|
Saturday, July 5. 2008
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=26434Penebusan Dosa
Dari buku Kumpulan kesaksian para Murtadin:
WHY WE LEFT ISLAM
(Kenapa kami meninggalkan islam)
http://www.nydailynews.com/gossip/2008/04/17/2008-04-17_why_we_left_is lam_may_face_muslim_wrath.html
http://www.prweb.com/releases/2008/04/prweb885574.htm
“Saya
selalu sebal dengan senyum yang mereka (orang2 kristen) sunggingkan
dimulut mereka ketika kukritik, kuejek dan kupermalukan… Sekarang saya
tahu kenapa mereka tersenyum. Karena cinta, kasih, ampunan dan
toleransi mereka akan musuh2 mereka. Karakteristik kristen itulah yang
membuat damai.”
Elemen2 ekstrim dan tiranis yang ada di Iran dan Palestina mungkin
tidak mengagetkan bagi orang barat – khususnya setelah kejadian 11 Sep
2001 – tapi yang terjadi di Mesir mestilah mengejutkan mereka. Tanah
sang Firaun, tujuan dari jutaan turis, juga, sayangnya, markas dari
islam ekstrim.
Mesir adalah tanah kelahiran Tangan kanan dari Osama bin Laden,
Ayman Al-Zawahiri. Meski terlahir dari darah aristokrat Mesir dan
dididik sebagai dokter bedah, Zawahiri, seperti anak muda mesir lain,
menolak keistimewaannya itu dan malah jadi tertarik pada islam radikal
lewat ajaran2 Sayyit Qutb, orang yang ide2nya membantu mendirikan
al-Qaeda. Tahun 1998, Zawahiri membawa organisasi Jihad islam Mesir
menyatu dengan kekuatan Osama bin Laden. Bersama-sama mereka membentuk
al-Qaeda dan kejadian2 setelah itu menjadi catatan sejarah yang tragis.
Ini adalah sekilas latar belakang dari Ahmed Awny Shalakamy.
Saat ini, Ahmed percaya bahwa dia adalah saksi hidup dari sistem
kepercayaan sesat yang mengilhami manusia utk melakukan kekejian2 yang
mengerikan. Dia akui ketika muda, dia begitu dipenuhi dengan kebencian
hingga dia keluar rumah begitu saja sambil membawa parang dan membunuh
dua orang Sikh tak bersalah – ayah dan anak. Seorang Hindu Bangladesh
diseret oleh Ahmed kesebuah mesjid dan dipukuli hingga mati. Sang
korban, yg meminta-minta ampun, sepertinya tidak punya pengaruh pada
para penyembah Kabah fundamentalis ini, yang terus-menerus berteriak
“BUNUH KAFIR, BUNUH KAFIR”. Dalam kesaksian ini, Ahmed juga
mengungkapkan bagaimana dia memikat wanita non muslim kedalam islam,
dan setelah mereka masuk islam dia mengarak mereka dijalan2 untuk
mempermalukan keluarga mereka.
Ahmed berpaling 180 derajat dalam pemikirannya, lalu menulis
kesaksian ini karena dia sekarang percaya bahwa manusia tidak terlahir
jahat tapi menjadi jahat lewat indoktrinasi. Dia sekarang menghabiskan
hidupnya untuk mencari para wanita yang dia ajak ataupun paksa masuk
islam dan menolong mereka membangun kembali hidup mereka yang pernah
dia hancurkan.
Ahmed punya pesan bagi orang2 yang membaca tulisannya: Terorisme bukan jalan hidup, tapi jalan mati.
Dan sampai kita bisa hentikan islam, tak seorangpun akan aman. Ahmed
keluar islam karena dia percaya islam membuat dia membunuh. Dan dia
takut dunia barat terlambat mengenali ancaman ini.
Kesaksian Ahmed Awny Shalakamy.
Aku besar di Giza, Mesir. Ayahku seorang kontraktor bangunan dan
terlibat dalam kegiatan2 islami. Dia ketua dari Perkumpulan islam Lokal
dan kadang berkhotbah jum’at di mesjid2.
