Beberapa saat yang lalu salah
seorang teman dekat saya yang berbeda agama pernah menanyakan hal
tersebut. Mengapa Islam selalu dekat dengan kekerasan? Apakah
memang muslim tidak bisa menerima kenyataan pluralisme? Apakah memang
muslim tidak bisa hidup bersama dengan umat agama lain?
Saya sempat tersinggung dengan pertanyaan beliau dan ingin rasanya
membalas dengan membabi buta dan mempertahankan Islam. Tapi saya cuma
terdiam, dan pamit pulang.
Tapi ada betulnya celetukan beliau, Timur Tengah kacau bahkan di beberapa negara Islam sendiri.
Mungkin kalau kita bahas Timur Tengah terlalu kompleks karena
peninggalan cerita sejarah dan campur tangan pihak barat yang mempunyai
kepentingan disana, membuat seakan-akan semua mbulet.
Di Afrika, beberapa negara Muslim juga bergejolak, seperti Somalia
dimana gerakan pemberontak Muslim juga ikut andil membuat keadaan kacau
disana.
Lalu kita ke Asia, di Indonesia dengan mayoritas muslim yang
dulunya adem ayem dan dikenal sebagai negara yang tingkat toleransinya
cukup baik, ternyata belakangan ini mulai makin semrawut juga. Pembakaran
gereja dan konflik SARA cuku bikin kuping panas di beberapa daerah di
Indonesia, ditambah lagi dengan adanya FPI dan gerakan Islam keras
lainnya (baca list kekerasannya disini dan disini, astagfirullah!
Lalu ke Filipina yang mayoritas Nasrani, ada gerakan separatis muslim
Moro yang sedang bergejolak. Di India, gerakan muslim juga bermasalah
dengan Hindu disana. Di Pakistan, gak usah dibahas lagi, mbulet! Di
negara tetangga kita Malaysia yang mayoritas muslim, dikenal sebagai
negara yang represif terhadap penganut agama lain, bahkan terhadap ras
lain selain melayu. Dan baru-baru ini yang lagi panas adalah gerakan
separatis muslim di Thailand Selatan.
Ke benua Eropa, pernah terjadi konflik muslim Serbia-Herzegovina yang juga karena masalah agama. Eropa saat ini sedang dilanda Islam phobia, penolakan terhadap Islam banyak dilakukan oleh beberapa kelompok disana. Turki sebagai satu-satunya negara Islam di Eropa juga tidak luput dari kekerasan, Malam sebelum saya menulis tulisan ini terjadi pemboman di Hotel JW MArriot di Islamadab Pakistan. Apakah memang muslim tidak pernah bisa menerima agama lain (kafir) di sekitar mereka??
Kita sebagai muslim bisa saja menyanggah atau memutar balikkan fakta-fakta diatas dengan membahas kasus per kasus dan berdalih bahwa kaum muslim selalu ditindas. Kita selalu menyalahkan pihak barat sebagai simbol kekristenan yang menjadi alasan kita untuk menjadi anarkis dan membabi buta. Padahal kita tahu sendiri dan cenderung menutup mata bahwa Amerika dan Eropa itu adalah kumpulan dari berbagai kepercayaan dan atheis dimana kebijakan mereka tidak sepenuhnya berdasarkan kekristenan, tapi berdasarkan kepentingan politik dan ekonomi masyarakat mereka.
Secara global kita harus bisa jujur dan mengakui bahwa Muslim sulit menerima perbedaan dan selalu cenderung berontak dan ingin memaksakan ajarannya terhadap lingkungan sekitarnya. Kita selalu memanfaatkan dalil-dalik Alquran untuk membenarkan tindakan kekerasan kita. Mengayun-ayunkan pedang dan berteriak Allahuakbar dengan percaya diri, mengatasnamakan Islam dan Allah untuk menyingkirkan orang lain yang tidak sepaham dengan kita. Allah yang mana???
Lalu bagaimana orang lain bisa melihat keindahan Islam jika kita selalu memelihara kekerasan yang dibawa Islam Timur Tengah?
Apakah ada dalil di Alquran yang melarang kita menjadi muslim yang
humanis? Yang bisa toleran dan menerima perbedaan dengan lapang dada?
Yang bisa hidup harmonis dengan kafir tanpa harus suudzon dan bisa
saling memahami perbedaan yang ada?
Saatnya kita sebagai muslim harus lebih cerdas memahami semua ini, jangan sampai semakin banyak murtadin yang akan membongkar kebobrokan Islam dari dalam dan akhirnya kita akan mengejar mereka untuk dipancung kepalanya!
Owner login
