulama Islam di Indonesia.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Surga wanita ada dikaki &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;suaminya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Wanita hanya boleh terkena matahari tiga kali dalam hidupnya. Ketika lahir, ketika menikah dan ketika mati.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Belakangan dalam risetku ttg islam, saya mengetahui akan pernikahan
sang Nabi dengan istri pertamanya, nabi berumur 24 tahun dan istrinya
16 tahun lebih tua. Istrinya, Khadijah, seorang kaya, janda dua kali
cerai yang melamar Muhammad. Lalu setelah Khadijah mati diumur 72 th,
ketika nabi berumur 53 tahun, dia menikahi bocah wanita Aisha berumur
TUJUH tahun. Melakukan seks dengan bocah itu ketika ia berumur 9 tahun
dan mengumumkannya sebagai Ibu semua Muslim (Ummul Mukminin) ketika
nabi meninggal, saat Aisha baru berumur 18 tahun, ia divonis agar tidak
boleh menikah lagi seumur hidupnya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pada 8 sampai 10 tahun terakhir kehidupannya, Muhammad menikahi
sekitar 15 sampai 46 wanita. Muslim2 soleh bilang bahwa wanita2 ini
semuanya janda dan kesusahan, tidak ada yang menolong hingga sang nabi
menolong mereka dengan menikahinya, dengan perintah Allah. Saya melihat
alasan ini sangat memuakkan. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aisha&lt;/span&gt;,
yang dinikahi Muhammad ketika berumur 7 tahun, masih anak2, dan ayahnya
baru jadi muslim cuma beberapa tahun saja sebelum dia lahir. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Zainab&lt;/span&gt; menikah dengan anak
angkat sang nabi dan cukup bahagia, sampai Muhammad meminta dengan
halus pada Zaid untuk menceraikan Zainab agar sang nabi bisa
menikahinya sendiri. Agar mendapat persetujuan dari suku Quraish,
karena menikahi istri anak sendiri termasuk aib, Muhammad membawa-bawa
ijin Allahnya, dia bilang seorang muslim tidak boleh mengangkat anak,
dengan demikian Zaid tidak lagi menjadi anaknya, meski sebelumnya telah
dia angkat anak sebelum menjadi nabi, dan dg demikian sah pulalah dia
untuk menikahi Zainab. Itulah alasan utama kenapa Adopsi dilarang
islam. Tambahan, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Rayhanah&lt;/span&gt; adalah seorang istri yang sangat cantik, suaminya dipancung oleh nabi bandit ini dan dia &#039;dinikahi&#039; pada hari yang sama. 
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Wanita-wanita ini semua BUKAN JANDA, jika jandapun itu karena perbuatan
Muhammad. Tentu saja mereka butuh orang utk mengurusi mereka, apalagi
setelah orang yang mengurus mereka dibunuh Muhammad.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ketika kubaca kisah2 tsb, perasaanku langsung MELEDAK ! Bagaimana
bisa begitu banyak orang didunia ini mengikuti seorang penganiaya dan
penista wanita? Bagaimana bisa kakekku menjadikan aku muslim ketika
berumur enam hari demi mengikuti seorang bajingan kriminal ini? Lalu
aku menyimpulkan bahwa kakekku tidak tahu tentang ini. Atau, jikapun
dia tahu, dia menerimanya secara pasrah karena ia dibesarkan oleh
budaya barbar itu sendiri dan tidak tahu mana yang benar, mana yang
salah.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ketika anakku lahir, aku tidak memberinya agama apapun. Saya tidak
memberinya pendidikan religius tentang Allah dan nabinya. Malah, saya
tidak menyunat anakku itu. Imanku pada tuhan terkikis pada 1 April
1979, seiring dengan pendirian Pemerintahan Tuhan Republik Islamik
Iran, tanah kelahiranku  ketika negara ini mengalami kemunduran
kejaman kegelapan karena pendirian hukum syariah. Para WANITAlah &lt;br /&gt;
yang menjadi KORBAN pertama penganiayaan Islami. Lebih dari 130 tahun
perjuangan dinihilkan oleh pemimpin religius jaman barbar. Terlucuti
hak2 konstitusionalnya, para wanita menjadi warganegara kelas kambing.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Bulan Maret 1979, Khomeini menetapkan hijab (jilbab) sebagai sebuah
perlambang perjuangan melawan imperialisme dan kerusakan. Dia
menyatakan bahwa &lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Wanita
tidak boleh masuk kenegara Islamik Iran dengan kepala tidak tertutupi.
Mereka boleh terus bekerja asal mereka pakai jilbab&lt;/span&gt; (Kayhan, Maret 1979).
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Mentri Pendidikan menetapkan gaya dan warna dari pakaian bagi wanita
pelajar, hitam, lurus dan tertutup dari kepala sampai ujung kaki bagi
wanita diatas umur 6 tahun. Untuk menekan perlawanan dari wanita akan
aturan ini, pemerintah mendirikan unit khusus yang melakukan patroli
untuk mengawasi apakah para wanita taat pada aturan ini atau tidak,
dijalan-jalan, tempat umum, dll.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pemerintahan Islam ini bahkan bertindak lebih jauh lagi. Selama 28
tahun terakhir, kondisi wanita sangat menurun. Tapi, meski banyaknya
siksaan (cambuk, rajam, penjara dan pemisahan dari keluarga), wanita2
Iran tidak kehilangan semangat perjuangan mereka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dibawah aturan islam, hukum perlindungan keluarga digantikan.
POLIGAMI ditetapkan. Republik Islam secara penuh mendukung praktek
poligami. Pernikahan Mutah (kawin kontrak sementara) disahkan.
Hasilnya, lelaki bisa menikahi empat istri permanen dan sebanyak
mungkin istri kontrak.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Kebanyakan orang Eropa punya gundik. Untuk
apa kita menahan insting manusiawi? Ayam jago saja memuaskan nafsunya
pada beberapa ayam betina, kuda jantan pada beberapa kuda betina.
Wanita punya saat-saat dimana tidak bisa digauli sementara lelaki
setiap saat bisa aktif. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
- Ayatollah Ghomi, Le Monde, 20 Januari 1979.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tugas khusus wanita dalam masyarakat adalah menikah dan melahirkan
anak. Mereka dilarang ikut serta dalam karir legislatif, hukum atau
karir apapun yang membutuhkan pembuatan keputusan, karena &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;wanita kurang pintar&lt;/span&gt;, tidak punya kemampuan intelektual dan karir2 tsb membutuhkan kepintaran ini. 
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;- Ayatollah Mutahar (salah seorang ideolog utama Republik Islam Iran) dalam tulisannya The Question of Veil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nilai wanita = 1/2 dari pria ?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Menurut klausa hukum nomor 33 dan 91, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;qisas&lt;/span&gt;
(Aturan ganti rugi islam), nilai kesaksian seorang wanita dianggap
berharga setengah dari kesaksian satu pria. Menurut Hukum Pidana Islam
yang dipraktekkan di rejim Iran sekarang ini, seorang wanita berharga
1/2 dari seorang pria.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Menurut klausa nomor 6, Jika seorang wanita membunuh seorang pria,
keluarga pria punya hak utk mendapatkan sejumlah uang yang dibayarkan
sebagai kompensasi dari terbunuhnya kerabat tsb, sebaliknya, jika
seorang pria membunuh seorang wanita, pembunuh tsb harus membayar uang
darah sebanyak setengah dari yang ditetapkan jika ia membunuh pria,
dibayarkan pada pelindung wanita tsb.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Th 1991, Jaksa Penuntut Umum Iran menyatakan bahwa&lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt; siapapun yang menolak prinsip jilbab adalah orang murtad dan dihukum sebagai orang murtad dibawah Hukum Islam, yaitu MATI!&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Wanita2 yg dihukum mati tidak akan dihukum selama mereka masih
perawan. Jadi mereka secara sistematis DIPERKOSA TERLEBIH DAHULU
sebelum hukuman mati itu dijalankan. &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Sementara itu, sebuah laporan dari Perwakilan Khusus Komisi HAM PBB di Republik Islam Iran, th. 1992 menyatakan:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;&amp;quot;Memperkosa tawanan wanita, khususnya
perawan, yang dituduh menentang rejim, adalah sebuah praktek
sehari-hari yang normal di tempat tahanan Republik Islam, dan dengan
melakukan itu, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;para ulama menyatakan bahwa mereka mengacu pada kebaikan dari hukum dan prinsip ISLAM, mencegah seorang perawan masuk surga.&lt;/span&gt;
Para Mullah percaya bahwa wanita perawan akan masuk surga jika
meninggal, dan para wanita terhukum yang nista ini tidak pantas masuk
surga, maka mereka diperkosa terlebih dahulu agar mereka yakin para
wanita nista itu masuk neraka.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Bukti lain dari perlakuan terhadap wanita ini dinyatakan dalam artikel
115 konstitusi Islam yang jelas2 menyatakan bahwa Presiden negara ini
harus dipilih dari kaum pria yang berdedikasi dan takut Allah; ini
artinya seorang wanita bukan saja tidak bisa jadi presiden tapi juga
tidak punya hak untuk menjadi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Valiat-e-Faghih&lt;/span&gt; (pemimpin spiritual) atau posisi pemimpin dalam sebuah negara muslim.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Wanita2 Iran tidak boleh menikahi orang asing kecuali dgn ijin tertulis
dari Mentri Dalam Negri. Kementerian Dalam Negeri Dirjen Urusan
Kewarganegaraan dan Immigrasi, Ahmad Hosseini, menyatakan pada 30 Maret
1991: Pernikahan antara wanita iran dan orang asing akan menciptakan
banyak masalah bagi wanita dan anak2 mereka dikemudian hari, karena
pernikahan ini tidak secara hukum diakui. Pendaftaran religius akan
pernikahan demikian tidak akan dianggap sebagai dokumentasi yang cukup
utk memberikan pelayanan hukum bagi keluarga ini. Juga,&lt;span style=&quot;color: darkred;&quot;&gt; Wanita yang sudah menikah tidak boleh bepergian keluar negeri tanpa ijin tertulis dari suami mereka.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Lihat juga: &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.homa.org/&quot;&gt;http://www.homa.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Thu, 02 Oct 2008 21:38:43 +0200</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://jube.supersized.org/archives/90-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Kesaksian Ali Sina (2/2)</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/89-Kesaksian-Ali-Sina-22.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/89-Kesaksian-Ali-Sina-22.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=89</wfw:comment>

    <slash:comments>9</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=89</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;Jalan dari iman ke pencerahan terdiri dari tujuh lembah.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah pertama&lt;/span&gt; adalah Kaget
(Shock/Kejut). Setelah membaca Quran, pemikiran saya tersentak kaget.