Ayahku benci kristen. Dia mengajarkan bahwa kristen itu kafir yang
mengkontradiksi diri mereka sendiri dengan mengatakan bahwa Yesus
Kristus itu Tuhan sementara buku rusak mereka (bible) punya ayat2 yang
membuktikan Yesus Cuma nabi. Itu semua bagian dari retorika yang biasa
kita dengar dari Speaker/TOA mesjid yang menggelegar, dan dari radio2
ataupun kaset2 yang diputar keras2 dijalanan mesir. Dalam atmosfir
demikian, seorang anak muslim di Mesir disuapi kebencian bareng dengan
disedotnya susu ibu mereka.
Perkumpulan islam Ayah sangat aktif dalam segala bidang.
Menjalankan asrama wanita, workshop, klinik, taman kanak-kanak,
madrasah dan sekolah utk belajar dakwah islam. Perhatian utama kelompok
ini adalah untuk menyebarkan islam dengan segala cara.
Selama berkuasanya presiden Anwar Sadat, Imam besar Al-Azhar,
Mohammad Abdel Halim Mahmoud, terlibat dalam persekongkolan dengan
wakil presiden, Mr. Hussein el Shafei. Sheikh Keshk juga terlibat dalam
hal ini dan menyusun rencana bersama dengan Mohammad Osman Ismail,
Gubernur Assiut yg lama, serta Mohammad Abdel Mohsen Saleh. Baik Ismail
maupun Saleh adalah pendiri dari Perkumpulan Dakwah Islam yang tersebar
luas, salah satunya yang diketuai ayahku.
Tujuan dari kelompok2 ini adalah mengubah Mesir menjadi negara
islam dalam perioda 50 tahun saja. Anggota dari keluarga Kerajaan
Saudi, yang terlibat juga dalam pergerakan Wahhabi serta seorang
pangeran Minyak dari Teluk, mendanai rencana ini. Uang ditebarkan
dengan royalnya utk membujuk wanita kristen dengan segala cara. Harga
yang dibayar bagi setiap satu wanita yang masuk islam adalah 5.000
Pound Mesir, ini tahun 70 dan 80an. Uang itu dibagi untuk lelaki muslim
yang memikat sigadis dan anggota polisi serta anggota kelompok yang
terlibat dalam ‘penarikan’ si gadis/wanita itu.
Kerja dari kelompok Penarikan di Mesir ini terus berlanjut dan
pembayaran akan hasil ‘penarikan’ sekarang menjadi lebih besar lagi.
Saat ini harga seorang gadis jika berhasi ditarik masuk islam adalah
10.000 Pound Mesir dan harga itu bisa naik sampai 200.000 Pound Mesir
jika si gadis berasal dari keluarga kristen terkenal, atau anak dari
Professor sebuah universitas, anak mentri atau anak dari seseorang yang
berhubungan dengan pemimpin gereja.
Seperti ayah, saya juga ikut dalam kelompok ‘penarikan’ ini.
Setelah kami berhasil menarik wanita kristen masuk islam, kami akan
mempamerkan siwanita ini dengan mengaraknya dijalan2 keliling kota.
Kami memainkan musik dengan keras dan mengibarkan bendera islam sambil
berteriak “Allahu Akbar” utk mengumumkan kemenangan Islam. Kami juga
meneriakan slogan2 yang mengejek kristen. Tidak ada orang kristen yang
mampu menonton pawai ini, juga tidak bisa mereka serang, karena kami
dijaga polisi.
Ini adalah praktek yang normal, sampai tahun 1985, ketika pawai2
demikian dilarang. Meski demikian, kami meneruskan usaha2 ‘penarikan’
ini. Kami memfokuskan utk menarik wanita/gadis kristen karena kami
percaya bahwa ini akan lebih mempermalukan mereka. Di Dunia Timur,
kehormatan kaum lelaki bergantung pada anak perempuan, saudari atau
istrinya, jadi mempermalukan mereka lebih hebat dengan mengincar
wanita2nya.
