Thursday, October 2. 2008
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=17416 Bab 27: Teori Konspirasi Islam yg Tiada Akhir
Diambil dari : http://www.islamundressed.com/
[...]
Rasa takut adalah emosi
manusia yang melekat dalam2 pada psikologi kita semua. ... Emosi dasar
ini menjadi alat yang baik bagi spesies kita utk menjamin perjuangan
dan keselamatan hidup kita, tapi naluri dasar ini juga bisa menjadi sumber bencana jika kita manipulasi. Ketakutan yang tidak beralasan disebut paranoia. Paranoia tanpa pembenaran biasanya menghasilkan kelakuan2 buruk, kadang berefek sangat jelek dan menyakitkan.
Naluri waswas sangat penting utk perjuangan/keselamatan manusia, namun
persepsi adanya ancaman yang sebenarnya tidak ada hanyalah
membuang-buang tenaga dan usaha dengan sia-sia dan juga mencegah kita
berfokus pada perkembangan pribadi, ekonomi atau budaya. Sebaliknya,
tanpa naluri dan persepsi, ketika tidak mampu menghadapi ancaman yang
benar2 ada ... ini bodoh sekali.
Dunia adalah tempat berbahaya bagi manusia mortal, dan sikap waswas
akan bahaya itu sangatlah bijaksana, tapi kalau sikap ini berlebihan,
maka ini tidaklah bijaksana. Ada peribahasa yang mengatakan: “Cuma
karena anda paranoid, tidaklah berarti mereka itu benar2 mentargetkanmu
...”
Kalau2 anda memperhatikan, orang2 dan negara2 muslim kelihatan cenderung mudah dan tergesa-gesa menerima atau menciptakan “teori konspirasi”
yang tidak masuk akal. Dengan perkataan dan tindakan mereka sendiri,
umat muslim disibukkan dengan berbagai konspirasi yang berbeda-beda,
dan semua itu mengunci mereka dalam lingkaran ketakutan dan ‘over acting’.
Sering, utk membelokkan perhatian mereka dari keadaan naas mereka
sendiri, yakni: kemiskinan, kegagalan, dll, pemerintah/diktator muslim
mengijinkan bahkan mengabadikan informasi2 salah ini.
Overacting, kesurupan jin islam atau kedua2nya ?
http://www.snappedshot.com/archives/976-Islamic-Rage-Boy-Parody-Roundu p.html
Didunia islam, ketakutan sosial atau ketakutan budaya juga
dibesar-besarkan oleh kabar burung dan berita2, baik TV atau radio,
internet, siaran satelit, dan yang paling berpengaruh adalah dari
pemimpin2 ulama mereka sendiri, lewat media apapun. Bukan tidak sengaja
bahwa semua
alat komunikasi ini mendukung dinamika penipuan.
Utk mengerti pola pikir yang menciptakan dan menyuapi teori2 yg tak
habis2nya ini, kita harus melihat lebih jauh kedalam filosofi dan
doktrin islam itu sendiri dan sejarahnya dalam hubungan dengan non
muslim.
Banyak karya2 muncul utk membantu non-muslim mengerti cara islam
mempengaruhi para pengikutnya secara emosional dan psikologis. Karya2
tsb penting utk membantu mengerti perspektif yang benar akan psikologi
dan budaya islami, karena konsep dan dinamikanya berada diluar pola
pikir khas Barat. Sebelum bisa mengerti, orang harus memperlajari
konsep tak biasa dan berpikir “diluar kotak”. Karya yang anda baca
sekarang ini juga adalah satu dari banyak evaluasi akurat akan Islam
sebenarnya yang ada sekarang. Situs2 www.jihadwatch.org dan www.faithfreedom.org tetap menjadi situs internet terbaik utk mendapatkan perspektif berdasarkan realitas versus propaganda.
Kabar burung yang paling terakhir didunia islam adalah bahwa, Tsunami
tgl 26 Dec lalu yang membunuh lebih 100.000 muslim, dipicu oleh
eksperimen nuklir India-Amerika didaerah rantai pegunungan berapi, atau
mungkin karena pemboman beruntun di Afghanistan. Sebuah koran terkenal
di Mesir baru saja mendukung konsep ini dengan terus menerus
mengklaimnya dalam artikel2nya. Sementara manusia normal bisa dengan
mudah mengenal bencana alam berdasarkan gejala2nya, tapi kelihatannya
hal ini tidak mungkin bagi para muslim. Mereka tidak bisa terima bahwa
Allah mereka mengijinkan hal demikian terjadi didaerah2 tempat tinggal
‘umat2 terbaiknya’, inilah yang diajarkan pada mereka dari lahir.
Bencana alam demikian tidaklah mungkin sebuah ‘Pekerjaan tangan Tuhan”.