Saya mendapatkan diri saya berhadapan muka dengan kebenaran dan saya
takut utk menatapnya. Pastinya bukan itu yang saya harapkan utk saya
tatap. Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, mengutuk atau memaki
siapa-siapa. Saya temukan kemustahilan dari Islam dan ketidak manusiaan
Pengarang Quran dengan membacanya. Dan saya Kaget. Hanya,
kekagetan/Kejutan inilah yg membuat saya sadar dan berhadapan dengan
kebenaran. Sayangnya, hal ini adalah sebuah proses yg sulit dan
menyakitkan. Para pengikut Muhammad harus melihat Kebenaran Nyata dan
mereka haruslah terkejut. Kita tidak bisa terus menerus menutupi
kebenaran dengan yang manis-manis. Kebenaran itu terasa pahit dan harus
diterima. Fakta2 itu sangat keras kepala, tidak mau pergi2. Hanya
dengan demikianlah proses pencerahan bisa dimulai.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Karena setiap orang itu tingkat sensitivitasnya berbeda, yang
dirasakan sebagai shock bagi orang lain mungkin bukan shock bagi yang
lainnya. Tapi bahkan sebagai seorang lelakipun saya shock ketika
membaca bahwa Muhammad memerintahkan pengikutnya utk memukul istri2
mereka dan menyebut wanita itu kurang pintar. Tapi saya sudah
mengenal banyak wanita muslim yang tidak sulit menerima perintah ini.
Bukan karena mereka itu kurang pintar atau mereka percaya bahwa
penghuni neraka itu kebanyakan wanita hanya karena nabi bilang begitu,
tapi karena mereka menjegal, memblok informasi tsb. Mereka baca tapi
tidak meresapinya. Mereka dalam mode penyangkalan. Tindakan
penyangkalan berlaku sebagai perisai yang menutupi dan melindungi
mereka, yang membantu mereka menghadapi sakitnya realitas. Sekali saja
perisai itu dilepas, tak ada satupun yang bisa mengembalikannya. Pada
titik ini kepercayaan mereka harus diserang dari segala arah. Kita
harus membombardir mereka dengan ajaran mengejutkan lainnya dari Quran.
Mereka mungkin punya titik kelemahan. Itulah yang diperlukan: Shock
yang tepat. Shock itu menyakitkan tapi bisa menyelamatkan. Shock
dipakai dokter utk mengembalikan kehidupan pada para pasien.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Utk pertama kalinya, internet telah mengubah Keseimbangan Kekuatan.
Sekarang kekuatan brutal senjata, penjara dan pasukan pembunuh tidak
berdaya dan tinta jauh lebih berbahaya. Utk pertama kalinya, para
muslim tidak bisa menghentikan kebenaran dengan membunuh pembawa
pesannya. Sekarang banyak diantara mereka bersentuhan dengan kebenaran
dan merasa tdk berdaya. Mereka ingin membungkam suara ini tapi tidak
bisa. Mereka ingin membunuh pembawa pesan, tapi tidak bisa. Mereka
mencoba mem-ban (melarang) situs2 yang mengungkapkan agama sesembahan
mereka; kadang mereka berhasil sementara, tapi kebanyakan gagal. Saya
membuat sebuah situs utk mengajar muslim tentang islam yang sebenarnya.
Saya pasang di tripod.com. Para islamis memaksa tripod utk menutupnya
dan secara pengecut eksekutif Tripod memenuhi keinginan mereka. Saya
dirikan domain dan situs saya lagi dalam waktu dua minggu saja. Dg
demikian, cara kuno dengan membunuh murtadin, membakar buku2 mereka,
dan membungkam dengan teror tidak bisa dipakai lagi. Mereka tidak bisa
mencegah orang utk membaca. Meski situs saya dilarang si Saudi Arabia,
Emirat dan banyak negara2 lain, sejumlah besar muslim yang tidak pernah
tahu kebenaran tentang islam telah dikenalkan dengan kebenaran utk
pertama kalinya, dan terkaget-kaget.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya bertemu seorang wanita di internet yang telah masuk islam, ia
mulai memakai jilbab. Dia punya situs web dengan fotonya yang tertutup
dengan cadar hitam bersama dengan kisahnya tentang bagaimana dia
menjadi muslim. Dia sangat aktif dan suka memberi nasihat pada yang
lain agar jangan membaca situs saya. Tapi, ketika dia membaca kisah
dari Safiyah, wanita yahudi yang ditangkap Muhammad dan diperkosa
dihari yang sama ketika ayah, suami serta kerabatnya dibunuh, dia
terkaget-kaget. Dia bertanya pada muslim lain tentang ini, tapi
percuma. Pintu itu terbuka dan dia tertendang keluar dari ruang
pembodohan. Dia terus menulis pada saya dan bertanya-tanya. Akhirnya,
dia mampu meliwati tahap2 mulai dari percaya buta hingga kepada
pencerahan dengan sangat cepat dan berterima kasih pada saya karena
telah membimbing dia melalui jalan yang berliku itu. Dia menarik diri
dari situsnya di Yahoo! Islamic club.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Jika orang tahu tentang kehidupan najisnya Muhammad dan
kemustahilan dari Quran, mereka kaget. Saya ingin menelanjangi Islam:
menulis kebenaran tentang hidup najisnya Muhammad, kata2 kebenciannya,
pengakuan tak berdasarnya; dan membombardir muslim dengan fakta2.
Mereka akan marah, mengutuk, menghina dan bilang bahwa setelah membaca
artikel2 saya iman mereka MAKIN KUAT. Tapi itulah saatnya saya tahu
bahwa saya telah menanam bibit keraguan dalam benak mereka. Mereka
bilang semua ini karena mereka kaget dan telah masuk TAHAP
PENYANGKALAN. Bibit keraguan telah tertanam dan akan tumbuh berkembang.
Pada diri sebagian orang itu akan memakan waktu tahunan, tapi jika
dibiarkan akan tumbuh membesar pada akhirnya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ragu adalah berkat terbesar yang bisa kita berikan pada satu sama
lain. Ragu adalah Berkat bagi Pencerahan. Keraguan akan membebaskan
kita, akan memajukan pengetahuan dan akan mengungkap misteri2 jagat
raya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Salah satu rintangan utk dilalui adalah tradisi dan nilai2 yang
salah yang dimasukkan dalam diri kita selama ribuan tahun berdirinya
Islam. Dunia masih menghargai agama dan menganggap bahwa keraguan
adalah pertanda kelemahan. Orang2 banyak membicarakan orang2 beriman
dengan rasa kekaguman dan menghina orang yang lemah iman. Kita
diperkosa oleh nilai2 kita sendiri.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Keraguan, dilain pihak, punya arti sebaliknya. Artinya adalah
berkemampuan untuk berpikir mandiri, bertanya dan menjadi skeptis. Kita
berhutang sains dan peradaban modern kita pada orang2 (lelaki dan
wanita) yang meragukan banyak hal  bukan mereka yang percaya banyak
hal. Mereka yang ragu itulah yang menjadi pionir/pelopor; mereka
Pemimpin2 Pemikiran Baru. Mereka filsuf2; pencipta2 dan penemu2. Mereka
yang percaya, yg hidup dan mati sebagai pengikut, sedikit sekali atau
malah bisa dibilang tidak menyumbang pada kemajuan sains dan pengertian
umat manusia.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setelah dikejutkan, atau mungkin secara simultan, penyangkalan.
Mayoritas muslim akan terjebak dalam penyangkalan ini. Mereka tidak
bisa dan tidak mau mengakui bahwa Quran Cuma tipu-tipu belaka. Mereka
jungkir balik mencoba menjelaskan hal yang tidak bisa dijelaskan,
jungkir balik mencoba menemukan mukjijat didalamnya dan akan rela
membengkokkan semua aturan logika utk membuktikan bahwa Quran itu
benar.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setiap kali mereka terkena efek kejut dari pernyataan mengejutkan
dalam Quran atau tindakan menjijikan yg dilakukan Muhammad, mereka
ngumpet dalam penyangkalan. Ini yang kulakukan dalam fase pertama
Perjalanan saya. Penyangkalan adalah tempat aman. Ketidak relaan utk
mengakui bahwa anda telah ditendang dari ruang pembodohan. Anda
mencoba utk kembali, tidak mau mengambil langkah pertama utk menjauhi
pintu ruang itu. Dalam penyangkalan anda menemukan zona nyaman. Dalam
penyangkalan anda tidak merasa tersakiti, segala sesuatu oke oke saja;
segala sesuatu is fine.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Kebenaran itu sangat menyakitkan, khususnya jika orang telah
terbiasa dijauhkan dari kebenaran sepanjang hidupnya. Tidak mudah bagi
seorang muslim untuk melihat Muhammad apa adanya. Ini sama seperti
bilang pada anak kecil bahwa ayahnya adalah seorang penjahat besar,
pemerkosa dan pencuri. Anak yang mengidolakan ayahnya tidak akan mampu
menerima hal itu, meskipun jika semua bukti2 nyata ditunjukkan padanya.