Kami pakai segala macam tipuan utk menarik wanita kristen. Utamanya
kami mengincar emosi dan impuls hati mereka. Kami juga memakai skandal
untuk menarik para wanita ini dan dengan skandal itu bisa membuat
mereka melakukan apapun yang kami mau. Ini yang saya lakukan ketika
saya ikut dalam kelompok itu. Udah dibayar, saya juga dijanjikan hadiah
tambahan karena setiap kutarik wanita kristen masuk islam saya akan
dihadiahi satu bidang tanah di SURGA.
Kisah berikut ini adalah mengenai para wanita yang berhasil saya pancing masuk islam lewat penipuan.
Fatimah aslinya dari Kairo dan masuk kuliah dikota dimana keluarga
saya tinggal. Saya kuliah ditahun pertama saat itu, dan ini tugas
pertama ‘penarikan’ saya.
Fatimah sangat cantik. Punya beberapa teman wanita muslim yang
bilang pada saya bahwa dia ‘ikan’ yang mudah ditarik. Mereka mengatur
pertemuan saya dengannya dan saya pura-pura jatuh cinta mati padanya,
menatapnya dengan penuh cinta dan berkata dengan suara sangat mesra
padanya.
Ketika Fatima dan saya mulai bercakap, saya bertanya padanya
mengenai iman kristen. Saya sadar langsung bahwa saya harus ganti
taktik jika ingin menjebaknya. Saya mulai meyakinkan dia bahwa saya
cina padanya dan saya terus berupaya hingga diapun cinta pada saya.
Teman2 cewek dia yang muslim semua sadar apa yang sedang terjadi dan
malah menolong saya membuat dia jatuh dalam pelukan saya. Saya bilang
padanya kita akan menikah dan memegang iman masing2, karena islam
membolehkan pria muslim menikahi ‘Para Ahli Kitab’ dan tetap memegang
agama masing2 karena merekapun percaya pada Tuhan yang sama. Saya jebak
dia dan dia hamil.
Secara rahasia saya pergi kegereja bersamanya beberapa kali, bahkan
saya beli buku2, lambang2 kristen utk meyakinkan dia bahwa saya
pengagum kekristenan. Saya bilang bahwa saya mau sekali masuk kristen,
tapi tidak bisa karena bisa dibunuh jika murtad. Lalu saya katakan
cinta padanya dan tak bisa hidup tanpa dia dan jika dia masuk islam,
dia tidak akan dibunuh oleh orang kristen, lagipula dia mengandung anak
saya – buah cinta kami berdua.
Dia ketakutan dan tidak tahu harus melakukan apa. Saat itu, saya
minta agar jangan merusak hubungan dia dengan gereja dulu, berlakulah
normal dan sebagai kamuflase pergi ke gereja hari kamis utk pengakuan
dosa, hari jumat untuk komuni dan hari minggu untuk misa. Dia mengikuti
perintah saya dan satu malam, sesuai instruksi saya, dia datang membawa
koper dan perhiasan dia, kami habiskan malam dirumah jalan Gameat El
Dewal El Arabia. Sabtu pagi, kami punya janji dengan seseorang
terkemuka di Al Azhar untuk mengatur dia masuk islam dan mengucapkan
syahadat. Kuganti namanya menjadi Fatima El Zahra Mohammad Ali El
Mahdi.
Usaha2 keluarga dan kristen lain utk mengambilnya kembali sia-sia
belaka. Saya pastikan agar dia sendirilah yang menolak kembali, dia
sudah saya cuci otaknya. Usaha saya berhasil karena dia yakin sekarang
dia menyembah Tuhan Yang Asli, Tuhannya Islam, Allah SWT.
Setelah lima minggu meraih kemenangan bagi islam ini dan menerima
hadiah uangnya, saya memutuskan utk meninggalkan pelacur tak beriman
ini. Dia terlalu murahan bagi saya dan Cuma sekedar objek kenikmatan
belaka. Gimana bisa aku punya anak dari keturunan darah kafir kristen,
pikir saya. Saya juga mewajibkan dia bekerja utk nafkah hidupnya
sendiri. Saya bilang bahwa dia harus melayani Tuan Muslimnya yang
memberi atap rumah diatas kepalanya dan dia harus berterimakasih bahwa
saya menikahi dia dan menyelamatkan dia dari malu.