Malah, banyak tekanan utk menemukan/mencari penjelasan lain dari
bencana ini. Target paling mudah saat ini adalah orang2 Hindu, Kristen
dan Yahudi.
“Teori” terakhir dari untaian teori konspirasi selama ini sangatlah
menyedihkan. Orang mungkin merasa pingin ketawa dan mengejek kepicikan
pemikiran demikian, kalau saja bukan karena akibatnya yang buruk
terhadap kita, banyak orang terperangkap dalam ‘kelompok pemikiran’
islamik yang demikian.
Perihal lain, kabar burung tentang 9/11 dengan cepat muncul di
timur tengah bahwa ribuan orang yahudi sudah diperingatkan dan tidak
pergi kerja di WTC hari itu. Meski tidak adanya bukti2 yang mendukung
klaim menggelikan ini, kabar burung itu dengan cepat menjadi fakta
dibenak sejumlah besar muslim. Meski kejadian itu sudah lama terjadi,
meski al-Qaeda jelas2 mengaku bertanggung jawab akan kejadian itu,
tetap saja sejumlah besar muslim, termasuk yang berpendidikan, benar2
percaya bahwa Mossad (dinas intelijen Israel) terlibat dalam
penyerangan 9/11 di Amerika. Hal ini masih menjadi bahan tertawaan
dibarat. Tapi sementara dibarat tidak ada yang percaya hal itu, orang2
barat itu tetap tidak bisa mengerti kenyataan penting dibelakang semua
itu; masalahnya ini bukan cuma sejumlah orang bodoh yang mempercayai
kebohongan2 itu saja, tapi kemungkinan ratusan juta muslim
yakin akulyakin bahwa Mossad ada dibelakang serangan2 itu utk
memprovokasi Amerika terhadap para muslim. Malah “kebenaran mereka”
terwujud,... buktinya tanah islam dan militan islam menjadi target dari
serangan balasan Amerika.
Para muslim tidak mampu menghadapi kenyataan tanggung jawab saudara
mereka, Osama. Alasan penyangkalan itu sangat sederhana, yaitu bahwa
ini semua akibat pola pikir dan doktrin islam yang kuat. Ini merupakan
pertanda bahwa ‘penyakit’ ini sudah sistematis dan sulit diperbaiki,
karena berpaku kuat pada inti kepercayaan muslim bahwa mereka adalah
“orang2 terbaiknya” Tuhan, jauh lebih hebat dari orang2 kafir yang
“tidak dicintai” Tuhan mereka. Dg demikian, kesalahan apapun yang
terjadi, .. PASTIlah kesalahan dari orang2 kafir. Percaya sebaliknya
akan menguncangkan fondasi kepercayaan dan identitas muslim masing2
individu. Jika anda mencopot rasa hebat muslim ini, yang tersisa hanya sedikit saja dari makhluk2 miskin ini (dalam istilah keluarga, budaya, ekonomi atau kualitas hidup).
Bagi seorang muslim tulen, tidak ada jalan kembali, karena orang
demikian sudah ‘memutuskan semua hubungan’ dgn dunia normal dalam
usaha2nya utk memenangkan surga erotis islam dengan 72 perawan, anak2
lelaki cantik, kerakusan dan kekayaan dan istana tak berkesudahan.
Muslim afrika terus menerus menuduh “zionis” menyebarkan AIDS.
Tahun lalu saja Imam di afrika mengeluarkan fatwa agar muslim afrika
(yg miskin ini) menolak vaksinasi polio karena dokter barat berkomplot
utk menginfeksi mereka dengan virus AIDS. Mereka bilang orang yahudi
ada dibelakang ini semua, vaksin polio tersebut sudah dicampur dengan
virus AIDS atau menyebabkan kemandulan,.. dan mereka percaya. Tentu
saja, klaim demikian ini sangat menggelikan dan tidak berdasar, tapi
tetap saja teori konspirasi ini sukses memanipulasi tingkah laku
seluruh populasi muslim disana.
Hanya setelah pecahnya polio sampai mengancam populasi yang lebih
luas lagi, baru para ulama mengijinkan vaksinasi. Hanya epidemik
poliolah yang membuat mereka ketakutan dan berduyun-duyun divaksinasi,
ketakutan tsb melebihi ketakutan akan fatwa ulama mereka, hingga ulama
itu terpaksa mencabutnya utk menjaga muka. Dalam hal ini paranoia akan
penyakit terbukti lebih membantu, tapi sayangnya dalam kebanyakan kasus
lain, paranoia biasanya malah merusak dan menghilangkan nyawa orang
lain.
[...]