Kejutannya akan sangat besar hingga yang mampu dia lakukan hanya
menyangkal. Dia akan menyebut anda pembohong, membenci anda hingga
ingin menyakiti anda, mengutuk, menganggap musuh, bahkan akan meledak
dalam kemarahan dan membunuhmu.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ini adalah TAHAP PENYANGKALAN. Sebuah mekanisme Self-Defense
(Pertahanan Diri). Jika rasa sakit terlalu besar, penyangkalan akan
menghilangkannya. Jika seorang ibu diberitahu anaknya mati dalam
kecelakaan, reaksi pertama dia sering berupa penyangkalan. Disaat
bencana besar menimpa, orang biasanya diliputi oleh rasa letih dan
merasa bahwa semua itu hanya mimpi buruk dan pada akhirnya dia nanti
akan bangun dan segalanya oke-oke saja. Sayangnya, fakta itu keras
kepala dan tidak mau pergi. Orang bisa saja hidup dalam penyangkalan
utk sementara tapi cepat atau lambat kebenaranlah yang harus dia
terima.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Muslim diselimuti oleh kebohongan. Karena bicara hal yang menentang
Islam bisa dihukum mati, tak seorangpun berani mengatakan kebenaran.
Mereka yang melakukannya tidak hidup lama. Mereka dengan cepat
dibungkam. Jadi bagaimana bisa anda tahu kebenaran jika semua yang anda
dengar Cuma kebohongan2? Disatu pihak Quran mengklaim sebagai mukjijat
dan menantang setiap orang utk membuat Surah sepertinya:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dan jika
kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur&#039;an yang Kami wahyukan kepada
hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur&#039;an
itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang
yang benar. Q2.23&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tapi lalu memerintahkan pengikutnya utk membunuh siapa saja yang berani
mengkritik atau menantangnya. Jika anda berani mengambil tantangan dan
membuat surah sejelek Quran, anda akan dituduh telah mengejek Islam,
dimana hukumannya adalah mati. Dalam atmosfir ketidak jujuran dan
penipuan ini, kebenaran jadi korbannya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Rasa sakit karena berhadapan dengan kebenaran dan menyadari semua
yg kita percaya Cuma bohong sangatlah menyengsarakan. Mekanisme dan
cara alami satu-satunya utk menghadapi itu hanya penyangkalan.
Penyangkalan menghilangkan rasa sakit. Sebuah berkat yang membuat
nyaman, meski seperti menyembunyikan kepala dalam tanah belaka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Orang tidak bisa hidup dalam penyangkalan selamanya, cepat atau
lambat malam akan tiba dan dingin akan menyelimutinya dan akhirnya anda
sadar bahwa anda sudah ditendang dari ruang pembodohan. Pintu telah
tertutup dan kunci telah dibuang. Anda tahu terlalu banyak. Anda orang
buangan. Dengan gentar anda menatap jalan yang berliku yang samar-samar
dalam temaram sinar ketidak menentuan, dan pelahan anda terpaksa
mengambil langkah pertama kearah takdir tak dikenal. Anda menggapai
dan tersandung-sandung, mencoba tetap fokus. Tapi rasa takut
menyelimuti anda dan tiap kali mencoba lari balik ke ruangan itu anda
sekali lagi berhadapan dengan pintu yang tertutup.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Mayoritas muslim hidup dalam penyangkalan. Mereka tinggal didalam
ruang pembodohan. Mereka tidak bisa keluar atau lari dari situ. Mereka
yang ada paling dalam adalah mereka yang tidak pernah beranjak pergi.
Yang disediakan bagi orang2 beriman, mereka yang tidak pernah ragu
setitikpun, mereka yang tidak mau berpikir. Mereka percaya apa saja.
Jika dikatakan malam itu siang dan siang itu malam, akan ditelan
mentah2 oleh mereka. Mereka percaya begitu saja bahwa Muhammad naik ke
surga ketujuh, bertemu Tuhan, membelah bulan dan bicara dengan para
jin.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Para orang percaya in itidak akan pernah bisa melihat kebenaran
jika mereka secara permanen ditutupi oleh kebohongan. Semua yang mereka
dengar selama ini Cuma kebohongan bahwa Islam itu baik dan kalau saja
para muslim mempraktekan islam sejati, dunia akan menjadi surga; bahwa
masalah2 dalam islam adalah kesalahan orang2nya (muslim). Ini semua
bohong. Kebanyakan orang2 muslim adalah orang2 baik. Mereka tidak lebih
buruk atau lebih baik dari orang lainnya. Islamlah yang membuat mereka
melakukan kekejian2. Para muslim yang melakukan kekejian itulah yang
sungguh2 islam sejati. Islam memunculkan insting kejahatan didalam diri
orang. Semakin islami seseorang, semakin haus darah orang itu, semakin
penuh kebencian dan semakin menjadi zombie orang tsb.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ingin sekali saya menyangkal semua yang kubaca ini. Saya ingin
percaya bahwa arti sesungguhnya dari Quran itu bukan begini, tapi tidak
bisa. Saya tidak bisa lagi membodohi diri sendiri dengan bilang bahwa
ayat2 tidak manusiawi ini diartikan keluar konteks. Quran tidak punya
konteks. Ayat2nya berjubelan, berdesakan secara acak, kadang tidak ada
koherensi satu sama lain.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Mereka yang baca artikel saya dan tersakiti akan apa yang saya
katakan tentang Quran dan Islam sebenarnya beruntung. Mereka bisa
menyalahkan saya. Mereka bisa membenci saya, mengutuk dan mengarahkan
semua kemarahan mereka pada saya. Tapi, ketika saya membaca Quran dan
mempelajari isinya, saya tidak bisa menyalahkan siapapun. Setelah
meliwati TAHAP KEJUTAN DAN PENYANGKALAN, saya bingung dan menyalahkan
diri sendiri. Saya membenci diri kenapa memakai otak, kenapa meragukan
hingga menemukan kesalahan dari sesuatu yang saya anggap sebagai
perkataan Tuhan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Seperti muslim lain, saya dibohongi dan menerima saja semua
kebohongan, kemustahilan dan ketidak manusiawian. Saya dibesarkan
sebagai orang yang religius. Saya percaya semua yang diajarkan.
Kebohongan2 ini diberikan pada saya pelahan2 dalam dosis2 kecil, sejak
masa kanak2. Saya tidak pernah diberi alternatif lain utk perbandingan.
Ini sama seperti vaksinasi. Saya kebal akan kebenaran. Tap ketika mulai
baca Quran secara serius sampai tamat dan mengerti apa isinya, saya
merasa pusing. Semua kebohongan2 itu mendadak muncul dihadapan saya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar semuanya dan menerima begitu saja. Dulu
pemikiran rasional saya beku. Saya jadi tidak sensitif pada
kemustahilan dari Quran. Ketika saya menemukan hal yang tidak masuk
akal, saya kesampingkan dan bilang pada diri sendiri, kita harus lihat
gambarannya secara luas. Gambaran Luas tsb, ternyata tidak ditemukan
dimanapun kecuali dalam benak bodoh saya belaka. Saya menggambarkan
Islam yang sempurna; jadi semua kemustahilan tidak mengganggu saya
karena saya tidak perhatikan. Ketika saya baca seluruh Quran, saya
menemukan gambaran yang sangat berbeda dari yang ada dalam benak saya
selama ini. Gambaran baru islam muncul dari halaman2 Quran yang keji,
tidak toleran, irasional, arogan; jauh dari islam agama damai,
kesetaraan dan toleransi.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dalam kemustahilan ini, saya harus menyangkal agar tetap waras.
Tapi sampai berapa lama saya bisa menyangkal kebenaran ketika kebenaran
itu bersinar begitu terangnya seperti matahari diwajah saya? Saya
menbaca Quran Arab agar tidak bisa menyalahkan terjemahan. Lalu saya
baca terjemahannya. Saya sadar banyak terjemahan yang tidak begitu
tepat. Para penterjemah berusaha keras menyembunyikan ketidak
manusiawian dan kekejian Quran dengan memelintir kalimat dan
menambahkan perkataan mereka sendiri dalam kurung utk memperlunaknya.
Quran Arab jauh lebih mengejutkan dari yang terjemahan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya bingung dan tidak tahu harus lari kemana. Iman saya terguncang
dan dunia saya jatuh bangun. Saya tidak bisa lagi menyangkal yang saya
baca. Tapi, saya tidak mau menerima kemungkinan bahwa ini semua hanya
kebohongan besar. Gimana bisa begitu, saya bertanya terus, gimana bisa
begitu banyak orang tidak melihat kebenaran tapi saya melihatnya?
Gimana bisa orang besar seperti Jalaladin Rumi tidak melihat Muhammad
sebagai penipu dan Quran sebagai tipuannya, tapi saya bisa melihatnya?
Saat itu lah saya memasuki TAHAP RASA BERSALAH.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Rasa salah ini berbulan2 membebani saya. Saya benci diri sendiri
karena berpikiran seperti ini. Saya merasa Tuhan sedang menguji saya.