Saya mulai berpikir utk mengulangi hal demikian lagi, dan lagi
dengan wanita lain, jadi saya bisa menikmati hidup, melayani agama saya
dan juga menjamin hidup setelah mati saya. Saya percaya dengan
melakukan ini saya membela agama saya dengan membuat orang2 kafir masuk
islam; saya menikmati kehidupan sekaligus dibayar uang; dan saya akan
dijamin diakhirat nanti karena telah punya tanah berhektar-hektar atas
nama saya di surga. Saya juga punya ‘babu’ pengurus rumah secara
gratis, sekaligus utk memuaskan birahi saya. Dia bekerja utk nafkah
hidupnya sendiri dan jika saya menginginkan dia utk seks, dia harus
siap utk memenuhinya.
Saya menikmati penyiksaan, pemukulan dan penghinaan pada Fatima.
Saya yakin dia tidak sungguh2 beriman islam dan dia hanya takluk pada
insting kewanitaannya belaka. Semua ini semakin membuat saya cenderung
menyiksanya sebagai balasan. Fatima hidup bersama saya selama tiga
tahun, tujuh bulan dan 12 hari. Selama itu saya telah membuat delapan (8) gadis lain masuk islam.
Ketika aku bertemu Abir, wanita ini sedang kuliah diUniversitas yang
jauhnya 1.5 jam dari rumahnya. Dia berasal dari keluarga kaya. Ayah dan
ibunya dokter dan saudara lelakinya seorang dokter di Angkatan Darat
Mesir. Meski dia rajin ke gereja, dia tidak begitu relijius. Abir
terbuka dalam pergaulannya, ia berteman tidak hanya dengan kristen tapi
dengan orang islam juga. Meski dia mudah berteman tapi sulit bagi saya
utk mendapatkannya dan harus melakukan tipu daya. Sebagai seorang
muslim, kami percaya bahwa kami selalu dalam keadaan perang dengan
‘kafir najis’, dan dg demikian boleh2 saja menipu mereka, tidak dosa.
Satu hari saya menerima kunjungan dari seorang anak muda muslim yg
bilang ingin menikahi Abir dan meminta saya menolong dia agar Abir mau
masuk islam. Setelah menyusun rencana matang, saya temukan teman dekat
Abir ini adalah seorang gadis muslim yg religius. Tapi, dia menganggap
Abir sebagai saudara angkatnya sendiri dan ini sangat menyebalkan saya.
Jadi saya kunjungi teman dekatnya (si gadis muslim itu) dan bicara
mengenai kepercayaan rusak dari kekristenan dan mengingatkan dia akan
apa yang Allah SWT katakan dalam Quran. “Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
teman-teman (mu); sebahagian mereka adalah teman bagi sebahagian yang
lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi teman, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” Q 5.51. Saya
bilang bahwa Jihad melawan mereka adalah kewajiban dari setiap muslim
dan dia harus menyumbang bagi kemenangan Islam. Gadis muslim ini
percaya bahwa saya benar dan berjanji akan melakukan apa yang saya
inginkan. Saya bilang jangan memperlihatkan kebencian pada teman
kristenmu itu, berlakulah seperti biasa, bahkan perkuat persahabatanmu
dengan dia, sambil ikuti perintah2 saya.
Lalu saya temui seorang muslim ahli farmasi yang menjadi anggota
perkumpulan kami dan meminta dia obat halusinasi. Saya beritahu untuk
apa obat itu. Dia ingin menyumbang bagi islam karenanya dia setuju
memberi obat itu. Lalu saya berikan obat itu pada sigadis muslim
temannya dan bilang agar memasukkan dua tablet pada minumannya dan
larutkan dengan baik, usahakan Abir meminumnya, lalu panggil kami
segera setelah dia mabuk.
Sigadis muslim memanggil kami setelah Abir mabuk di apartemen dia.