Sebuah buku yg sudah lama dibongkar kedoknya sebagai murni fiksi belaka, adalah buku “Protocols of the Elders of Zion”.
Teori konspirasi mulanya disebarkan oleh dinas inteligen Rusia Czar
tahun 1895 utk memberikan dukungan dan pembenaran bagi kebijakan
anti-yahudinya. Tapi para Pemimpin dan orang2 muslim hingga kini masih
percaya bahwa buku itu sungguh2 kisah nyata berisi ‘minutes of meeting’
(catatan pertemuan) konspirasi antara para pemimpin yahudi yang
berkomplot utk mengambil alih dunia. Buku Protocols
ini memberikan sejarah teori konspirasi yang lengkap dimana para yahudi
dianggap setan dan bertujuan jelek utk mendominasi dunia. Bahkan buku
tersebut mengklaim komunisme, freemasonry, zionisme dan negara israel
itu sendiri, sbg alat skema rencana besar kaum Yahudi.
Daya tarik buku ini makin menguat seiring dengan kekalahan demi
kekalahan para muslim oleh Israel. Buku ini bisa disebut sebagai
“injil” mereka, dan tidak ada logika sebesar apapun atau argumen masuk
akal yang bagaimanapun yang bisa memutar balikkan kepercayaan mereka
akan kebohongan buku tsb. Hanya ada satu tujuan utk melanjutkan
propaganda kebohongan buku ini, yaitu utk menghalalkan segala cara utk
mengalahkan dan membunuh semua konspirator yahudi.
Monsieru Meysson menulis
sebuah buku laris di Perancis yang mengklaim tidak ada pesawat terbang
yang menabrak Pentagon, karena katanya tidak ada reruntuhan pesawat tsb
ditempat tabrakannya. Dalam pikirannya, semua itu hanyalah
persekongkolan oleh CIA dan Militer Amerika, yang memakai misil Cruise
Angkatan Udara Amerika utk membunuh orang2 amerika sendiri, dalam
sebuah konspirasi dengan tujuan utk membenarkan peperangan baru di
Timur Tengah. Dan pemikiran ini dengan cepat diterima oleh kaum muslim.
Satu situs islam menyatakan: “Analisa kita mengindikasikan bahwa
kenyataannya, teknologi eksplosif canggih Shaped-charge dipakai utk
menciptakan sebuah kejadian yang mengesankan
tubrukan pesawat jet, sementara sebuah Boeing 757 secara bersamaan
terbang meliwati daerah kejadian dan mendarat di Bandara dekat situ,
Reagan National Airport”.
Negara2 arab juga secara berkala mengadakan konferensi dimana para
penyangkal kejadian Holocaust yang menyamar sebagai ahli sejarah
mengklaim mampu ‘membuktikan’ bahwa pembantaian Yahudi oleh Nazi selama
Perang Dunia II tidak pernah terjadi. Banyak muslim disitu memuji-muji
Hitler akan ‘kerja keras'nya, TAPI disaat yang sama mereka juga
menyangkal adanya holocaust, dan menyatakan itu hanya “Illusi besar
orang2 Yahudi”.
Bahkan para muslim reforman, yang normalnya senang mendengar kekalahan
atau kematian orang Yahudi, malah marah akan pendapat dunia tentang
Holocaust, dan lebih suka dunia tidak bersimpati pada korban2 Yahudi
tsb. Klaim bahwa orang yahudi mengontrol pemerintahan Amerika,
Hollywood, media barat dan bank2 global telah lama diterima sebagai
sebuah 'kenyataan kuat'. Klaim bahwa Israel mengirim permen, makanan
dan air beracun ke Palestina sering diulang-ulang di koran2 Timur
Tengah dan TV2. Teori konspirasi yang menggelikan tentang Yahudi serta
Freemasons dikembangkan oleh Muslim dengan level yang sama seperti
cerita Elvis diculik oleh mahluk ruang angkasa.
Di Irak saat ini, teori Konspirasi ini tersebar cepat dan mudah.
Banyak bahkan mengklaim Al-Zarwaqi adalah mesin propaganda ciptaan
Amerika. Ulama terkenal Mesir Mohammed Selim El-Awwa, Secretary-General dari International Association of Muslim Scholars (IAMS),
menulis pada harian Mesir Al-Ahram, Dec 2 2004, bahwa perlawanan Irak
telah masuk ke "urusan agen intel internasional dan Zionist”.