Saya malu. Saya bercakap-cakap dengan orang2 terpelajar yang saya
percaya, orang yang bukan saja berpengetahuan banyak tapi yang saya
pikir juga bijaksana. Yang saya dengar sedikit sekali menyejukkan hati
saya. Salah seorang malah menyarankan jangan dulu baca Quran utk
sementara. Dia bilang sholatlah dan baca buku2 yang menguatkan iman
saya saja. Saya lakukan itu, tapi tidak membantu. Pemikiran tentang
kemustahilan, kekejian dan keanehan ayat2 Quran terus berputar2 dalam
pemikiran saya. Tiap kali melihat lemari buku dan menatap Quran, saya
merasa sakit didalam diri. Saya ambil dan sembunyikan dibelakang buku
lain. Saya pikir jika tidak memikirkannya utk beberapa waktu, pemikiran
negatif saya akan hilang dan iman saya akan kembali lagi. Tapi tidak
begitu. Saya menyangkal sebisa saya, sampai tidak sanggup lagi. Saya
terkejut, bingung, merasa bersalah dan semua itu sangat menyakitkan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Perioda rasa bersalah ini berakhir terlalu lama. Satu hari saya
memutuskan CUKUP!! Saya bilang ini bukan salah saya. Saya tidak mau
menanggung rasa salah ini terus menerus, memikirkan hal2 yang tidak
masuk akal saya. Jika Tuhan memberi otak pada saya, ini karena Dia
kepingin saya memakainya. Jika yang saya anggap benar dan salah
dibanding Quran ternyata terbalik-balik, maka itu bukan salah saya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Dia mengatakan pembunuhan itu salah, dan saya
tahu itu salah karena saya sendiri tidak mau dibunuh. Lalu kenapa
UtusanNya membunuh begitu banyak orang tak bersalah dan memerintahkan
pengikutnya membunuh mereka yang tidak percaya? &lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Jika pemerkosaan itu salah, dan saya tahu itu salah karena saya tidak
mau hal itu terjadi pada orang yang saya cintai, lalu kenapa Nabi Allah
memperkosa para wanita yang tertangkap dalam perang?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Jika perbudakan itu salah, dan saya tahu itu salah karena saya juga
tidak suka kehilangan kebebasan dan jadi budak, lalu kenapa nabinya
Tuhan memperbudak begitu banyak orang dan membuat dirinya kaya dengan
menjual para budak itu?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Jika memaksakan agama itu salah, dan saya tahu itu salah karena
saya juga tidak mau orang lain memaksa saya masuk agama dia, lalu
kenapa Nabi menyerukan Jihad dan memerintahkan para pengikutnya untuk
membunuh orang kafir, merampas harta mereka dan membagikan wanita serta
anak2 sebagai rampasan perang?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Jika Tuhan mengatakan sesuatu itu baik, dan saya tahu itu baik
karena terasa baik bagi saya dan semua orang, lalu kenapa NabiNya
melakukan kebalikan dari semua itu?&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Ketika rasa salah ini terangkat dari pundak saya, cemas, kecewa dan
sinisme muncul. Saya merasa sedih karena telah membuang percuma banyak
tahun2 dalam hidup saya, dan sedih pada semua muslim yang masih
terperangkap dalam kepercayaan bodoh ini, sedih bagi mereka yang telah
kehilangan nyawanya dalam nama doktrin palsu ini, sedih bagi para
wanita di semua negara islam yang menderita segala macam aniaya dan
tekanan. Mereka itu bahkan tidak sadar bahwa mereka sedang dianiaya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Terpikir oleh saya semua perang yang dilakukan atas nama agama 
begitu banyak orang mati sia-sia. Jutaan muslim meninggalkan rumah dan
kerabat utk berperang atas nama Allah, tidak kembali, mereka pikir
mereka sedang menyebarkan iman Allah. Mereka membantai jutaan orang tak
bersalah. Peradaban dihancurkan, perpustakaan dibakar dan begitu banyak
pengetahuan hilang  semuanya utk kesia-siaan. Saya ingat ayah bangun
subuh2 setiap hari dan dengan air sedingin es ketika musim dingin ia
memaksakan diri melakukan wudhu. Sasya ingat pulang ke rumah kelaparan
dan kehausan selama bulan puasa, dan saya pikir jutaan orang yang
menyiksa diri mereka dengan puasa, semuanya sia-sia belaka. Kesadaran
bahwa semua yang saya percayai ternyata kebohongan dan semua yang saya
lakukan Cuma kesia-siaan, dan fakta bahwa jutaan orang masih
terperangkap dalam gurun kebodohan mengejar fatamorgana yang kelihatan
seperti air, sangatlah mengecewakan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sebelum itu, Tuhan selalu ada dalam pikiran saya, saya biasa bicara
padaNya dalam imajinasi saya dan percakapan itu terasa nyata bagi saya.
Saya pikir Tuhan sedang mengawasi dan mencatat setiap tindakan baik
yang saya lakukan. Perasaan ada yang mengawasi, membimbing langkah dan
melindungi saya, sangatlah nyaman. Sulit sekali utk menerima bahwa
ternyata tidak ada yang namanya ALLAH, misalnya ada Tuhan itu, pastilah
bukan ALLAH SWT. Saya tidak berhenti percaya pada Tuhan, tapi sejak
saat itu saya yakin bahwa jika jagat ini ada penciptanya, pastilah
bukan makhluk yang dipuja Muhammad, yang digambarkan Muhammad. Allah
terlalu bodoh, bodoh hingga ketulang-tulangnya. Quran penuh kesalahan.
Tidak mungkin pencipta Jagat begitu bodohnya, sebodoh Tuhannya Quran.
Allah tidak mungkin ada dimana-mana, Allah cuma ada diotaknya orang
gila belaka Saya mengerti bahwa Allah Cuma isapan jempol imajinasi
Muhammad, tidak lebih dari itu. Betapa mengecewakan sekali bagi saya
ketika sadar bahwa saya telah sekian tahun berdoa pada sebuah khayalan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Perasaan hilang dan kecewa ini ditemani oleh rasa sedih dan semacam
rasa depresi, seakan dunia saya runtuh, saya merasa tanah tempat saya
berdiri menghilang dan saya jatuh kedalam jurang yang tak berdasar.
Tanpa membesar-besarkan, saya merasa ada dalam neraka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya kebingungan, minta-minta tolong, tapi tak ada yang bisa
menolong. Saya malu akan pemikiran saya dan benci diri saya karena
berpikir demikian. Rasa salah ini muncul bersamaan dengan rasa
kehilangan dan depresi. Biasanya saya seorang yang berpikir positif,
saya lihat sisi baik dalam segala hal. Saya selalu berpikir hari esok
akan lebih baik dari hari ini. Saya bukan semacam orang yang mudah
depresi. Tapi, perasaan kehilangan ini sangat meluap-luap. Saya masih
ingat rasa berat dalam hati saya. Saya pikir Tuhan telah meninggalkan
saya dan saya tidak tahu kenapa Dia berbuat demikian. Apakah ini
Hukuman Tuhan? Saya terus bertanya diri demikian. Saya tidak ingat
pernah menyakiti siapapun. Saya berusaha menolong orang2 yang hidupnya
bersinggungan dengan hidup saya dan yg meminta tolong. Jadi, kenapa
Tuhan ingin menghukum saya dengan cara ini? Apa dia menguji saya? Lalu
dimana jawaban dari doa2 saya? Jika saya lulus apakah akan jadi bodoh
dan berhenti pake otak? Jika demikian, utk apa dia kasih saya otak?
Apakah hanya orang bodoh saja yang lulus test keimanan ini?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya merasa dikhianati dan diperkosa. Saya tidak bisa bilang
perasaan mana yang lebih dominan. Kadang saya kecewa, sedih atau cemas.
Bahkan jika iman itu palsu, tetap saja terasa manis. Sangatlah nyaman
utk percaya saja.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Mensejajarkan perasaan sedih dan kehilangan, saya merasa
terbebaskan. Anehnya saya tidak lagi merasa bingung atau bersalah. Saya
tahu dengan pasti Quran itu Tipuan dan Muhammad itu penipu.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Utk menaklukan rasa sedih ini saya mencoba menyibukkan diri dengan
aktivitas lain. Bahkan saya ambil les dansa dan merasakan bagaimana
hidup itu sebenarnya, bebas dari rasa bersalah, menikmati kehidupan dan
menjadi normal. Saya sadar betapa banyak yang saya tidak dapatkan dan
betapa bodohnya telah menghalangi diri dari kesenangan2 yg sederhana
sekalipun. Tentu saja, penyangkalan adalah cara kultus melingkup
pengaruh pada pengikutnya. Saya menyangkal diri sendiri dari kesenangan
sederhana sekalipun, hidup dalam rasa takut akan Tuhan yang terus
menerus, dan saya pikir itu normal2 saja. Saya bicara tentang
kesenangan seperti tidur sampai pagi, berdansa, berteman bebas tanpa
pilih gender atau ras, menyeruput segelas anggur dll.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dititik ini, saya memasuki tahap lain dari perjalanan spiritual
saya menuju pencerahan. Saya menjadi marah. Marah karena telah percaya
kebohongan2 itu selama bertahun-tahun, menyia-nyiakan begitu banyak
tahun2 kehidupan saya mengejar hantu. Marah pada budaya saya yang
mengkhianati saya, karena nilai2 salah yang mereka tanamkan; pada orang
tua saya karena mengajarkan sebuah kebohongan; pada diri sendiri karena
tidak berpikir dari dulu, karena percaya kebohongan, karena percaya
pada seorang penipu; pada Tuhan karena membiarkan saya, tidak bertindak
dan menghentikan kebohongan yang dilakukan dalam nama Dia.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ketika saya melihat gambaran jutaan muslim yang, dengan begitu
penuh pengabdian, pergi ke Saudi Arabia, malah banyak dari mereka yg
menghabiskan tabungan mereka utk melakukan Ibadah Haji. Say amarah pada
kebohongan yang membesarkan orang2 ini. Ketika saya baca ada orang yang
mualaf, sesuatu yang sangat disuka muslim utk digembar-gemborkan
kemana-mana dan menjadi isu besar, saya jadi sedih dan marah. Saya
sedih utk jiwa malang itu dan marah pada kebohongan2 yang membuatnya
terperangkap.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya marah pada dunia yang mencoba melindungi kebohongan ini, yang
membelanya bahkan menganiaya orang yang berani angkat suara utk
mengatakan yang sebenaranya. Bukan Cuma orang muslim, bahkan orang
barat sekalipun yang tidak percaya Islam. Oke-oke saja mengkritik
apapun, asal jangan mengkritik Islam. Yang mengherankan saya dan
membuat saya tambah marah adalah perlawanan yang saya dapati ketika
mencoba memberitahu orang lain bahwa Islam bukan kebenaran.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Untungnya, kemarahan ini tidak lama. Saya tahu Muhammad bukan
Utusan Tuhan tapi tukang tipu-tipu, seoarng demagog yang niatnya adalah
membodohi orang dan memuaskan ambisi narsisisnya belaka. Say atahu
semua kisah2 kekanak-kanakan tentang neraka dng api hebatnya dan surga
dg sungai arak, susu dan madu adalah khayalan orang sakit, liar, tidak
waras dan keji dari orang yang sangat butuh utk mendominasi dan
memastikan otoritasnya sendiri.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya sadar saya tidak bisa marah pada orang tua saya; karena mereka
melakukan yang terbaik utk mengajarkan saya apa yang mereka pikir
terbaik. Saya tidak bisa marah pada masyarakat atau budaya karena
orang2 saya juga sama salah informasinya seperti orang tua dan saya
sendiri. Setelah memikirkan ini, saya sadar setiap orang menjadi
korbannya. Ada lebih dari semilyar korban. Bahkan mereka yang menjadi
pelaku sekalipun sebenarnya adalah korban islam juga. Bagaimana bisa
saya salahkan muslim jika mereka sendiri tidak tahu apa yang dimaksud
Islam dan secara jujur mereka percaya, meski salah, bahwa islam adalah
agama damai?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Muhammad? Apa saya harus marah padanya karena
berbohong, menipu dan menyesatkan orang? Bagaimana bisa saya marah pada
orang mati? Muhammad adalah orang sakit yang tidak bisa mengontrol
dirinya sendiri. Dia dibesarkan sebagai yatim dalam rawatan lima orang
tua yang berbeda-beda sebelum dia mencapai umur delapan tahun. Segera
setelah dia dekat pada seseorang, dia dilepaskan dan diberikan pada
orang lainnya lagi. Ini pastilah sulit baginya dan mengubah emosinya.