Kami datang membawa kamera dan perekam video. Kami mulai mempermainkan
tubuh Abir dan dia merespon, tidak sadar apa yang kami lakukan. Abir
ditelanjangi dan dibawa kekamar tidur.
Saya rekam semua yang terjadi dikamar itu, selama tiga jam kami
membuat foto dan rekaman video bergantian. Ketika Abir sadar, dia sadar
apa yang terjadi dan mulai berteriak dan menangis. Dia menghina kami,
menghina Islam, nabi Islam dan mencoba menyobek-nyobek Qur’an, punya
temannya. Saya tunjukkan rekaman video dan foto telanjangnya dan
mengancam utk menyebarkan itu keluar dan kepada keluarganya, juga
keluarga kristen lainnya. Saya ingatkan bagaimana akan malu dia beserta
keluarganya oleh skandal ini. Dia menangis dan terjatuh kelantai.
Memohon pada kami agar jangan melakukan itu, bahkan kaki kami
diciuminya, tapi kami berkeras jika dia tidak mau melakukan apa yang
kami perintahkan, kami akan menyebarkan semua ini.
Dia menyerah. Tangisan dan keputus asaannya begitu merdu ditelinga
saya. Selama beberapa minggu kedepan dia ikut serta mendengarkan
ceramah perkumpulan kami, dimana dia dicuci otak oleh Sang Sheikh. Dia
tidak bisa mendebat. Bahkan dia sangat menyebalkan, terus menerus
menangis.
Kami ajarkan apa yang harus dikatakan pada polisi nanti. Dia
mengikuti instruksi kami ketika diwawancara oleh polisi. Dan ketika
polisi bertanya kenapa dia mau masuk islam, dia berkata bahwa Nabi
Muhammad mendatanginya dalam mimpi dan menyalaminya dengan salam Islam,
memanggilnya “Aisha”. Yesus juga muncul dalam mimpi itu, menyalaminya
dengan salam islam juga, menolak semua orang kristen, dan berkata bahwa
tidak ada tuhan selain Allah SWT. Dia bilang bahwa Yesus berkata dia
adalah hamba Allah dan nabi dan Muhammad adalah nabi Allah. Lalu, dia
bilang, Yesus mencium kepala Muhammad dan meminta dia utk mengulangi
apa yang diucapkannya dari Quran, “Maka apakah mereka mencari agama
yang lain dari agama Allah, ….dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi.” (Q 3.83-85).
Dia mengatakan ini semua tidak hanya dihadapan polisi. Tapi juga
dihadapan keluarganya dan pendeta yang mengunjungi dia. Reaksi dia
ketika kunjungan ini, yang disebut konseling, diatur oleh kami dan
disetujui oleh polisi sebelum pertemuan. Itu semua tipuan dan meski dia
dikunjungi oleh pendeta yang berbeda-beda, dia Cuma bisa bilang apa
yang harus dia katakan, perkataan yang kami perintahkan.
Setelah semua prosedur sah dilengkapi, dia mendapat kartu Tanda
Penduduk baru dan nama islam baru: Aisha Abdalla El Mahdy. Kami
berhasil dalam rencana kami, dan pria muslim, Yasser, seorang mujahid,
mendapatkan wanita yang dia inginkan bersama dengan hadiah uang, yg
cukup banyak karena dia berasal dari keluarga yang terkenal. Saya
menerima 25% hadiah, tambah uang pengganti utk ‘uang lelah’ para polisi
dan orang2 lain yang terlibat seperti si ahli farmasi, teman sigadis,
dll.
Keluarga Aisha dipermalukan dan dihina. Hasilnya, ibu dia menjual
apoteknya dan ayahnya berhenti praktek dokter. Mereka pindah kota
dimana mereka beserta skandalnya tidak dikenal.
Aisha menikahi Yasser dan hidup sebagai orang buangan, karena dia
dibenci oleh keluarga Yasser. Dia menikah hanya dua bulan saja, karena
Yasser merasa bosan dan tidak menginginkan dia lagi. Dia ceraikan dan
ditendang kejalanan kota.