El-Awwa menjelaskan bahwa muslim tidak akan memancung para sandera dan
mengatakan; “Bukan suatu kesengajaan pemancungan atau pembunuhan brutal
para sandera selalu muncul tepat setelah pengungkapan skandal
pelanggaran pendudukan pasukan asing.” Malah banyak klaim bahwa Mossad
punya anggotanya di Irak utk mengorganisasikan aktivitas teror dan
menjamin bahwa Irak tetap tidak stabil agar Amerika punya alasan utk
tinggal lama disana. Teori2 bahwa Pasukan Israel bergabung dengan
pasukan Amerika dilakukan utk merangsang lebih banyak lagi sukarelawan
yang bergabung, karena kebencian pada Yahudi adalah denominator
(penyebab utama) yang menyatukan semua muslim dari semua sekte.
Tentu saja, selalu ada teori ‘kuat’ yang bilang bahwa kehadiran Amerika
di Irak hanya utk mencuri minyak Arab saja. Tgl 12 December, kolumnis George Haddad
di Al-Hayat mengulangi lagi konspirasi populer lainnya, ia mengutip:
“Selama beberapa minggu saja, gelombang ketiga pemboman gereja2 kristen
terjadi di Irak... Jika kita lihat kejahatan ini dari sudut pandang
investigasi kriminal, dan bertanya siapa yang untung dari serangan2
ini, tidak sulit utk menemukan bahwa pendudukan Amerika, zionisme
internasional dan Israel yang mendapat keuntungan nyata dari serangan2
tsb”.
Dg demikian CIA dan Mossad disalahkan atas pemboman2 tsb, dan penyusup2
muslim (yg membuat onar di Irak) bersih dari segala tuduhan kejahatan.
Lagipula, hal2 yang jahat tidaklah mungkin keluar dari pengikut agama
terbaik didunia itu. Juga diklaim, dan kelihatannya diterima secara
luas, bahwa tentara Amerika itu kanibal, memakan mayat2 rakyat sipil
Irak, dan Amerika bertanggung jawab akan bom mobil yang memunuh
Pemimpin Shia Irak, Muhammad Bakir al-Hakim.
Teori yang populer selalu akan dipercaya betapapun tidak masuk
akalnya, seperti teori konspirasi di dunia Arab yang mengklaim Yahudi
ada dibelakang meledaknya Space Shuttle Columbia, dan Amerika ada
dibelakang tersebarnya virus SARS. Para Kolumnis dikoran2 terkenal
Arab, termasuk Saudi dan Kuwait, menyalahkan pemboman di Madrid pada
orang Yahudi.
Benar, deputy editor dari koran pemerintah Mesir Al-Gumhouriyya,
menulis sebuah artikel, tgl 18 Maret 2004, yang menuduh yahudi
menginfiltrasi hampir semua serangan teroris besar diseluruh dunia
dimana barat lalu menyalahkannya pada garis keras Islam. Malah ada yang
berani mengklaim bahwa CIA mengontrol Osama bin Laden.
RaBin Laden, agen Yahudi
Baru2 ini, ada orang Palestina berumur 75 tahun yang sakit dan
meninggal di rumah sakit Perancis. Jangan hiraukan rata2 umur orang
Palestina yang berkisar 50 tahunan, banyak orang percaya Israel
berkomplot meracuni dan membunuh kakek yang bernama Yasser Arafat itu.
... Bahkan jika Arafat berumur 100 tahun pun, skenario itu kayaknya
masih tetap akan muncul. Jadi jangan harap israel bisa lolos dari
tuduhan2 konspirasi akan kematian Arafat.
Sementara itu, didunia nyata, satu-satunya konspirasi global yang ‘nyata’ yang layak diperhatikan adalah yang dilakukan oleh garis keras Islam, yang memaksakan seluruh dunia utk masuk islam, yang menghancurkan mereka yang menolak bekerja sama. Ini bukanlah sebuah Paranoia, tapi sebuah ketakutan yang masuk akal, yang didasarkan pada 1400 tahun sejarah manusia hingga detik ini.
Dari Quran dan Hadis, kita bisa membaca konspirasi2 yang ‘dilihat’
Muhammad disekitar dirinya, dan yang dia pakai utk membenarkan
serangan2nya utk membunuh, menjarah, atau menaklukkan mereka yang
dianggap ancaman. Yang kita lihat sekarang adalah kepanjangan dari yang
dicontohkan oleh Muhammad. Tidak diragukan lagi bahwa semua yang
percaya teori konspirasi islam ini juga berpikir bahwa 'ketidakadilan'
ini hanya bisa dibereskan dengan jalan Jihad. Mereka
tidak bisa diharapkan utk memakai akal dan logika.
Islamophobia dijelaskan
sebagai; “sebuah ketakutan tidak beralasan terhadap muslim dan filosofi
islam”. Tapi definisi ini berisi kontradiksi raksasa, karena semua
kekhawatiran dan ketakutan atas kelakuan Muslim terhadap NON-Muslim
punya dasar kuat yg terukir dalam fakta sejarah.
[...]
|