Sebagai anak kecil, kekurangan cinta dan sayang, dia tumbuh dengan rasa
takut dan kurang percaya diri. Dia menjadi seorang narsisis. Narsisis
adalah orang yang tidak cukup menerima cinta dimasa kanak-kanaknya,
yang tidak mampu mencintai malah lapar perhatian, penghormatan dan
pengenalan. Dia melihat dirinya pantas dipandang oleh orang lain
sekeinginan dia. Tanpa pengenalan demikian dia bukan siapa-siapa. Dia
menjadi seorang manipulator dan pembohong yang menyedihkan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Orang narsisis adalah Pemimpi Hebat. Mereka ingin menaklukan dunia
dan mendominasi semua orang. Hanya dalam angan megalomania merekalah
rasa narsisisme itu dipuaskan. Beberapa narsisis terkenal adalah
Hitler, Mussolini, Stalin, Saddam Husein, Idi Amin, Pol Pot dan Mao.
Orang Narsisis biasanya pintar, tapi secara emosi hancur. Jauh didalam
dirinya mereka adalah orang2 terganggu. Mereka mengeset tujuan yang
sangat tinggi. Tujuan mereka selalu berhubungan dengan dominasi,
kekuasaan dan penghormatan. Mereka bukan siapa-siapa jika diacuhkan.
Orang narsisis sering mencari pembenaran utk memaksakan kuasa mereka
terhadap korban2 tak berdaya mereka. Bagi Hitler adalah partai dan ras.
Bagi Mussolini adalah fasisme atau Kesatuan Bangsa melawan bangsa lain.
Bagi Muhammad adalah agama.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Penyebab2 ini adalah alat semata bagi usaha mereka mencari
kekuasaan. Alih-alih mengenalkan dirinya, orang narsisis mengenalkan
tujuan, ideologi atau agama sambil menyebutkan bahwa dirinya menjadi
satu-satunya otoritas dan wakil dari tujuan2 itu. Hitler tidak meminta
orang Jerman utk mencintai dirinya sebagai pribadi tapi mencintai dan
menghormatinya karena dia seorang Fuhrer. Muhammad tidak meminta orang
utk mematuhinya. Tapi, dia dg mudah menuntut pengikutnya mematuhi Allah
dan UtusanNya. Tentu saja, Allahnya Muhammad Cuma alter ego dirinya
sendiri, jadi semua pengabdian sebenarnya ditujukan pada dirinya.
Dengan cara ini Muhammad bisa menerapkan kuasa atas hidup semua orang
dengan bilang bahwa Dia adalah wakil Tuhan dan apa yang dia katakan
adalah yang diperintahkan Tuhan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Muhammad adalah orang keji tanpa perasaan. Ketika dia merasa orang
Yahudi tidak berguna lagi buatnya, dia berhenti menghormat mereka dan
memusnahkan mereka semua. Dia membantai semua lelaki Bani (Suku)
Quraiza dan mengusir atau membunuh yahudi2 atau kristen2 lain dari
Arabia. Pastinya jika Tuhan mau memusnahkan orang2 ini dia tidak perlu
pertolongan utusanNya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Dg demikian, saya lihat tidak ada alasan utk marah pada orang gila
dan sakit yang sudah mati dulu kala ini. Muhammad sendiri menjadi
korban dari budaya bodoh bangsanya, korban kebodohan ibunya yang tidak
memberi dia kasih saya ketika dia sangat membutuhkannya, malah
memberikannya pada wanita Bedouin yang membesarkannya semata hanya agar
ibunya itu tidak terhalangi dan bisa mendapatkan suami baru.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya tidak bisa mengkritik atau menyalahkan orang2 Arab abad 7 yang
bodoh karena tidak bisa membedakan Muhammad itu orang sakit bukannya
nabi, bahwa janji2 keterlaluannya, mimpi2 hebatnya itu semua hanya
keinginan Muhammad belaka, disebabkan oleh komplikasi emosi patologis
dan bukan karena kuasa Yang Maha Tinggi. Bagaimana bisa saya
menyalahkan Arab2 bodoh itu karena mereka jadi krban orang seperti
Muhammad, padahal abad kemarin saja jutaan orang Jerman jadi korban
yang sama oleh Karisma Narsisis lain, yang seperti Muhammad, membuat
janji2 besar dan sama2 kejinya, sama-sama manipulatif dan ambisiusnya?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Setelah dipikirkan dengan lama dan berat, saya sadar tidak ada satu
orangpun yang bisa jadi sasaran kemarahan saya. Saya sadar kita semua
adalah korban dan sekaligus dikorbankan. Biang kerok dari semua ini
adalah kebodohan. Karena kebodohan kita sendiri yang percaya pada Dukun
Lepus dan dusta2nya, membuat mereka bisa menaburkan benci diantara kita
dalam nama Tuhan, Ideologi dan agama Palsu. Kebencian ini yang
memisahkan kita satu sama lain dan mencegah kita dari kesatuan dan
pengertian bahwa kita semua adalah sama-sama umat manusia, saling
tergantung satu sama lain.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saat itulah kemarahan saya hilang dan berganti dengan perasaan
empati, sayang dan cinta. Saya berjanji pada diri sendiri untuk melawan
kebodohan yang memisahkan umat manusia ini. Kita telah membayar dan
masih membayar besar atas perpecahan kita. Perpecahan ini disebabkan
oleh kebodohan dan kebodohan adalah hasil dari kepercayaan palsu dan
ideologi jahat yang ditanamkan oleh orang yang secara emosi tidak sehat
dan punya tujuan pribadi.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ideologi memisahkan kita. Agama menyebabkan perpecahan, benci,
perang, pembunuhan dan antagonisma. Sebagai anggota umat manusia, kita
tidak perlu ideologi, sebab atau agama utk bersatu.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya sadar bahwa tujuan hidup bukan untuk percaya tapi utk
meragukan. Saya sadar bahwa tak seorangpun bisa mengajar kita kebenaran
karena kebenaran tidak bisa diajarkan. Kebenaran hanya bisa dialami.
Tidak ada agama, filosofi atau doktrin yang bisa mengajar anda
kebenaran. Kebenaran ada dalam cinta yang kita punya bagi sesama
manusia, dalam tawa anak2, dalam persahabatan, dalam pertemanan, dalam
cinta antara orang tua dan anaknya dan dalam hubungan kita satu sama
lain. Kebenaran bukan ada dalam ideologi. Satu2nya yang nyata hanyalah
Cinta.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Proses dari iman menuju pencerahan adalah proses berliku dan
menyakitkan. Saya pinjam istilah dari sufisme dan menamakan tujuh
Lembah Pencerahan - Iman adalah kondisi yang pasti dalam
kebodohan/ketidak tahuan. Anda akan terus berada dalam kondisi ini
sampai anda dikejutkan dan dipaksa keluar dari dalamnya. Kejutan ini
adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Pertama&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Reaksi alami pertama dari kejutan ini adalah penyangkalan. Penyangkalan
itu seperti perisai. Menahan rasa sakit dan melindungi anda dari derita
karena keluar dari daerah nyaman. Daerah nyaman dimana kita merasa
enak, akrab, tidak menemui tantangan2 baru atau yang tidak dikenal. Ini
adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Kedua&lt;/span&gt;.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Pertumbuhan tidak terjadi dalam daerah nyaman. Utk maju dan berkembang
serta tumbuh kita perlu keluar dari daerah nyaman ini. Kita tidak akan
melakukan itu kecuali kita dikejutkan. Juga alami sekali utk menahan
rasa sakit kejutan itu dengan penyangkalan. Saat beginilah kita perlu
kejutan lain, dan kita mungkin memutuskan melindungi diri lagi dengan
penyangkalan lain. Semakin banyak orang dihadapkan dengan fakta dan
kejutan, semakin sering dia mencoba utk melindungi dirinya dengan
penyangkalan2.