Karena dia saudara muslim kami, tidak boleh bergelandangan, saya
bawa dia kemarkas perkumpulan, dimana dia hidup sebagai pembantu,
membersihkan tempat itu, menyiapkan makanan dll. Dia tinggal disana
selama tiga bulan hingga dia boleh menikah kembali. Sang pengantin pria
adalah seorang muslim yang tahu kisah ‘penarikan’ Abir. Dia seorang
kuli pasar dan sudah menikah dan punya enam anak. Aisha tidak mau
menikahinya dan memohon kami agar jangan menikahkan dia dengan kuli
itu. Kami acuhkan dan paksa dia menikah dengan kuli pasar itu.
Dia hidup menderita. Bekerja sebagai babu pembersih rumah dan
menjual sayur2an utk menafkahi suami dan anak2 suaminya. Sulit
dibayangkan bahwa dia dulunya seorang pelajar dari keluarga kaya,
keluarga dokter. Hidupnya hancur. Suami keduanya itu menceraikan dia
setelah lima bulan. Setelah itu dia tidak menikah lagi karena foto dan
rekaman videonya beredar luas, dia dianggap najis dan lacur. Dia jadi
gelandangan dan hidup dikamp2 jalanan. Ketika dia sedang dalam puncak
penderitaanya, dia menangis : “Tuhan ampuni aku.”
Tuhan menunjukkan ampunan dan menjawab doanya.
Disaat dia bergelandangan dikota, saya menjadi seorang kristen dan
blasak blusuk mencari setiap wanita yang saya ‘tarik’ masuk islam dulu.
Saya temukan Abir yg jadi gelandangan dan saya temui dia bersama dengan
istri saya. Kami bawa dia kerumah dan kami rawat. Kami cari orang
tuanya dan menceritakan situasi dia, saya kirim kerabat beserta seorang
pendeta untuk menjelaskan semuanya. Mereka menangis mendengar kabar ini
dan berhasrat utk bertemu dengan Abir. Reuni keluarga diatur dalam satu
gereja di Kairo. Sebuah pertemuan yang sangat mengharukan. Saya pikir
keluarganya akan menghina dan menghukum dia, tapi ternyata tidak,
mereka menerima dan sangat senang Abir berkumpul dengan mereka lagi.
Ketika keluarga itu saling peluk dan cium, saya tersentuh oleh
cinta yang mereka perlihatkan, saya bertanya-tanya kenapa kami (islam)
menyakiti orang2 kristen seperti ini. Saya selalu sebal dengan senyum
yang mereka (orang2 kristen) sunggingkan dimulut mereka ketika
kukritik, kuejek dan kupermalukan… Saya bilang itu adalah senyum dengki
karena mereka minoritas dan tidak sanggup melawan kami para muslim.
Sekarang saya tahu kenapa mereka tersenyum. Karena cinta kasih, ampunan
dan toleransi mereka akan musuh2 mereka. Karakteristik kristen itulah
yang membuat damai.
Setelah Abir bertemu keluarganya, dia pulang bersama mereka.
Mereka menyambut dia dengan cinta dan kebaikan seperti kitab suci
mereka katakan mengenai Anak yang Hilang. Ibunya membelikan baju yang
indah, ayahnya membawa perhiasan yang cemerlang. Mereka merayakan
kembalinya dia dan mengucapkan kalimat Bible (“Anakku yang mati
sekarang hidup kembali dan yang hilang telah ditemukan”).
Permintaan diajukan pada Jemaat Ulama utk mengembalikannya pada
kekristenan, dan disetujui. Seorang pengacara kristen menjadi
sukarelawan mengajukan petisi pada pengadilan utk mengembalikan nama
kristen dan KTPnya: Pengadilan mengabulkan. Sekarang dia tinggal di
Perancis, diaman dia melayani gereja Koptik dengan suami dan anak
perempuannya.
P.S: Wanita perlu berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari, supaya penyesalan tidak datang dikemudian hari. Artikel di atas bukan untuk menyebarkan kebencian, tetapi untuk memberitahukan kenyataan kepada siapapun yang membaca blog ini, supaya lebih waspada dalam hidupnya, terutama ketika bertemu tipikal orang-orang jahat.
|