&lt;br /&gt;Tapi penyangkalan tidak menghilangkan fakta2. Cuma melindungi kita
sementara saja. Ketika kita dihadapkan pada fakta, pada titik tertentu
kita tidka bisa terus menerus menyangkal. Mendadak kita tidak akan bisa
melindungi diri lagi, dan perisai penyangkalan akan hancur. Kita tidak
bisa terus menerus sembunyi. Sekali saja keraguan muncul, akan terjadi
efek domino dan kita mendapatkan diri kita diserang dari semua arah
dengan fakta2 yang sebelumnya kita hindari dan sangkal. Mendadak semua
kemustahilan2 yang sebelumnya kita terima bahkan bela tidak lagi logis
diotak kita dan kita mulai menolaknya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kita ditarik kedalam tahap menyakitkan yaitu Kebingungan dan ini adalah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Ketiga&lt;/span&gt;.
Kepercayaan lama terasa tidak masuk akal, bodoh dan tidak bisa
diterima, kita tidak punya pegangan lagi. Lembah ini, saya kira, adalah
tahap yang paling menderita dalam perjalanan ini. Dilembah ini kita
kehilangan iman kita tanpa/sebelum mendapatkan pencerahan. Kita berdiri
sendiri tidak tahu dimana. Kita serasa terjun bebas. Kita meminta
tolong tapi yang didapat hanya omong kosong2 yang itu-itu saja.
Sepertinya mereka yang mau menolong kita itu sendiri sedang tersesat,
tapi mereka seperti yakin diri. Mereka percaya apa yang mereka tidak
tahu. Argumen2 mereka tidak logis sama sekali. Mereka minta kita
percaya tanpa banyak tanya. Mereka memberi contoh iman orang lain. Tapi
intensitas iman orang lain itu bukanlah bukti kebenaran dari apa yang
mereka percaya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kebingungan ini akhirnya menuntun kita ke &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Keempat&lt;/span&gt;,
Rasa Salah. Anda merasa salah karena berpikir demikian. Anda merasa
bersalah karena telah meragukan, telah mempertanyakan, telah tidak
mengerti. Anda merasa telanjang dan malu akan pemikiran2 anda. Anda
pikir ini semua salah anda sendiri jika kemustahilan yang ditampilkan
dalam Kitab Suci tidak masuk akal anda. Anda pikir Tuhan meninggalkan
anda atau dia sedang menguji anda. Dalam lembah ini anda dirobek-robek
oleh emosi dan intelektualitas anda. Emosi tidaklah rasional, tapi
sangat kuat. Anda ingin kembali ke Ruang Pembodohan: anda mati-matian
ingin percaya, tapi tidak bisa. Anda telah berdosa karena berpikir.
Anda telah memakan buah Kholdi, buah terlarang dari pohon Pengetahuan.
Anda membuat marah Tuhan imajinasi anda.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Akhirnya anda memutuskan tidak perlu lagi merasa salah karena
pengertian2 belaka. Rasa salah ini bukan milik anda. Anda merasa
dibebaskan tapi sekaligus dilingkupi rasa sedih utk semua kebohongan
yang membuat anda ada dalam kebodohan dan membuang2 waktu. Inilah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Kelima&lt;/span&gt;,
Kekecewaan. Disaat yang sama anda dilingkupi rasa sedih. Anda merasa
bebas, tapi seperti baru keluar dari penjara seumur hidup anda merasa
depresi berat. Anda merasa kesepian dan, meski telah bebas, anda merasa
kehilangan sesuatu. Anda merenungkan waktu2 yang terbuang. Anda pikir
banyak orang percaya kebohongan dan secara bodoh mengorbankan segala
sesuatu utk itu, termasuk nyawa mereka. Sejarah ditulis dengan darah
orang yang terbunuh dalam nama Allah atau Tuhan2 lain. Semuanya
sia-sia. Semuanya utk sebuah kebohongan!
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saat itulah anda memasuki &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Keenam&lt;/span&gt;:
Kemarahan. Anda menjadi marah pada diri anda, dan pada segalanya. Anda
sadar betapa banyak hidup berharga anda sia-siakan dalam banyak
kebohongan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Lalu anda sadar bahwa andalah yang beruntung telah sanggup berjalan
sekian jauh dan bahwa ada banyak ratusan juta lain yang masih
terkungkung dalam penyangkalan dan tidak berani keluar dari daerah
nyaman mereka. Mereka masih berputar-putar di Lembah Pertama. Pada
tahap ini anda sepenuhnya bebas dari agama, iman, rasa salah dan
amarah, anda siap utk mengerti Kebenaran Mutakhir dan mengungkap
misteri2 kehidupan. Anda penuh dengan empati dan rasa sayang. Anda siap
untuk dicerahkan. Pencerahan datang ketika anda sadar bahwa kebenaran
itu ada dalam cinta dan hubungan kita dengan sesama umat manusia bukan
dalam sebuah agama dan kultus. Anda sadar bahwa Kebenaran itu adalah
Dataran tak berjalan. Tidak ada nabi atau guru bisa mengantar anda
kesana. Anda sebenarnya sekarang sudah ada disana, di &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Lembah Ketujuh&lt;/span&gt;, Lembah Pencerahan.&lt;/span&gt;
 
    </content:encoded>

    <pubDate>Thu, 02 Oct 2008 21:37:36 +0200</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://jube.supersized.org/archives/89-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Kesaksian Ali Sina (1/2)</title>
    <link>http://jube.supersized.org/archives/88-Kesaksian-Ali-Sina-12.html</link>
            <category>Pengakuan &amp; Kesaksian</category>
    
    <comments>http://jube.supersized.org/archives/88-Kesaksian-Ali-Sina-12.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://jube.supersized.org/wfwcomment.php?cid=88</wfw:comment>

    <slash:comments>0</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://jube.supersized.org/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=88</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Jube)</author>
    <content:encoded>
    &lt;a href=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=27432&quot;&gt;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=27432&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;Dari buku Kumpulan kesaksian para Murtadin: 
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;WHY WE LEFT ISLAM&lt;/span&gt; 
&lt;br /&gt;
(Kenapa kami meninggalkan islam)
&lt;br /&gt;
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.nydailynews.com/gossip/2008/04/17/2008-04-17_why_we_left_islam_may_face_muslim_wrath.html&quot;&gt;http://www.nydailynews.com/gossip/2008/04/17/2008-04-17_why_we_left_is lam_may_face_muslim_wrath.html&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.prweb.com/releases/2008/04/prweb885574.htm&quot;&gt;http://www.prweb.com/releases/2008/04/prweb885574.htm&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.nydailynews.com/img/2008/04/17/amd_book.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya lahir dari keluarga yang cukup religius. Dari pihak Ibu malah
punya kerabat yang jadi Ayatollah. Meski kakek (yang tak pernah
kulihat) agak sedikit skeptis, tapi kami semua orang percaya. Orang
tuaku tidak begitu suka pada para mullah. Malah, kami jarang gaul
dengan kerabat2 yang fundamentalis. Kami suka berpikir bahwa keluarga
kamilah yg Islam sejati, bukan yang diajarkan dan dipraktekan oleh
para mullah.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya ingat waktu diskusi agama dengan suami bibi saya, umur saya
baru 15 tahun. Dia muslim fanatik yang sangat peduli akan Hukum Islam.
Hukum ini mengatur bagaimana muslim menjalankan hidupnya, sholat,
puasa, serta kehidupan umum dan pribadinya sehari-hari, berbisnis,
membersihkan diri, memakai WC bahkan bersetubuh sekalipun. Saya
mendebat bahwa semua itu tidak ada hubungannya dengan Islam Sejati,
bahwa itu semua Cuma karangan para mullah belaka, perhatian yang
berlebihan terhadap fiqh menghilangkan akibat dan kepentingan dari
pesan2 murni Islam  yaitu utk menyatukan umat manusia dengan
penciptanya.. Pandangan ini kebanyakan diilhami oleh Sufisme. Banyak
orang Iran, berkat puisi2 nya Rumi, sangat suka akan sufisme hingga
tingkat tertentu.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pada masa muda saya, saya memperhtaikan diskriminasi dan kekejian
terhadap pengikut agama minoritas di Iran. Ini lebih terlihat lagi
dikota kecil dimana tingkat pendidikannya rendah dan para Mullah lebih
berkuasa atas orang2 yang mudah dibohongi ini. Karena Pekerjaan ayah
saya, kami tinggal beberapa tahun dikota kecil, jauh dari ibu kota.
Saya ingat salah seorang guru renang, dimana kami sangat senang sekali
dan menunggu-nunggu pelajaran renang ini, melarang dua orang anak
(mereka Bahai dan Yahudi). Sang guru melarang mereka berenang
bersama-sama kami, katanya mereka dilarang berenang dikolam yang sama
dengan para muslim. Saya tidak akan pernah lupa roman muka kecewa dua
anak itu ketika dilarang berenang, ketika mereka pulang dengan
menangis, pasrah dan sakit hati. Diumur sekian itu, mungkin 9 atau 10
tahun, saya tidak mengerti dan ikut sedih atas ketidak adilan ini. Dulu
itu saya pikir salah anak itu sendiri kenapa ngga jadi muslim.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya beruntung punya orang tua yang pikirannya agak terbuka, yang
mengajarkan saya utk berpikir kritis. Mereka mengajarkan dan menanamkan
rasa cinta Tuhan dan UtusanNya, tapi sambil tetap mempertahankan nilai2
kemanusiaan seperti kesetaraan hak antara lelaki perempuan, dan cinta
bagi seluruh umat manusia. Intinya, demikianlah keluarga2 modern Iran
diajarkan, mayoritas muslim berpendidikan percaya bahwa Islam adalah
agama manusiawi yang menghargai HAM, yang mengangkat status wanita dan
membela Hak2 mereka. Kebanyakan muslim percaya bahwa islam artinya
damai. Tak perlu dikatakan, sedikit sekali dari mereka yang membaca dan
mengerti Quran.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya menghabiskan masa muda saya dalam mimpi2 manis ini, membela
Islam Sejati seperti yang saya pikir sudah seharusnya saya lakukan,
dan mengkritik para Mullah serta penyimpangan2 mereka dari ajaran asli
Islam. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Saya mengidealisasikan islam yang sesuai dengan nilai2 kemanusiaan yang saya bentuk&lt;/span&gt;.
Tentu saja Islam khayalan saya adalah islam yang indah. Sebuah agama
yang damai dan menyetarakan seluruh umat manusia. Sebuah agama yang
mendorong para pengikutnya utk mengejar ilmu pengetahuan dan haus akan
rasa ingin tahu. Agama yang selaras dengan sains dan akal. Malah, saya
pikir sains itu diilhami dari islam. Islam yang saya percaya adalah
sebuah agama yang bertaburan dengan sains modern, yang pada akhirnya
membuahkan hasil di negara2 barat dan membuat penemuan2 modern
dihasilkan dan dimungkinkan. Islam, saya percaya, adalah penyebab utama
dari peradaban modern sekarang ini. Alasan kenapa bukan muslim yang
menemukan dan kenapa muslim hidup dalam ketidak tahuan yang menyedihkan
akan ilmu pengetahuan, saya pikir, karena salah para mullah yang
self-centered dan para pemimpin agama yang menafsirkan ajaran asli
Islam demi keuntungan pribadi mereka sendiri.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Banyak muslim percaya bahwa peradaban Barat yang hebat itu akarnya
adalah dari Islam. Mereka menyebut-nyebut pemikir2 sains timur Tengah
yang hebat2 yang menyumbangkan hal2 penting bagi kelahiran dari sains
modern. Omar Khayyam adalah matematikawan yang besar yang mengukur
panjangnya waktu setahun persis 0.74 persen hingga kedetiknya. Zacharia
Razl dianggap sebagai salah seorang pelopor sains empirik yang
mendasarkan pengetahuannya pada riset dan eksperimen. Ensiklopedia
Kedokteran dari Avicenna yg monumental diajarkan diuniversitas2 Eropa
selama berabad-abad. Ada banyak sekali ilmuwan2 hebat yang punya nama
Islam yang menjadi pionir/pelopor dari sains modern ketika Eropa
masih dalam Zaman Kegelapan. Seperti semua muslim, saya percaya bahwa
semua ilmuwan2 yang disebutkan itu adalah muslim, bahwa mereka
mendapatkan ilmu pengetahuannya itu dari Quran, dan jika saja sekarang
ini para muslim bisa kembali mendapatkan ajaran murni Islam, maka
zaman2 keemasan islam itu akan kembali dan para muslim akan memimpin
dunia kembali dalam hal ilmu dan peradaban.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Iran adalah negara muslim, tapi juga negara yang korup. Kesempatan
masuk universitas sangat kecil. Hanya satu dari 10 pelamar yang bisa
masuk. Sering mereka terpaksa belajar dijurusan yang tidak mereka suka
hanya karena mereka tidak punya nilai cukup utk jurusan yang mereka
inginkan. Para pelajar yang punya koneksi sering mendapatkan jurusan
yang populer.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Standar pendidikan di Iran tidaklah ideal. Universitas kurang dana,
karena pemerintah lebih suka membangun militer yang kuat daripada
membangun infrastuktur negara dan berinvestasi dalam pendidikan
warganya. Inilah alasan2 kenapa ayah saya pikir lebih baik saya keluar
Iran dan belajar dinegara lain.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Kami mempertimbangkan Amerika dan Eropa, tapi ayah, karena nasihat
dari teman religiusnya, berpikir bahwa negara islam akan lebih baik
bagi anak umur 16 tahun. Kami diberitahu bahwa Moralitas di barat
terlalu longgar, orang2 jadi aneh, pantai2 penuh orang telanjang, dan
mereka minum minuman keras serta gaya hidupnya berantakan, semuanya
bahaya bagi anak muda. Jadinya saya dikirim ke Pakistan, dimana
orang2nya religius dan jadinya aman serta bermoral. Teman dari keluarga
bialng Pakistan sama dengan Inggris, kecuali lebih murah doang.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Ini, tentunya, terbukti tidak benar. Saya mendapatkan orang2
Pakistan sama tidak bermoral dan korupnya seperti orang Iran. Ya,
mereka religius. Mereka tidak makan babi dan saya tidak melihat ada
yang minum alkohol dimuka umum, tapi saya perhatikan banyak yang
berpikiran kotor, berbohong, munafik, kejam pada wanita dan terlebih,
penuh kebencian akan orang2 India. Saya tidak mendapatkan mereka lebih
baik dari orang Iran dalam hal apapun. Mereka religius tapi tidak
bermoral dan tidak beretika.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;DiUniversitas, bukannya mengambil jurusan Urdu, saya ambil Budaya
Pakistan utk melengkapi tingkat FSc (Fellow of Science) saya. Saya
mempelajari alasan pemisahan Pakistan dari India dan utk pertama kali
kudengar tentang Mohammad Ali Jinah, orang2 Pakistan menyebutnya Qaid-e
Azam, Pemimpin Besar. Dia ditampilkan sebagai orang pintar, Bapak
Bangsa, sementara Gandhi disebut dalam cara yang menyepelekan. Bahkan
saat itupun saya tidak bisa tidak harus berpihak pada Gandhi dan tidak
suka Jinnah sebagai orang sombong, ambisius ayng menjadi biang keladi
perpecahan sebuah negara dan menyebabkan kematian jutaan orang. Saya
selalu punya pemikiran sendiri dan saya cukup percaya diri dalam
pemikiran itu. Apapun yang diajarkan pada saya, saya selalu
menyimpulkan kesimpulan sendiri dan tidak percaya begitu saja apa yang
dikatakan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya tidak melihat perbedaan agama sebagai alasan sah utk
memisahkan sebuah negara. Kata Pakistan itu sendiri merupakan hinaan
bagi orang India. Orang2 Pakistan menyebut diri mereka Pak (Bersih) utk
membedakan mereka dari orang India yang adalah najis (kotor).
Ironisnya, saya tidak pernah melihat orang sejorok orang Pakistan, baik
secara fisik maupun menatl. Mengecewakan sekali melihat sebuah negara
islam dengan kebangkrutan intelektual dan moral sedemikian parah. Dalam
diskusi dengan teman, saya gagal meyakinkan tentang Islam Sejati.
Saya mengutuk kefanatikan dan fanatisme mereka sementara mereka tidak
setuju dengan pandangan2 tidak islami saya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya sampaikan ini semua pada ayah dan memutuskan utk belajar di
Italia. Di Italia, orang minum arak dan makan babi, tapi mereka lebih
ramah tamah, menyambut dan tidak munafik dibanding muslim. Saya lihat
orang mau menolong tanpa mengharapkan imbalan. Saya bertemu pasangan
manula yang sangat ramah, yang mengundang makan siang dihari minggu
agar saya tidak sendirian dirumah. Mereka tidak menginginkan apapun
dari saya. Mereka Cuma ingin membagi kebahagiaan mereka. Saya dianggap
cucu mereka. Hanya seorang asing yang berada dinegara asing, yang tidak
kenal siapa2 dan tidak bisa bicara bahasa mereka, yang bisa sungguh2
menghargai nilai pertolongan dan keramahan dari orang2 lokal.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Rumah mereka sangat bersih cemerlang, dengan lantai marmer yang
mengkilat. Ini mengkontradiksi gagasan saya tentang orang barat. Meski
keluarga saya sangat terbuka terhadap orang lain, Islam mengajarkan
bahwa non muslim adalah najis (QS 9.2&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cool&quot; src=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/images/smiles/icon_cool.gif&quot; /&gt;
dan kita tidak boleh berteman dengan mereka. Saya masih punya Quran
terjemahan Farsi yang suka saya baca. Salah satu ayat yg saya garis
bawahi adalah:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi
dan Nasrani menjadi teman-teman (mu); sebahagian mereka adalah teman
bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka
menjadi teman, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
lalim. (QS 5.51)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya sulit mengerti bijaknya ayat demikian. Saya membayangkan kenapa
tidak boleh berteman dengan pasangan yg baik ini yang tidak punya motif
lain dalam menunjukkan keramahan mereka selain agar saya merasa betah.
Saya pikir merekalah yang patut disebut Muslim Sejati dan saya
mencoba membicarakan masalah agama, berharap mereka bisa melihat
kebenaran islam dan memeluknya. Tapi mereka tidak tertarik dan dengan
sopan mengganti subjek pembicaraan. Saya tidak begitu bodoh utk percaya
begitu saja bahwa semua kafir akan masuk neraka. Say baca ini dalam
Quran sebelumnya tapi tidak pernah ingin memikirkan lebih jauh
tentangnya. Saya hanya mengabaikannya saja. Tentu saja, saya tahu bahwa
Tuhan akan senang jika ada orang yang mengenal utusanNya tapi tidak
pernah berpikir bahwa Dia akan sangat kejam utk membakar seseorang
dineraka selamanya, bahkan jika orang itu hanya berlaku baik sekalipun,
Cuma karena dia bukan muslim belaka. Saya baca peringatan berikut:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Barang
siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk
orang-orang yang rugi. QS 3.85&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tapi saya tidak mengindahkan itu dan mencoba meyakinkan diri sendiri
bahwa arti sebenarnya bukanlah demikian. Saat itu ini bukanlah sebuah
subjek yang siap utk saya tangani atau pikirkan, jadi tidak begitu saya
indahkan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya nongkrong dengan teman2 muslim dan melihat kebanyakan hidup
tidak bermoral dan berstandar ganda. Kebanyakan punya pacar dan
meniduri mereka. Itu sangat tidak islami, atau saya pikir demikian saat
itu. Yang mengganggu saya adalah mereka tidak menghargai para pacar
mereka itu sebagai manusia yg patut. Para gadis ini bukan muslim maka
Cuma mereka pakai utk seks saja. Sikap ini bukan sikap umum muslim,
para muslim yang kurang religius justru menunjukkan sikap hormat dan
jujur terhadap pacar barat mereka bahkan ada yang sungguh2 mencintai
dan ingin menikahi mereka. Sebaliknya, mereka yang religius Cuma
pura-pura setia terhadap pacar mereka. Saya selalu berpikir bahwa
islam sejati itu adalah yang Benar. Jika suatu hal itu tidak
bermoral, tidak jujur tidak etis, atau keji, maka tidak mungkin itu
islam. Saya tidak melihat bahwa tingkah laku tidak bermoral dan tidak
berperasaan para muslim adalah hasil dari yang diajarkan islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Bertahun kemudian, saya sadar bahwa kebenaran sesungguhnya adalah
sebaliknya. Saya menemukan banyak ayat yang sangat mengganggu saya dan
membuat saya mengubah selurup pendapat saya akan islam. Seperti saya
lihat, tragedinya adalah orang yang sama ayng hidup tidak etis dan
tidak bermoral adalah mereka yang menyebut diri mereka muslim, rajin
sholat, puasa dan yang pertama marah dan membela islam jika orang
mempertanyakannya. Merekalah orang yang akan ngamuk dan mulai mengajak
berkelahi jika ada orang berani menghina atau menentang islam.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Pernah saya berteman seorang Iran di kantin Universitas, belakangan
mengenalkan dia kepada dua teman muslim saya. Kami hampir sebaya. Dia
sangat terpelajar, saleh dan bijak. Dua teman saya kagum akan karisma
dan nilai2 moral dia. Kami suka menunggunya dan duduk disebelah dia
ketika waktu makan, karena kami selalu belajar sesuatu darinya. Kami
makan banyak spagheti dan risotto dan sangat rindu akan makanan Persia,
ghortrie sabzi dan cielow. Teman kami itu bilang ibunya mengirim
makanan kering dan mengundang kerumahnya minggu nanti utk makan. Kami
melihat kamar dia sangat bersih, tidak seperti kamar2 kami. Dia membuat
Ghorme Sabzi yang sangat lezat, yang kami makan dengan rakus, lalu kami
duduk ngobrol sambil menyeruput the. Saat itulah saya perhatikan buku2
Bahai berjejer disana. Ketika kami tanya, dia bilang dia pengikut
Bahai
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Hal itu tidak mengusik saya sama sekali, tapi dijalan waktu pulang
kedua teman saya bilang tidak mau berteman lagi dengan dia. Saya
terkejut dan bertanya kenapa? Mereka bilang karena dia Bahai maka dia
itu Najis, kalau saja tahu sebelumnya dia itu Bahai mereka tidak mau
datang dan berteman dengannya. Saya bingung dan bertanya2 kenapa mereka
pikir dia itu najis padahal sebelumnya kita memuji-muji kebersihan dia.
Sebelumnya kami semua setuju bahwa moral dia jauh lebih tinggi dari
pemuda2 muslim yang kami kenal, jadi kenapa sikap mereka mendadak
berubah begini? Respon mereka sangat mengusik nurani saya. Kata mereka
nama Bahai itu sendiri mengandung arti yang membuat mereka tidak suka
agama ini. Tahu tidak mengapa semua orang membenci Bahai? Tanya
mereka. Saya tidak tahu, dan bilang bahwa saya suka semua orang. Tapi
karena mereka tidak suka atau membenci Bahai, mungkin mereka harus
menjelaskan alasannya kenapa. Mereka sendiri ternyata tidak tahu! Orang
ini adalah Pengikut Bahai pertama yang mereka kenal baik dan
sebelumnya jadi panutan contoh mereka, saya ingin tahu kenapa mereka
berbalik sikap. Tidak ada alasan khusus, kata mereka. Tapi mereka Cuma
tahu bahwa Bahai itu jelek.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya senang tidak meneruskan persahabatan saya dengan dua orang
bigot ini. Dari mereka saya belajar bagaimana prasangka buruk itu
berbentuk dan bekerja.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Belakangan saya sadar bahwa prasangka buruk dan kebencian yang ada
pada diri muslim terhadap semua non muslim bukanlah hasil dari salah
tafsir ajaran Quran, tapi justru karena Buku Sial ini mengajarkan
kebencian dan mendorong prasangka buruk. Para muslim yang ke mesjid dan
mendengarkan khotbah2 terpengaruh demikian. Ada banyak sekali ayat2
dalam Quran yang menyerukan orang Percaya agar membenci kafir, melawan
mereka, menyebut mereka najis, menaklukan dan mempermalukan mereka,
memotong kepala dan tangan mereka, menyalibkan mereka dan membunuh
mereka dimanapun ditemukan.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya simpan agama dibelakang rumah utk beberapa tahun. Bukan karena
pandangan saya tentang agama telah berubah atau saya tidak menganggap
diri saya religius lagi. Hanya saya sibuk hingga tidak punya waktu utk
menyisakan waktu memikirkan agama. Sementara itu saya sedikit demi
sedikit mulai mengerti tentang demokrasi, HAM dan nilai2 kemanusiaan
lain, seperti HAM antara lelaki dan wanita, dan saya suka semua yang
saya dapatkan ini. Apa saya sholat? Jika sempat, tapi tidak fanatik.
Lagi pula, saya hidup dan bekerja dinegara bArat dan tidak mau terlihat
terlalu berbeda.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Satu hari, saya memutuskan bahwa sudah waktunya utk memperdalam
pengetahuan saya akan Islam serta membaca sekaligus mengerti Quran
sampai Tamat (sebelumnya hanya membaca saja, qatham, tanpa mengerti
artinya). Saya punya Quran arab dan terjemahan Inggrisnya. Sebelumnya
hanya Quran Arab saja. Kali ini saya pelajari semua, dari cover depan
sampai cover belakang.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya baca ayatnya dalam huruf Arab, lalu baca terjemahannya, lalu
kembali ke arabnya lagi, saya tidak maju ke ayat berikutnya sebelum
saya benar2 puas dan mengerti maksudnya baik dalam Arab maupun dalam
terjemahannya.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tidak terlalu lama bagi saya menemukan ayat2 yang sulit utk saya terima. Salah satu ayat itu adalah:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa
yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang
siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa
yang besar. (QS 4.4&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cool&quot; src=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/images/smiles/icon_cool.gif&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya sulit menerima bahwa Gandhi akan dibakar dineraka selamanya karena
dia seorang politeis tanpa harapan diampuni, sementara seorang muslim
pembunuh punya harapan diampuni Allah. Ini mengangkat pertanyaan yang
mengusik saya: Kenapa Allah begitu kebelet utk dipuja dan dikenal
sebagai satu-satunya Tuhan? Jika tidak ada Tuhan selain Dia, ngapain
repot2? Saingan ama siapa Dia sebenarnya? Kenapa dia mesti ribut2
mengenai apakah orang kenal dia dan menyembah dia atau tidak?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Sekarang karena saya tinggal di barat dan punya banyak teman barat
yang baik, suka pada saya, terbuka hati dan rumahnya utk saya dan
menerima saya sebagai teman mereka, sulit sekali utk menerima bahwa
Allah tidak menginginkan saya berteman dengan mereka.
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Janganlah
orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman dengan
meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya
lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara
diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan
kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).
(QS 3.2&lt;img border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cool&quot; src=&quot;http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/images/smiles/icon_cool.gif&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Bukankah Allah juga pencipta orang kafir? Bukankah Dia itu Tuhan utk
semua orang? Kenapa harus jahat pada kafir? Bukankah lebih baik jika
muslim berteman dengan kafir dan mengajar mereka islam dengan contoh2
yg baik? Dengan membuat kita menjaga jarak dan jauh dari kafir, jurang
ketidak mengertian tidak akan dijembatani. Bagaimana bisa kafir belajar
tentang islam jika kita tidak bergaul dengan mereka? Ini adalah
pertanyaan2 yang berputar dikepala saya. Jawaban dari pertanyaan2 ini
muncul dari ayat yang sangat mengganggu benak. Perintah Allah adalah
untuk:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka (QS 2.191)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Saya teringat teman2 saya, ingat kebaikan mereka dan sayang mereka
pada saya, dan membayangkan Kok bisa Tuhan Sejati meminta orang
membunuh orang lainnya hanya karena orang itu tidak eprcaya. Ini tidak
masuk akal, tapi konsep ini diulang2 begitu sering dalam Quran hingga
tidak ada keraguan lagi tentang itu. Dalam ayat 8.65, Allah mengatakan
pada sang Nabi:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hai
Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada
dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat
mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang
sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada
orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak
mengerti. (QS 8.65)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Saya membayangkan kenapa Allah mengirim utusanNya utk berperang.
Bukankah seharusnya Tuhan mengajar kita agar saling mencintai satu sama
lain dan toleran akan agama satu sama lain? Dan jika Allah sungguh2
peduli utk membuat orang2 percaya padanya hingga dia tega menyuruh
bunuh jika mereka tidak percaya, kenapa bukan Dia sendiri saja yang
membunuh mereka langsung? Kenapa meminta kita utk melakukan Pekerjaan
KotorNya? Apa kita ini Tukang Pukulnya Allah?
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;Meski saya tahu tentang Jihad dan tidak pernah mempertanyakan
sebelumnya, saya temukan sulit utk diterima Tuhan akan memaksakan
kekerasan demikian pada orang2. Yang lebih mengejutkan lagi adalah
kekejaman Allah ketika menangani kafir:
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kelak
akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka
penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
(QS 8.12)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Kelihatannya Allah tidak cukup puas dengan membunuh kafir doang; dia
menikmati penyiksaan mereka sebelum membunuh mereka